M O M S M O N E Y I D
Bugar

Kiat-Kiat Berkomunikasi dengan Anak Remaja yang Efektif Menurut Unicef

Penulis: Ana Risma  |  Editor: Ana Risma


MOMSMONEY.ID - Sudah tahu belum? Ini kiat-kiat berkomunikasi dengan anak remaja menurut Unicef.

Membangun hubungan dengan anak remaja adalah modal penting bagi kesejahteraan mental serta pembelajaran sosial dan emosional mereka.

Adapun salah satu kunci untuk membangun hubungan dengan anak remaja yaitu komunikasi.

Menurut Unicef, ada 11 kiat-kiat berkomunikasi dengan anak remaja yang harus orang tua tahu dan terapkan. Simak sampai akhir, berikut kiat-kiat tersebut:

Baca Juga: 5 Manfaat Puasa untuk Anak, Salah Satunya Menurunkan Risiko Diabetes

1. Tunjukkan perhatian

Tunjukkan perhatian pada hal-hal yang dianggap penting oleh anak untuk memperlihatkan kepedulian orang tua.

2. Ceritakan tentang diri Anda

Ceritakan tentang diri sendiri sebagai orang tua. Carilah cara untuk membuat koneksi dan menemukan kesamaan minat.

3. Libatkan anak

Minta pendapat, pandangan, dan pemikiran anak agar orang tua dapat memahami perasaan mereka.

4. Pertahankan komunikasi

Lanjutkan komunikasi yang telah terjalin ketika usia anak lebih muda. Ingat, komunikasi adalah elemen penting bagi anak berusia bayi hingga dewasa kelak.

Jika orang tua memiliki komunikasi yang baik dengan anak sejak awal dan sering bertukar cerita tentang perasaan dan pemikiran, maka sangat mungkin hal ini bertahan saat anak memasuki masa remaja.  

5. Tunjukkan bahasa tubuh

Tunjukkan perhatian dengan bahasa tubuh saat anak berbicara. Melakukan kontak mata, mengangguk, dan memperlihatkan raut serius atau senyum ramah adalah tanda-tanda sederhana yang menunjukkan bahwa orang tua memberikan perhatian kepada anak.

Gunakan bahasa tubuh yang alamiah sehingga anak tahu orang tuanya memberikan perhatian penuh, tertarik menyimak, dan peduli.

Tanpa kata-kata, orang tua tetap dapat menyampaikan bahwa dirinya mendengarkan dan menganggap informasi dari anak remajanya bernilai.

6. Ajukan pertanyaan

Ajukan pertanyaan terbuka atau pertanyaan klarifikasi untuk lebih memahami perasaan anak. Tidak ada jawaban yang benar atau salah, pertanyaan semacam ini bertujuan untuk membantu orang tua memahami isi pikiran anak.

Anda bisa mencoba pertanyaan seperti: “Apa yang kamu maksud dengan…?”, “Kenapa kamu kesal ketika…?”, atau “Kira-kira, bagaimana perasaan kamu kalau…?”.

Intinya, pakailah kata-kata yang terasa wajar untuk orang tua dan anak guna menunjukkan empati.

Baca Juga: 4 Cara Membantu Anak Belajar Puasa di Bulan Ramadan, Gunakan Penguatan Positif

7. Ulangi perkataan anak

Ulangi perkataan anak dengan menggunakan teknik parafrasa. Misalnya, “Jadi, maksudmu adalah...?” atau “Benar atau tidak, kamu merasa…?”.

8. Ungkapkan apresiasi dan afirmasi

Ungkapkan apresiasi dan afirmasi. Pujian yang spesifik dapat membangun kepercayaan dan keyakinan diri anak serta mendorong mereka untuk mempertahankan perilaku baiknya.

Sebagai contoh, jika anak mengatakan bahwa mereka sedang merasa stres, orang tua dapat menjawab “Terima kasih, ya, sudah berani bercerita tentang perasaanmu” atau “Mengakui kalau kita sedang stres itu tidak mudah. Terima kasih sudah bercerita”.

9. Berikan validasi

Berikan validasi terhadap ungkapan perasaan anak. Dengan demikian, anak akan menerima bentuk emosinya dan merasa aman untuk mengungkapkannya.

