MOMSMONEY.ID - PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) berkolaborasi dengan Siloam International Hospitals meluncurkan program Medical Check-Up (MCU) seharga Rp 350.000. Program ini berlangsung sejak 25 September hingga 31 Oktober 2026.
Penawaran ini berlaku di 37 jaringan Rumah Sakit Siloam di seluruh Indonesia dan bisa dimanfaatkan seluruh masyarakat, baik nasabah maupun non nasabah. Pemeriksaan kesehatan yang dipangkas dari tarif normal sebesar RP 1,4 juta ini mencakup pemeriksaan kolesterol, jantung, dan diabetes.
Adapun, program MCU ini diluncurkan untuk menjawab berbagai tantangan terkait pengobatan di Indonesia, sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih proaktif dalam menjaga kesehatan.
“Siloam International Hospitals menyambut baik kolaborasi bersama Prudential Indonesia dalam memperluas akses pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat. Menjaga kesehatan tidak harus dimulai ketika muncul keluhan. Pemeriksaan kesehatan secara berkala dapat membantu seseorang memahami kondisi kesehatannya dan mengenali faktor risiko lebih dini," ujar Sumanta Ray, Chief Operating Officer Siloam International Hospitals dalam keterangan tertulis, Senin (19/10).
Dia juga berharap, kolaborasi yang dilakukan bersama Prudential Indonesia ini dapat semakin memudahkan masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, sehingga mereka dapat lebih memahami kondisi kesehatannya secara tepat dan lebih yakin dalam menentukan langkah selanjutnya sesuai kebutuhan masing-masing.
Baca Juga: Rilis Menu Terbatas Overload Smoky Cheese, Subway Beri Diskon Hingga 105%
Kolaborasi dengan Siloam ini merupakan salah satu bentuk dukungan kesehatan dari Prudential Indonesia bagi nasabah dan masyarakat. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, Prudential Indonesia telah menyediakan 4.570 layanan Mini Medical Check-Up (MCU) gratis bagi masyarakat dan karyawan Prudential. Langkah ini diberikan sebagai salah satu upaya menjaga kesehatan dan mendorong langkah preventif.
Upaya ini juga sejalan dengan temuan riset terbaru bertajuk Patient Voices Indonesia: caught between care, cost and clarity yang dilakukan Prudential plc bersama Economist Impact. Riset tersebut mengungkapkan, 9 dari 10 responden atau hampir 93% di Indonesia mengaku pernah menunda pengobatan, dengan 44% di antaranya menunda secara berulang kali.
Penundaan perawatan kesehatan tersebut utamanya didorong oleh minimnya informasi medis yang jelas, dengan lebih dari separuh responden merasa kekurangan informasi kesehatan dan hampir 44% mengaku tidak mendapatkan informasi yang memadai saat berkonsultasi dengan dokter mengenai diagnosis mereka.
Selain itu, kekhawatiran akan biaya membuat 56% responden bergantung pada jaringan pengaman sosial atau pinjaman, serta 77% pasien di Indonesia masih menghadapi kendala akses seperti antrean panjang dan pendaftaran yang rumit.
Sementara itu, Prudential Indonesia telah membayarkan total klaim dan manfaat sebesar Rp 8,9 triliun kepada lebih dari 149.000 nasabah, meningkat 26% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, klaim medis mencapai Rp 3,3 triliun, meningkat 15% secara tahunan.
“Bagi kami, sebuah janji memiliki arti ketika dapat dirasakan melalui tindakan nyata. Karena itu, kami terus berupaya hadir di berbagai tahap kehidupan Nasabah, baik melalui manfaat perlindungan maupun dukungan yang relevan dengan kebutuhan mereka," ujar Yosie William Iroth, Chief Health Officer Prudential Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News