MOMSMONEY.ID - Selain mengurus kebutuhan rumah tangga, sebagian perempuan juga harus bekerja keras mencari penghasilan demi memastikan kebutuhan keluarga, termasuk pendidikan anak, tetap terpenuhi.
Hal ini dijalani Sumarni, petani palawija asal Sukoharjo, Jawa Tengah. Selama lebih dari tujuh tahun, ia menekuni usaha pertanian untuk menghidupi keluarga. Sebelumnya, Sumarni sempat menanam melon, tetapi keterbatasan modal membuatnya kesulitan mengembangkan usaha.
Kini, dari hasil menjual palawija, Sumarni bisa memperoleh penghasilan hingga Rp 500.000 setiap dua hari saat harga sedang bagus. Penghasilan tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membiayai pendidikan anaknya.
"Berkat modal dari Amartha, saya bisa lebih leluasa mengembangkan usaha palawija ini. Kebanyakan pembeli tinggal di sekitar rumah, jadi mereka bisa langsung membeli hasil panen," kata Sumarni dalam keterangan tertulis, Jumat (16/10).
Baca Juga: Peran di Rumah, Salah Satu Cara Bikin Ibu Punya Tanggal Merah
Perjuangan serupa dilakukan Mariani, pembudi daya rumput laut dari Bau-Bau, Sulawesi Tenggara. Ia memulai usaha dengan menjemur rumput laut di belakang rumah sekitar empat tahun lalu.
Namun, pendapatannya kerap berubah mengikuti cuaca dan kondisi laut. Setelah memperoleh dukungan pembiayaan dan pendampingan usaha, Mariani memperluas area budidaya sehingga produksi dan pendapatannya meningkat.
Usaha tersebut membantu Mariani membiayai pendidikan anak-anaknya. Ia juga melibatkan sejumlah tetangga yang sebagian besar merupakan ibu rumah tangga untuk membantu memanen dan menjemur rumput laut. Dengan begitu, mereka turut memperoleh penghasilan tambahan.
"Usaha rumput laut ini membantu saya menyekolahkan anak-anak, bekal masa depan mereka," ujar Mariani.
Kisah Sumarni dan Mariani memperlihatkan bagaimana usaha yang dikelola perempuan dapat menjadi penopang ekonomi keluarga. Meski begitu, keterbatasan modal dan kondisi alam masih menjadi tantangan bagi perempuan yang menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian dan kelautan.
Baca Juga: Ide Bisnis Rumahan Ibu Rumah Tangga Modal Rp 1 Juta, Cocok untuk Pemula
Menurut data yang dikutip Amartha dari Food and Agriculture Organization (FAO), perempuan menyumbang sekitar 41% tenaga kerja pertanian global. Di Indonesia, sekitar 14,8 juta perempuan bekerja di sektor pertanian per Februari 2025.
Founder dan CEO Amartha Financial Andi Taufan mengatakan, akses permodalan dan pendampingan menjadi bagian penting dalam membantu perempuan di perdesaan mengembangkan usaha.
"Melihat potensi yang ada, Amartha konsisten memperkuat ekosistem UMKM melalui akses permodalan, pendampingan, serta memberikan kesempatan untuk memperluas akses pasar bagi para perempuan di perdesaan," ujar Andi.
Ia menambahkan, dukungan tersebut telah membantu hampir 99.000 mitra di perdesaan membuka lapangan kerja baru. Sebanyak 97% dari total lapangan kerja baru tersebut diisi oleh perempuan, berdasarkan laporan keberlanjutan Amartha 2025.
Amartha Financial sendiri menyediakan pembiayaan produktif dan pendampingan bagi UMKM, termasuk perempuan yang menjalankan usaha di sektor pertanian dan peternakan. Sepanjang 2025, hampir 30% mitranya bergerak di kedua sektor tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News