M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

MAMI: Peluang Pasar Obligasi di Siklus Pemangkasan Suku Bunga

Reporter: Danielisa Putriadita  |  Editor: Danielisa Putriadita


MOMSMONEY.ID - PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) menyampaikan bahwa siklus pemangkasan suku bunga telah dimulai. Kondisi tersebut ditandai dengan langkah The Fed yang memangkas suku bunga sebesar 50 basis poin (bps) ke level 4,75% - 5,00% dalam rapat FOMC di bulan September. Kompak, Bank Indonesia (BI) juga memangkas suku bunga 25 bps menjadi 6,00%. 

Langkah ini dipandang sebagai awal dari siklus pemangkasan suku bunga yang dapat terjadi hingga 2025 atau 2026, sebagai bentuk normalisasi kebijakan setelah sebelumnya suku bunga meningkat drastis untuk menahan laju inflasi global. 

Pasar obligasi sudah konsisten mencatat kinerja positif sejak periode Juli – Agustus, dan terlihat masih terus berlanjut.  Sementara itu, nilai tukar Rupiah juga cenderung terus menguat, saat ini di kisaran Rp15.340 (per 18 September 2024). Sementara, arus dana investor asing ke pasar obligasi pun meningkat.  

Lantas bagaimana potensi pasar obligasi Indonesia di era pemangkasan suku bunga?

Laras Febriany, Portfolio Manager, Fixed Income MAMI mengatakan dalam keterangan tertulis siklus pemangkasan suku bunga secara historis berdampak positif bagi pasar obligasi. Pada empat siklus pemangkasan suku bunga BI sebelumnya yang terjadi di 2011, 2016, 2019, dan 2020 secara rata-rata indeks BINDO mencatat kinerja positif 18%. 

Turunnya suku bunga cenderung berdampak langsung terhadap pasar obligasi karena hubungan yang erat antara suku bunga, imbal hasil obligasi, dan harga obligasi, karena instrumen obligasi diminati ketika suku bunga turun karena investor dapat ‘mengunci’ imbal hasil di level tinggi.

Menurut Laras, pada dasarnya Indonesia memiliki profil ekonomi yang menarik di antara negara berkembang lain, didukung oleh tingkat pertumbuhan ekonomi tinggi yang stabil, inflasi rendah, tingkat utang negara rendah, kondisi politik stabil, dan tingkat imbal hasil obligasi yang tinggi. 

Hal ini yang menjadikan daya tarik investor asing untuk masuk ke pasar obligasi Indonesia. Langka bagi suatu negara berkembang memiliki profil yang cukup baik secara menyeluruh, karena biasanya ada saja masalah pada salah satu faktor tersebut.

Dengan profil yang menarik itu, faktor kunci bagi investor adalah pada stabilitas nilai tukar rupiah. Sebab, pelemahan nilai tukar akan menggerus potensi imbal hasil bagi investor asing,membuat obligasi Indonesia kurang menarik, dan pada akhirnya dapat membuat arus dana asing berbalik. 

"Dimulainya siklus pemangkasan suku bunga The Fed diperkirakan dapat menjadi iklim yang suportif bagi Rupiah dan bisa menarik arus dana asing masuk ke pasar obligasi Indonesia lebih lanjut,” jelas Laras.

Berbicara mengenai stabilitas nilai tukar rupiah, menurut Laras, secara historis, periode pemangkasan suku bunga The Fed adalah kondisi yang negatif bagi USD. Sejak tahun 1990, terdapat delapan siklus pemangkasan suku bunga The Fed, dan secara rata-rata nilai tukar USD melemah 1,1% dalam periode tersebut. Kondisi pelemahan USD ini harusnya dapat menjadi faktor yang suportif bagi stabilitas rupiah.

Namun terdapat kondisi menarik, di mana pemangkasan suku bunga The Fed yang dipicu oleh kondisi resesi AS justru mendorong penguatan USD, seperti di tahun 2001, 2007, dan 2020, karena kondisi resesi meningkatkan permintaan USD sebagai aset safe haven. 

Jadi potensi terjadinya resesi AS dapat menjadi tantangan bagi stabilitas nilai tukar Rupiah ke depannya, di tengah naiknya ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh  The Fed. Selain itu faktor lain yang dapat mempengaruhi Rupiah ke depannya adalah dinamika kondisi domestik dari inflasi, kinerja neraca perdagangan, dan kebijakan ekonomi  pemerintah baru.