Ucapkan kata-kata seperti: “Ayah dan ibu paham kamu marah. Kami pasti merasa begitu juga kalau berada di posisimu”, “Terima kasih sudah bercerita. Bercerita kalau kita sedang sedih itu tidak mudah”, atau “Ayah dan ibu ikut merasakan stresmu. Kami pasti stres juga kalau berada di posisimu. Kita lihat, yuk, apa yang bisa dibantu”.

10. Pastikan Anda selalu hadir untuk anak

Terkadang, tidak mudah bagi anak remaja untuk bercerita mengenai hal-hal yang membuatnya cemas. Dan, orang tua tidak selalu tahu cara menanggapi cerita anaknya.

Dalam hal ini, orang tua cukup menjelaskan bahwa mereka akan selalu hadir untuk sang anak serta siap diajak bicara dan mendengarkan kapan saja.

Namun, tidak perlu memaksakan percakapan jika anak tidak mau menceritakan apa yang mereka alami.

11. Bagikan hal-hal yang menyenangkan

Berkomunikasi tidak selalu tentang hal-hal yang sulit atau perasaan yang tidak enak. Berbagi hal-hal yang menyenangkan pun penting, seperti peristiwa positif, cerita lucu agar keluarga dapat tertawa bersama, dan menunjukkan kasih sayang dengan cara yang nyaman bagi anak remaja.

Bersenang-senang dan tertawa bersama adalah cara yang indah untuk menciptakan hati yang bahagia dan ikatan keluarga yang kuat.

Demikian kiat-kiat berkomunikasi dengan anak remaja menurut Unicef. Semoga bermanfaat!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Karya Raya 2026 di Perpustakaan Jakarta, Pamerkan Ribuan Karya Anak

​Beragam karya anak mulai dari buku cerita, ilustrasi, hingga karya kreatif lainnya bisa ditemukan dalam Pameran Karya Raya 2026​.

Ini Cara Mudah Reach Out Teman Lama untuk Jalin Komunikasi Lagi

Rindu teman lama dan berniat menjalin komunikasi lagi? Tenang, gunakan tips dan cara mudah reach out teman lama ini.​

Multitasking Jadi Perilaku Toxic yang Jarang Disadari, Cek 6 Kebiasaan Lain di Sini

Yuk, ketahui beberapa perilaku kebiasaan toxic yang sebaiknya mulai dihilangkan agar tidak menjadi kebiasaan buruk.​

Daftar Rekomendasi Drakor Tentang Persahabatan Wanita Penuh Cerita Hangat dan Manis

Punya cerita persahabatan hangat, simak rekomendasi drama Korea atau drakor bertema persahabatan wanita ini.​    

Ingin Coba Terapkan Slow Living yang Lagi Tren? Kenali Dulu Cara dan Manfaatnya Ini

Apakah Anda penasaran dengan gaya hidup slow living yang lagi tren? Jika iya, simak penjelasannya berikut ini.​

Ramalan Shio Hari Ini Senin 14 September 2026, Ada Energi yang Berbeda

Cek ramalan shio hari ini Senin 14 September 2026, mulai karier, keuangan, asmara hingga kesehatan 12 shio terbaru.

Ramalan Zodiak Hari Ini Senin 14 September 2026, Cinta, Karier dan Keuangan

Cek ramalan zodiak hari ini Senin 14 September 2026 untuk melihat cinta, karier, keuangan, dan kesehatan 12 zodiak terbaru.

BNI Sekuritas Bagikan 6 Rekomendasi Saham untuk Perdagangan Senin (14/9)

IHSG berpotensi rebound pada perragangan Senin (14/9/2026). Simak rekomendasi saham dari BNI Sekuritas untuk hari ini.

Jadwal KRL Jogja-Solo Hari Ini 14-18 September 2026, Cek Jam Berangkatnya

Yuk, cek jadwal KRL Jogja-Solo untuk hari ini 14-18 September 2026, menuju stasiun Palur. Jangan lupa catat jam pentingnya, ya.

Cek di Sini! Jadwal KRL Solo-Jogja Hari Ini 14-18 September 2026

Ini dia jadwal KRL Solo-Jogja untuk hari ini 14-18 September 2026. Catat jam malamnya dengan baik ya. Jangan lupa selalu disimpan.