MOMSMONEY.ID - Prudential Indonesia menyambut Bulan Inklusi Keuangan (BIK) pada Oktober 2026 dengan menyoroti profesi financial advisor sebagai peluang karier berkelanjutan bagi perempuan. Profesi ini tidak hanya membuka kesempatan untuk mengembangkan kompetensi dan membangun kemandirian finansial, tetapi juga memberikan ruang bagi perempuan untuk meningkatkan literasi keuangan, memperkuat keterampilan komunikasi, serta membangun hubungan berbasis kepercayaan dengan nasabah.
Peluang tersebut tecermin dari partisipasi perempuan dalam Million Dollar Round Table (MDRT), asosiasi global profesional asuransi jiwa dan jasa keuangan. Pada 2026, sebanyak 560 perempuan atau 62% dari total anggota MDRT Prudential Indonesia merupakan perempuan, meningkat 1,41% dibandingkan tahun sebelumnya.
Capaian ini menunjukkan besarnya kontribusi perempuan dalam profesi financial advisor, sekaligus menegaskan peran mereka dalam membantu masyarakat memahami kebutuhan perlindungan finansial dan memperluas inklusi keuangan.
Rusli Chan, Chief Agency Officer Prudential Indonesia, mengatakan semakin banyak perempuan yang membangun perjalanan profesionalnya melalui profesi financial advisor, dengan masing-masing memiliki alasan, pengalaman, dan tujuan yang berbeda-beda.
"Bagi kami, perkembangan MDRT Prudential Indonesia menunjukkan bahwa perempuan memiliki ruang untuk terus mengembangkan kompetensi, membangun karier, dan memberikan nilai bagi Nasabah,” kata Rusli dalam keterangan tertulis, Jumat (23/10).
Baca Juga: Prudential dan Siloam Tawarkan Paket MCU Rp 350.000 hingga Akhir Oktober 2026
Perjalanan Perempuan Membangun Karier sebagai Financial Advisor
Levina Stacia Budiman, yang telah sembilan tahun meraih kualifikasi MDRT, mengungkapkan bahwa perjalanan menuju capaian pertamanya membutuhkan waktu hingga lima tahun.
Memulai langkah dari nol, Levina secara konsisten membangun komunikasi dengan calon nasabah baru serta nasabah berskala proteksi sederhana.
“Proses panjang ini membentuk ketangguhan saya dan membuktikan bahwa kesuksesan karier profesional dibangun atas dasar konsistensi, integritas, dan kemampuan menjaga hubungan baik jangka panjang,” tutur Levina.
Prinsip keseimbangan kehidupan dan kontribusi sosial juga dirasakan oleh Hoenijati Soewidono, yang telah mencatatkan kualifikasi MDRT selama 13 tahun.
Melalui penerapan prinsip Whole Person Concept, Hoenijati membuktikan bahwa perempuan dapat terus mengukir prestasi profesional sekaligus menjaga keseimbangan perannya dalam keluarga.
“Bagi saya, kualifikasi MDRT bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan kesempatan untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi sesama serta menjaga keseimbangan peran sebagai profesional, istri, dan ibu,” jelas Hoenijati.
Baca Juga: 3 Jenis Asuransi untuk Milenial dan Gen Z, Cara Memilihnya biar Keuangan Tetap Aman
Sementara itu, Vonny Gunawan, anggota MDRT selama sepuluh tahun, menegaskan bahwa profesionalitas seorang financial advisor terletak pada komitmen mendengarkan kebutuhan nasabah, bukan sekadar menawarkan produk.
“Untuk perempuan yang ingin membangun karier di bidang ini, penting untuk berani terus mengembangkan diri dan percaya pada kemampuan yang dimiliki. Menjadi profesional bukan hanya tentang pencapaian, melainkan bagaimana kita terus belajar dan memberikan yang terbaik bagi klien,” ungkap Vonny.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News