Setali tiga uang dengan The Fed, BI juga mulai memangkas suku bunga di bulan September. Keputusan ini didasari oleh keyakinan yang menguat terhadap stabilitas rupiah, inflasi domestik yang terjaga, serta komitmen untuk membantu mendukung pertumubuhan ekonomi. 

Ke depannya, konsensus pasar memperkirakan BI akan bergerak lebih konservatif dibanding The Fed, dengan The Fed diperkirakan menurunkan suku bunga di kisaran 200 bps hingga akhir 2025, sementara BI di kisaran 100 bps di periode sama.

Di tengah banyaknya pilihan investasi di pasar modal saat ini, Laras melihat pasar obligasi masih memiliki peluang yang menarik. Obligasi menawarkan potensi capital gain dan elemen stabilitas bagi portofolio investor. 

Kelas aset obligasi secara historis mencatat kinerja baik dalam periode pemangkasan suku bunga, sehingga dapat menjadi opsi bagi investor untuk mendapatkan potensi capital gain memasuki periode pemangkasan suku bunga global. Di sisi lain, pasar tidak bergerak dalam garis lurus, selalu saja ada dinamikanya, oleh karena itu karakter obligasi yang defensif memberikan elemen stabilitas untuk menjaga keseimbangan portofolio investor.

“Reksa dana obligasi dapat menjadi opsi bagi investor untuk menangkap potensi di pasar obligasi. Dengan reksa dana obligasi investor dapat memiliki eksposur obligasi yang terdiversifikasi di berbagai tenor dan jenis obligasi, serta pengelolaan secara aktif yang dilakukan manajer investasi untuk menyesuaikan strategi portofolio dengan kondisi terkini," kata Laras. 

Di MAMI pengelolaan reksa dana obligasi dilakukan secara aktif dengan fokus pada manajemen durasi serta pemilihan efek. "Kami juga mencermati likuiditas dan volatilitas untuk memastikan pengelolaan investasi memberikan hasil optimal dengan risiko yang terkendali,” pungkas Laras.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

25 Ide Ucapan Selamat Wisuda untuk Teman dan Saudara Tercinta

Ucapan wisuda kepada orang terdekat ini bisa digunakan untuk memberikan apresiasi atas bekerja keras mereka.​

Harga Emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Hari Ini Rabu (10/6) Kompak Stagnan

Harga emas di Pegadaian produksi Galeri 24 dan UBS hari ini Rabu (10/6) kompak tidak bergerak dari perdagangan sebelumnya.

Kumpulan Ucapan Hari Media Sosial Nasional 2026 Penuh Semangat

Untuk merayakan peringatan ini, ada beberapa ucapan Hari Media Sosial yang cocok untuk dijadikan caption dan status.​

Resmi! Harga Pertamax Rp 16.250 per 10 Juni 2026, Pertamax Green Juga Ikut Naik

PT Pertamina Patra Niaga secara resmi mengumumkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi per 10 Juni 2026, termasuk Pertamax.

5 Tips Meningkatkan Semangat di Pagi Hari Biar Nggak Gampang Ngantuk Seharian

Dengan menerapkan tips meningkatkan semangat ini secara konsisten, tubuh dan pikiran Anda akan terbiasa menjalani rutinitas yang lebih teratur.

Ramalan Shio Hari Ini Rabu 10 Juni 2026 dari Anjing Hoki sampai Ayam Waspada

Menyambut hoki? Simak hasil ramalan 12 shio hari ini Rabu 10 Juni 2026, cek keuangan, karier, dan shio paling beruntung hari ini, ya.

Ramalan Zodiak Hari Ini Rabu 10 Juni 2026 dari Gemini Bersinar hingga Scorpio Hoki

Cek hasil ramalan zodiak hari ini Rabu 10 Juni 2026, simak peruntungan cinta, karier, keuangan, dan peluang terbaru di sini.

4 Perbedaan Moisturizer dan Day Cream yang Tidak Bisa Saling Menggantikan

Berikut adalah ulasan mendalam mengenai 4 perbedaan moisturizer dan day cream yang perlu Anda ketahui.  

Rumah Cantik Gak Harus Mahal lo, Anggaran Dekorasi Sedikit Juga Bisa Memuaskan

Rumah cantik tidak harus mahal. Anggaran dekorasi terbatas justru bisa memunculkan ide kreatif dan rumah Anda terlihat lebih personal.​  

5 Manfaat Luar Biasa Minum Jus Bit untuk Kesehatan Tubuh

Yuk, simak sejumlah manfaat luar biasa minum jus bit untuk kesehatan tubuh berikut ini! Apa saja, ya?