MOMSMONEY.ID - Kunyit memiliki kandungan kurkumin yang bisa meredakan kadar asam urat tinggi. Asam urat merupakan salah satu jenis radang sendi yang terjadi ketika tubuh memproduksi asam urat secara berlebihan.
Shilpa Amin, dokter umum dari Healhtline.com menyebutkan bahwa sekitar dua pertiga asam urat dalam darah diproduksi secara alami oleh tubuh. Sisanya dihasilkan saat tubuh memecah zat yang disebut purin yang terkandung dalam banyak jenis makanan.
Makanan tinggi purin antara lain seafood, daging merah, dan alkohol. Normalnya, ginjal akan membuang asam urat dari tubuh. Namun, jika ginjal tidak dapat membuangnya dengan efektif, asam urat akan menumpuk dan membentuk kristal di dalam sendi.
Kristal asam urat yang disebut monosodium urat ini dapat memicu serangan asam urat.
Baca Juga: Punya Asam Urat? Makan Pisang Saja Tak Cukup, Buah Semangka Bantu Buang Purin
Apakah kunyit bermanfaat untuk penderita asam urat?
Kunyit berasal dari tanaman Curcuma longa yang termasuk dalam keluarga jahe. Selama ribuan tahun, tanaman ini telah digunakan secara tradisional untuk menangani kondisi peradangan karena asam urat tinggi.
Kurkumin dalam kunyit merupakan senyawa kimia paling aktif dalam kunyit. Senyawa inilah yang memberikan kemampuan antiinflamasi yang kuat pada kunyit.
Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam Open Journal of Rheumatology and Autoimmune Diseases mencatat efek antiinflamasi dari kurkumin. Penderita asam urat merasakan kelegaan setelah mengonsumsi Flexofytol yaitu ekstrak kurkumin yang telah dimurnikan.
Para peneliti mengaitkan manfaat ini dengan kemampuan kurkumin dalam menghambat NF-kappa B. Hal tersebut menunjukkan bahwa kunyit dapat membantu meredakan peradangan akibat asam urat.
Dengan menekan peradangan, kurkumin dapat membantu mengatasi nyeri sendi yang berkaitan dengan artritis. Efek ini diamati dalam sebuah studi tahun 2018 di BMC Complementary and Alternative Medicine, di mana penderita radang sendi mengonsumsi ekstrak kurkumin selama tiga bulan.
Para peserta mengalami pengurangan nyeri sendi, peningkatan fungsi fisik dan berkurangnya kekakuan di pagi hari. Radikal bebas adalah molekul yang menyebabkan kerusakan sel.
Sebaliknya, antioksidan berfungsi melindungi sel-sel tubuh dari radikal bebas. Jika terdapat ketidakseimbangan antara radikal bebas dan antioksidan di dalam tubuh, maka akan terjadi stres oksidatif.
Stres oksidatif berkontribusi terhadap peradangan. Menurut sebuah artikel tahun 2017 dalam Journal of Food Quality, kunyit merupakan antioksidan yang ampuh.
Sifat antioksidannya berasal dari kandungan flavonoid, asam askorbat, dan polifenol, termasuk kurkumin. Berarti, kunyit dapat membantu mengendalikan peradangan akibat asam urat dengan cara mengurangi stres oksidatif.
Cara menggunakan kunyit untuk mengatasi asam urat
Ada beberapa cara untuk menggunakan kunyit guna menangani asam urat. Banyak orang menggunakan kunyit dengan menambahkannya ke dalam makanan dan minuman.
Sebagai alternatif, Anda juga bisa menambahkan sedikit kunyit ke dalam:
- Sup
- Saus
- Smoothie
Jika memungkinkan, konsumsilah kunyit bersama dengan lada hitam. Kurkumin memiliki bioavailabilitas (tingkat penyerapan) yang rendah, penambahan lada hitam dapat meningkatkan penyerapannya.
Beberapa orang menangani asam urat dengan mengoleskan kunyit pada sendi. Biasanya, metode ini melibatkan penggunaan krim atau salep yang mengandung kunyit.
Pilihan lainnya adalah membuat pasta kunyit. Campurkan 1 hingga 2 sendok makan yogurt, madu murni, atau minyak kelapa dengan 1 sendok teh bubuk kunyit.
Baca Juga: Komplikasi Asam Urat dan Sakit Ginjal Mengintai, Waspadai Pemicunya!
Oleskan pasta tersebut pada sendi yang bermasalah, lalu bilas setelah 10 hingga 15 menit. Anda juga dapat mengonsumsi suplemen kunyit yang juga mengandung bahan antiinflamasi lainnya, seperti jahe. Sekian informasi mengenai manfaat kunyit untuk meredakan nyeri sendi akibat asam urat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News