M O M S M O N E Y I D
BisnisYuk

Kinerja Keberlanjutan Perusahaan Yang Baik Perlu Diukur dengan Teknologi Digital

Reporter: Danielisa Putriadita  |  Editor: Danielisa Putriadita


MOMSMONEY.ID - Alibaba Cloud mengeluarkan survei terkait usaha perusahaan di berbagai negara dalam mencapai target keberlanjutan. Hasilnya, lebih dari setengah responden masih bergantung pada metode manual untuk mengukur kinerjanya. 

Dalam laporan survei Tech-Driven Sustainability Trends and Index 2024 yang diinisiasi Alibaba Cloud, sebanyak 80% perusahaan yang disurvei di Asia, Eropa, dan Timur Tengah telah menetapkan target keberlanjutan mereka. Namun, lebih dari setengahnya (53%) masih bergantung pada metode manual untuk mengukur progres mereka. 

Laporan tersebut menunjukkan bahwa di antara perusahaan yang memiliki target keberlanjutan, 92% telah menetapkan target pengurangan emisi. Meski begitu, hanya sepertiga dari perusahaan tersebut yang berkomitmen pada pencapaian net-zero dengan target berbasis sains/science-based targets (SBTs). 

Adopsi SBTs tertinggi berada di pasar Asia yang sedang berkembang (39%), diikuti oleh Eropa (35%), pasar Asia yang maju (30%), dan Timur Tengah (22%).

Sekitar setengah dari perusahaan yang memiliki target keberlanjutan menyebutkan pendorong pertumbuhan (56%), kepatuhan terhadap peraturan (54%), dan tujuan perusahaan yang kuat (49%) sebagai motivasi utama mereka dalam menetapkan target perusahaan mereka.

Khususnya, di antara semua pasar, Indonesia menempati posisi tertinggi dengan 70% perusahaan yang memprioritaskan pertumbuhan, diikuti oleh Arab Saudi yang menekankan kepatuhan (73%), dan Uni Emirat Arab (UAE) yang menempatkan prioritas pada nilai perusahaan yang kuat (61%).

Sebanyak 78% perusahaan setuju bahwa teknologi sangat penting untuk mencapai tujuan-tujuan keberlanjutan global di pasar-pasar utama termasuk Malaysia (89%), Arab Saudi (87%), Singapura (86%), dan Prancis (86%). 

Secara regional, keyakinan ini paling dominan di Timur Tengah (86%), diikuti oleh pasar Asia yang sedang berkembang (83%). Demikian pula, 78% percaya bahwa adopsi teknologi digital seperti cloud computing dan AI akan mempercepat kemajuan menuju target keberlanjutan, dengan Arab Saudi memimpin di angka 90%, diikuti oleh UAE (84%) dan Singapura (81%).

Tingkat Komitmen Pasar dan Tantangannya

Ketika menilai tingkat komitmen pasar, Singapura menempati peringkat tertinggi dengan indeks keberlanjutan 91%, diikuti oleh Jerman di 89% dan Indonesia di 86%. Indeks keberlanjutan mengacu pada persentase perusahaan yang telah menetapkan target keberlanjutan di 13 pasar tersebut.

Perusahaan-perusahaan menghadapi berbagai hambatan dalam mencapai target keberlanjutan mereka. Seperti, keterbatasan anggaran menjadi hambatan paling signifikan yang mempengaruhi 29% organisasi, terutama di Timur Tengah (41%) dan Eropa (31%). 

Rantai pasokan yang kompleks juga mempersulit upaya yang ada terhadap 28% perusahaan, terutama di Timur Tengah (35%) dan Eropa (29%). 

Selain itu, keterbatasan teknologi menghambat 23% perusahaan, dengan Timur Tengah menghadapi tingkat yang sedikit lebih tinggi sebesar 26%. Keterbatasan waktu juga menjadi tantangan signifikan di semua wilayah dan mempengaruhi 23% organisasi. 

Bagi perusahaan yang belum menetapkan target keberlanjutannya, keterbatasan anggaran (32%) dan keterbatasan teknologi (29%) tetap menjadi hambatan utama.

Baca Juga: Investasi Alibaba dan Tencent Jadi Katalis Positif, Cek Rekomendasi Saham GOTO

Ketergantungan pada Pengukuran Manual

Seiring dengan upaya perusahaan untuk meningkatkan upaya keberlanjutannya, kebutuhan akan alat digital yang efektif menjadi semakin krusial. Hasil survei menekankan pentingnya meningkatkan pemahaman perusahaan-perusahaan tentang alat digital karena 59% responden mengakui adanya kesenjangan pengetahuan mengenai bagaimana teknologi dapat membantu mencapai tujuan keberlanjutan. Hal ini paling terlihat di Singapura (83%), Hong Kong (75%), dan Thailand (70%).

Laporan ini juga mengungkapkan ketergantungan yang masih tinggi pada praktik tradisional di kalangan bisnis, yang dapat menimbulkan tantangan dalam mencapai tujuan keberlanjutan secara efektif. 

Studi ini menemukan lebih dari 50% perusahaan yang masih bergantung pada proses manual seperti spreadsheet, email, dan metode serupa untuk mengukur kinerja keberlanjutan. Semua pasar, kecuali Hong Kong (29%), Korea Selatan (43%), dan Prancis (49%), melampaui ambang batas 50%, dengan persentase tertinggi di UAE (68%), Arab Saudi (61%), dan Inggris (60%). 

