M O M S M O N E Y I D
Bugar

Kolesterol LDL Meningkat? Serat Mampu Mencegah Penumpukan Plak Arteri Berbahaya

Kolesterol LDL Meningkat? Serat Mampu Mencegah Penumpukan Plak Arteri Berbahaya
Penulis: Pinky Annisa  |  Editor: Pinky Annisa


MOMSMONEY.ID - Plak di arteri terbentuk karena kolesterol tinggi sejak usia muda. Jika memiliki riwayat keluarga yang mengalami serangan jantung atau penyakit jantung, sebaiknya tanyakan kepada dokter tentang risiko penumpukan plak arteri.

James Beckerman, dokter kardiologi dari Webmd.com menyampaikan bahwa plak arteri terjadi ketika kolesterol menumpuk di lapisan dalam arteri. Penumpukan ini dapat terjadi di arteri mana pun, dari kepala hingga kaki dan dapat berkembang menjadi kondisi yang disebut aterosklerosis.

Kondisi tersebut menyebabkan penyakit arteri koroner, angina, serangan jantung, atau berpotensi gagal jantung. Kolesterol masuk ke lapisan arteri dan menyebabkan reaksi peradangan yang merusak lapisan arteri.

Baca Juga: Segelas Teh Herbal dan Jus Delima Efektif Pangkas Kolesterol Jahat

Sehingga, memudahkan lebih banyak kolesterol masuk ke arteri dan menyebabkan plak tumbuh.

Apa saja faktor risiko pembentukan plak arteri?

Tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, obesitas, merokok, stres, gaya hidup kurang aktif, dan riwayat penyakit jantung dalam keluarga merupakan faktor risiko utama penumpukan plak arteri.

Pasien dengan riwayat keluarga yang kuat terkait penyakit jantung atau serangan jantung jauh lebih mungkin mengembangkan faktor risiko ini dan memiliki plak arteri di tubuh. Maka dari itu, penting untuk menilai risiko penyakit jantung dan melakukan tes plak arteri sejak usia 35 tahun. 

Setelah usia 35 tahun, penyakit arteri koroner dan serangan jantung memiliki risiko yang lebih besar terjadi karena plak terus berkembang.

Pemeriksaan plak arteri pada pasien kolesterol tinggi

Terdapat beberapa tes yang membantu mengidentifikasi plak atau penyakit jantung. Skor kalsium jantung adalah tes yang sangat baik untuk setiap pasien dengan risiko jantung, termasuk pasien berisiko rendah dengan riwayat keluarga yang kuat terkait penyakit jantung.

Plak arteri juga dapat ditemukan di dalam tubuh ketika pasien menjalani CT scan untuk masalah kesehatan lain. Untuk mengurangi penumpukan plak dan kolesterol, sebaiknya konsumsi makanan yang menyehatkan jantung, melakukan manajemen stres, berolahraga secara teratur, dan mengonsumsi suplemen yang direkomendasikan dokter. 

Kolesterol tinggi bisa jadi penentu risiko penyakit jantung

Saat kadar kolesterol seseorang diperiksa, rasio kolesterol lipoprotein densitas tinggi (HDL) terhadap kolesterol LDL dapat digunakan untuk menghitung risiko penyakit jantung. Hal ini karena penumpukan lemak atau plak di arteri yang dikenal sebagai aterosklerosis dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung.

Hal tersebut karena kolesterol dapat mempersempit dan menyumbat pembuluh darah. Ketika reseptor sel kolesterol LDL hilang, sel-sel tersebut kurang mampu menyerapnya.

Sehingga, meningkatkan kolesterol LDL dalam aliran darah yang menyebabkan pembentukan plak-plak ini.

Baca Juga: Bahaya Kecemasan Kronis Bikin Kolesterol Jahat Melonjak dan Memicu Stroke

Bagaimana cara mengurangi plak di arteri?

Berikut beberapa perubahan pola makan dan gaya hidup yang dapat dilakukan untuk membantu mencegah penumpukan plak di arteri karena kolesterol:

  • Mengonsumsi makanan tinggi serat karena dapat menurunkan kolesterol LDL
  • makan lebih banyak buah dan sayuran
  • Makan lemak sehat seperti minyak zaitun, alpukat, dan kacang-kacangan
  • Pertimbangkan pola makan nabati
  • Biasakan membaca label makanan sebelum membeli untuk menghindari makanan tinggi natrium, lemak jenuh, atau gula
  • Berolahraga sekitar 30 menit, lima kali seminggu untuk mempertahankan berat badan 
  • Menghindari makanan tinggi lemak jenuh, kolesterol, atau lemak trans
  • Membatasi asupan alkohol 
  • Tidak merokok

Demikian informasi mengenai plak di arteri terbentuk karena kolesterol tinggi sejak usia muda, semoga bermanfaat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Stop Multitasking! Ini 4 Dampak Negatif Multitasking untuk Kesehatan Otak Anda

Multitasking sering kali dianggap sebagai sebuah keahlian hebat. Perlu Anda waspadai, ini 4 dampak negatif multitasking ya.

7 Rekomendasi Serial Horor Singkat Netflix, Bisa Ditonton Saat Waktu Luang

Jika cuma punya sedikit waktu luang, yuk, tonton beberapa rekomendasi serial horor singkat ini di Netflix.

Mau Makan Siang Hemat? Cek Menu Promo HokBen Oktober Mulai Rp 17 Ribuan

Nikmati berbagai menu lewat promo HokBen edisi Oktober. Mulai dari Hoka Murmer hingga Super Bowl dengan harga super terjangkau.

Pro Max Gantikan Varian Xiaomi 18 Ultra dengan Chipset 2nm, Bawa Sensor 200 MP

Xiaomi resmi membatalkan perilisan 18 Ultra dan menggantinya dengan 18 Pro Max. Simak perubahan spesifikasi dan perkiraan harganya.

Malas Minum Obat? Tanaman Herbal Ini Jadi Alternatif Terbaik untuk Hipertensi!

Kandungan alami dalam tanaman herbal bumbu dapur mampu melebarkan pembuluh darah. Simak deretan rempah pelindung jantung yang wajib Anda ketahui!  

Kolesterol LDL Meningkat? Serat Mampu Mencegah Penumpukan Plak Arteri Berbahaya

Plak arteri mulai terbentuk sejak usia muda akibat kolesterol. Simak cara mencegah risiko serangan jantung sebelum terlambat.  

Sering Tunda Buang Air Kecil? Menahan Pipis Bisa Menyebabkan 6 Penyakit Ini, lo

Kenali beragam masalah kesehatan serius yang mengintai saat menahan pipis bisa menyebabkan nyeri, infeksi ginjal, hingga pembengkakan organ dalam.

Apakah Minum Jus Buah Setiap Hari Menyehatkan? Ternyata Ini Jawabannya

Apakah sehat jika terus-terusan minum jus buah setiap hari? Yuk, cari tahu jawabannya di artikel ini.

Sebelum Daftar Kuliah S2, Cek 5 Hal Ini agar Kuliah Tak Jadi Beban Finansial

Kuliah S2 membutuhkan biaya, waktu, dan tenaga sehingga calon mahasiswa perlu menghitung potensi manfaatnya terhadap karier, pendapatan, jaringan.

Sering Kedinginan? Ini 4 Tanda Tubuh Kekurangan Kalori yang Wajib Anda Tahu

Kekurangan kalori dapat memicu serangkaian gejala fisik dan psikologis. Wajib tahu, inilah 4 tanda tubuh kekurangan kalori ya.