MOMSMONEY.ID - Dalam periode libur panjang Imlek tahun ini, banyak orang yang menggunakan kereta api sebagai moda transportasi. Dalam tiga hari pertama periode 13 sampai 15 Februari 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah melayani 622.784 pelanggan di berbagai relasi perjalanan.
Pada 13 Februari 2026, KAI melayani 202.105 pelanggan dengan okupansi 123% dari kapasitas 164.196 tempat duduk. Pada 14 Februari 2026, jumlah pelanggan tercatat 216.863 orang dengan okupansi 132% dari kapasitas 163.974 tempat duduk.
Sementara, pada 15 Februari 2026, sebanyak 203.816 pelanggan bepergian dengan okupansi 123% dari kapasitas 165.392 tempat duduk.
Tingkat okupansi di atas 100% pengaruhi pola perjalanan pelanggan dinamis, yaitu pelanggan yang naik dan turun di stasiun antara sebelum mencapai tujuan akhir.
Hingga 16 Februari 2026 pukul 11.00 WIB, penjualan tiket untuk periode keberangkatan 13 sampai 17 Februari 2026 telah mencapai 910.656 tiket dari total 825.303 tempat duduk yang disediakan, atau setara 110,34%. Angka tersebut masih berpotensi bertambah seiring penjualan yang terus berlangsung.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan, operasional perjalanan kereta api secara umum berjalan lancar selama periode libur panjang ini.
“Seluruh perjalanan di jalur selatan Jawa berlangsung normal. Pada lintas utara, khususnya di wilayah Daop 4 Semarang, sempat dilakukan pengaturan operasional akibat luapan air di beberapa titik. Saat ini kondisi tersebut telah berangsur normal,” ujar Anne dalam keterangan tertulis, Senin (16/2).
Baca Juga: Siloam International Hospital & Roche Teken MOU Tekan Jumlah Pasien Kanker
Terdapat tiga titik genangan air di wilayah Daop 4 Semarang yang berdampak pada pengaturan operasional perjalanan kereta api di lintas utara. Pada petak jalan Tegowanu-Brumbung di BH 46 Km 21+9/0 serta petak jalan Gubug-Tegowanu di BH 59 Km 27+9/0, diberlakukan pembatasan kecepatan sementara Taspat 60 km per jam untuk jalur hulu dan hilir.
Sementara itu, pada petak jalan Karangjati-Gubug Km 32+5/7, jalur hilir sempat diberlakukan Semboyan 3 mulai pukul 10.08 WIB dan update terakhir 11.27 WIB berangsur pulih dengan kecepatan terbatas 20km/jam serta jalur hulu tetap dalam kondisi normal.
Pengaturan tersebut dilakukan sebagai langkah preventif untuk memastikan keselamatan perjalanan. Secara bertahap, perjalanan kereta api di lintas tersebut kembali berjalan sesuai ketentuan operasional.
Anne pun menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang sempat dirasakan sebagian pelanggan di lintas utara.
“Kami juga mengapresiasi kesabaran pelanggan selama proses penanganan berlangsung. Tim prasarana terus melakukan pemantauan debit air dan inspeksi berkala guna memastikan keamanan serta kelancaran perjalanan kereta api yang melintas di jalur tersebut,” kata Anne.
Bagi pelanggan yang memilih perjalanan kereta api melintasi jalur utara, diimbau untuk memperbarui informasi melalui Contact Center KAI 121, WhatsApp 0811-2223-3121, atau media sosial resmi KAI 121.
Adapun, rincian pelanggan per tanggal keberangkatan sebagai berikut:
• 13 Februari: 202.105 pelanggan dari kapasitas 164.196
• 14 Februari: 216.863 pelanggan dari kapasitas 163.974
• 15 Februari: 203.816 pelanggan dari kapasitas 165.392
• 16 Februari: 152.704 pelanggan dari kapasitas 166.311
• 17 Februari: 135.168 pelanggan dari kapasitas 165.430
Sementara, 10 stasiun tujuan tertinggi selama periode ini antara lain:
1. Stasiun Gambir: 56.628 pelanggan
2. Stasiun Pasar Senen: 55.476 pelanggan
3. Stasiun Yogyakarta: 48.415 pelanggan
4. Stasiun Semarang Tawang: 36.251 pelanggan
5. Stasiun Purwokerto: 30.090 pelanggan
6. Stasiun Bandung: 29.649 pelanggan
7. Stasiun Surabaya Gubeng: 28.863 pelanggan
8. Stasiun Surabaya Pasar Turi: 28.409 pelanggan
9. Stasiun Solo Balapan: 26.765 pelanggan
10. Stasiun Semarang Poncol: 25.527 pelanggan
Selanjutnya: 5 Benda yang Wajib Ada dalam Perayaan Imlek, Aksesori hingga Kue Keranjang
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News