Sementara itu, hanya sekitar sepertiga perusahaan yang menggunakan alat perangkat lunak digital, termasuk platform cloud, untuk pengukuran dan pemantauan keberlanjutan. Indonesia (59%), Singapura (48%), dan Jepang (43%) menunjukkan adopsi solusi berbasis cloud yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata penggunaan di angka 38%.

“Hasil yang diperoleh dari survei ini menggarisbawahi kebutuhan mendesak bagi organisasi-organisasi untuk mengevaluasi kembali metodologi pengukuran keberlanjutan mereka dan mulai menggunakan solusi teknologi canggih seperti platform berbasis cloud dan layanan AI," kata Selina Yuan, Presiden Bisnis Internasional, Alibaba Cloud Intelligence dalam keterangan tertulis. 

Alat-alat digital ini tidak hanya  akan menyederhanakan proses pengukuran, tetapi juga bisa memberikan pemahaman yang dapat ditindaklanjuti sehingga bisa mendorong kemajuan yang berarti untuk keberlanjutan.

“Sebagai penyedia layanan cloud yang berdedikasi, kami berkomitmen untuk memberikan solusi inovatif dan berbasis AI seperti Energy Expert guna membantu perusahaan mengukur dan menganalisis emisi karbon serta konsumsi energi secara efektif untuk memajukan tujuan keberlanjutan mereka," kata Yuan. 

Dengan mengatasi hambatan yang ada dan berinvestasi dalam kemajuan semacam ini, organisasi-organisasi dapat lebih baik menyelaraskan inisiatif keberlanjutan mereka dengan target yang ditetapkan.

"Tech-Driven Sustainability Trends and Index 2024” bertujuan untuk memberikan wawasan berharga tentang perkembangan lanskap keberlanjutan perusahaan, serta mendalami bagaimana teknologi dapat diterapkan untuk mendorong perubahan yang berdampak.

“Tech-Driven Sustainability Trends and Index 2024” dari Alibaba Cloud dilakukan secara independen oleh Yonder Consulting, sebuah firma konsultan yang berbasis di Inggris, dengan dukungan konsultasi, desain, dan analisis dari The Purpose Business, sebuah konsultan keberlanjutan yang berbasis di Asia dengan kantor di Hong Kong dan Singapura. 

Survei ini mengumpulkan tanggapan responden dari 10 Mei hingga 19 Juni 2024, yang melibatkan 1.300 pemimpin bisnis dan manajemen senior dari berbagai industri, termasuk teknologi dan komunikasi, keuangan, infrastruktur, sumber daya terbarukan, kesehatan, transportasi, ritel, dan manufaktur.

Responden berasal dari 13 pasar di Asia (Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, Hong Kong SAR, Jepang, Singapura, dan Korea Selatan), Eropa (Prancis, Jerman, dan Inggris), serta Timur Tengah (Arab Saudi dan UEA). Dalam survei ini, negara-negara Asia Timur seperti Hong Kong SAR, Jepang, Singapura, dan Korea Selatan dikategorikan sebagai pasar maju, sementara Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Thailand termasuk dalam kategori pasar berkembang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Promo JSM Hypermart Periode 11-14 September 2026, Aneka Beef Slice Diskon 50%

Cek dan manfaatkan katalog promo JSM Hypermart Hyper Diskon Weekend periode 11-14 September 2026 untuk belanja di akhir pekan.

Cuaca Jawa Tengah Akhir Pekan Didominasi Berawan, Suhu Capai 36°C

Prakiraan BMKG Jawa Tengah Sabtu (12/9) dan lusa didominasi berawan, suhu tertinggi mencapai 36 derajat Celsius.

Waspada Udara Kabur di 7 Wilayah Jawa Timur, Cek Prakiraan Cuaca Besok (12/9)

Prakiraan BMKG Jawa Timur Sabtu (12/9) didominasi berawan, dengan suhu udara mencapai 35 derajat Celsius.

Cek Sebelum Bepergian, Ini Prakiraan Cuaca 27 Kabupaten/Kota Jawa Barat Besok (12/9)

Prakiraan BMKG menunjukkan cuaca Jawa Barat Sabtu (12/9) dan lusa didominasi berawan, dengan hujan di sejumlah wilayah.

Jualan Online Makin Ramai, Ini Tantangan UMKM di Era Digital

Tantangan UMKM di era digital juga bagaimana produk tersebut dapat bersaing dan bisnisnya tetap sehat setelah transaksi terjadi.

Promo Subway & Mister Donut Spesial Weekend, Cek Diskon Paket Hematnya di Sini

Bikin akhir pekan makin seru dengan promo Subway dan Mister Donut untuk bundling sandwich hemat serta paket donat mulai Rp 50.000 saja.

Lompatan Baterai 5.088 mAh iPhone 17 Pro Max, Tahan 7 Jam Lebih Lama

Kapasitas baterai iPhone 17 Pro Max tembus 5.088 mAh dan sanggup bertahan 26 jam. Pelajari hasil uji daya terbarunya di sini.

Katalog Promo JSM Alfamart Periode 11-13 September 2026, Cat Food Beli 2 Gratis 1

Berikut katalog promo JSM Alfamart periode 11-13 September 2026 yang dilansir dari Instagram Alfamart.

Wisatawan Makin Cermat Atur Budget Liburan, Ini 5 Tren Perjalanannya

​Data AirAsia Move menunjukkan, wisatawan semakin selektif menentukan waktu, destinasi, dan anggaran liburan.

Temuan Baru soal Bipolar, Risiko Rawat Inap Bisa Lebih Rendah Lewat Obat Ini

​Studi Griffith University melihat data 15.000 orang selama 15 tahun dan menemukan kaitan semaglutide dengan risiko rawat inap yang lebih rendah.