MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global naik tipis, tapi berisiko menutup pekan ini dengan penurunan. Logam mulia melemah karena imbal hasil obligasi di AS naik dan inflasi yang tetap tinggi.
Mengutip Bloomberg, Jumat (25/9), harga emas spot hanya naik 0,37% menjadi US$ 4.291,07 per troi ons pada pukul 15.50 WIB. Emas masih turun sekitar 2% dibandingkan Jumat lalu.
Harga minyak yang tinggi dan kekhawatiran inflasi mendorong imbal hasil obligasi AS lebih tinggi, serta memicu ekspektasi Federal Reserve perlu menaikkan suku bunga lebih lanjut.
Biaya energi dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed menentukan pergerakan harga emas dalam beberapa minggu terakhir. Suku bunga yang lebih tinggi biasanya berdampak negatif bagi emas batangan karena tidak menghasilkan bunga.
Pada Kamis, kerugian di pasar US Treasury meningkat di tengah kekhawatiran inflasi yang muncul dari lonjakan harga minyak pada pertengahan pekan, dan kekhawatiran tentang utang pemerintah. Yield atau imbal hasil obligasi tenor 30 tahun hanya sedikit di bawah 5,5%, tertinggi dalam lebih dari dua dekade.
Wall Street mulai mempertimbangkan bahwa imbal hasil yang tinggi mungkin akan bertahan lama.
Baca Juga: 13 Kesalahan Menabung Emas Digital yang Sering Dilakukan Pemula
Christopher Wong, analis di Oversea-Chinese Banking Corp., mengatakan imbal hasil yang lebih tinggi, harga minyak yang tinggi, dan data ekonomi yang lebih kuat, merupakan kondisi yang sulit bagi emas.
"Jika imbal hasil terus meningkat, saya tidak akan terkejut jika harga emas tetap dalam tekanan. Narasi jangka panjang tetap tidak berubah, tetapi mungkin perlu ada katalis baru sebelum kenaikan signifikan berikutnya," kata Wong mengutip Bloomberg, hari ini.
Harga emas diperdagangkan dalam kisaran relatif sempit di sekitar US$ 4.300 per troi ons pada September, karena para pedagang berulang kali menyesuaikan prospek kebijakan Fed.
Terlepas dari hambatan jangka pendek, banyak investor masih berekspektasi harganya akan terus naik karena kembali menemukan nilai tradisionalnya sebagai lindung nilai portofolio.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News