M O M S M O N E Y I D
Santai

Mengenal Canaya, Kopi dengan Teknologi Pengeringan Panas Bumi Pertama di Dunia

Mengenal Canaya, Kopi dengan Teknologi Pengeringan Panas Bumi Pertama di Dunia
Reporter: RR Putri Werdiningsih  |  Editor: Putri Werdiningsih


MOMSMONEY.ID - Ada yang berbeda dari secangkir kopi yang dihasilkan oleh para petani di kaki Gunung Kamojang, Jawa Barat. Di balik aroma dan cita rasanya yang khas, ternyata tersimpan kisah tentang uap panas bumi.

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) memperkenalkan kopi Canaya sebagai pionir geothermal coffee process (GCP) pertama di dunia yang memanfaatkan langsung uap panas bumi dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang.

Mereka menggandeng Koperasi Pemasaran Bersama Kanyaah Kamojang (Kopbashka) untuk membangun Geothermal Dry House.

Produk ini resmi diperkenalkan di Recharge – Green Brew Space yang berlokasi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Harapannya, pengunjung dapat menikmati kopi yang diproses menggunakan energi panas bumi sekaligus memahami bagaimana pemanfaatan energi bersih mampu memberikan nilai tambah bagi komoditas lokal dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Baca Juga: Bukan Sekadar Pelengkap, Ini Manfaat Kandungan Susu Dalam Secangkir Kopi

“Melalui inovasi seperti geothermal coffee process, kami ingin menunjukkan bahwa energi panas bumi tidak hanya menghasilkan listrik, tetapi juga dapat dimanfaatkan secara langsung untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal,” ujar Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Ahmad Yani dalam keterangan tertulis Rabu (1/7).

Menurutnya, inovasi ini menjadi bukti bahwa transisi energi dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Dia menyakini, keberlanjutan akan tercapai ketika masyarakat terlibat menjadi pelaku utamanya.

Canaya diproses menggunakan teknologi pengeringan berbasis energi panas bumi melalui sistem direct use geothermal. Hasilnya, proses pengeringan biji kopi yang sebelumnya memakan waktu sekitar 30 sampai 40 hari, tergantung kondisi cuaca, kini dapat dipangkas menjadi hanya 3 sampai 10 hari.

"Dengan suhu dan kelembapan yang terjaga 24 jam, kualitas biji kopi lebih bersih, seragam, dan minim cacat rasa. Cita rasa manis buah dan keasaman khas Arabika Kamojang pun tetap terjaga," urai Ahmad.

Baca Juga: Kopi Kenangan Buka Peluang Kerja bagi Penyandang Disabilitas Tuli sebagai Barista

Tak hanya menjadi lebih singkat, dengan kapasitas produksi mencapai 6–8 ton ceri kopi per siklus, efisiensi biaya operasional membuat koperasi mampu menaikkan harga beli ceri kopi dari petani menjadi Rp17.000–Rp18.000 per kilogram.

Angka ini lebih tinggi dibandingkan harga beli sebelumnya yang berkisar Rp16.000 per kilogram.

Saat ini, lebih dari 300 petani kopi di wilayah Kamojang telah merasakan manfaat program ini. Kopi Canaya juga telah menembus pasar ekspor ke Jerman dan Jepang. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Kesehatan Mata, Kenali Fungsi Penglihatan Selain Melihat Objek

JEC Eye Hospitals and Clinics mengedukasi pentingnya fungsi penglihatan dalam mendukung aktivitas sehari-hari hingga performa olahraga.

Bukan Sekadar Mengencangkan Kulit, Ini Pentingnya Menjaga Kualitas Kolagen

​Julaine of Sweden menjadi salah satu inovasi perawatan regeneratif berbasis stimulasi kolagen yang mengedepankan kualitas kulit jangka panjang.

7 Promo Rabu 4 November 2026: Ada Beli 1 Gratis 1 Subway hingga HokBen Cashback 50%

Manfaatkan deretan promo Rabu 4 November 2026 dari berbagai kuliner favorit seperti Subway, A&W hingga HokBen. Cek daftar penawaran hematnya!

Rumah Idealnya Bukan Hanya Menjadi Tempat Berteduh tapi Juga Memberi Hal Ini

Rumah idealnya bukan hanya menjadi tempat berteduh, tetapi juga memberikan perlindungan dan mendukung kualitas hidup penghuninya.

Promo HokBen Rabu Hemat, Nikmati Cashback hingga 50% Pakai BRI & OCBC di November Ini

Manfaatkan promo HokBen khusus Rabu selama November untuk dapatkan cashback hingga 50% pakai  BRI dan OCBC. Yuk, serbu sebelum kuotanya habis!

Seberapa Siap Digitalisasi Pendidikan di Indonesia? Ini Temuan Studi Enuma

Hasil studi Enuma memetakan kesiapan sembilan daerah di Indonesia dalam mengadopsi pembelajaran digital.

Diabetes Tak Lagi Identik dengan Lansia, Generasi Muda Perlu Waspada

Diabetes mengintai generasi muda, kenali pentingnya deteksi dini sejak sekarang.                     

Sering Bingung Pilih Parfum? Kenali 4 Karakter Aroma Parfum Ini

Aroma parfum punya karakter berbeda, mulai dari citrus yang segar hingga gourmand yang manis. Kenali sebelum memilih

Harga Emas Antam dan Buyback Kompak Turun Rp 4.000 pada Rabu (4/11)

Harga emas Antam dan buyback kompak menunjukkan penurunan harga sebesar Rp 4.000 pada perdagangan Rabu (4/11).

IHSG Masih Dibayangi Koreksi, Cek Rekomendasi Saham dari BNI Sekuritas Rabu (4/11)

IHSG ada potensi rebound pada perdagangan Rabu (4/11/2026).​ Simak rekomendasi saham dari BNI Sekuritas untuk hari ini.