M O M S M O N E Y I D
Bugar

Kenapa Bayi Sering Muntah? Ini Penyebabnya

Kenapa Bayi Sering Muntah? Ini Penyebabnya
Reporter: Helvana Yulian  |  Editor: Helvana Yulian


MOMSMONEY.ID - Bayi sering muntah sebenarnya tergolong wajar, apalagi jika usia bayi baru beberapa minggu.

Hal ini karena perut bayi masih menyesuaikan diri dengan porsi ASI atau susu formula yang diminum.

Namun ternyata, masalah pencernaan bukan satu-satunya penyebab bayi sering muntah, namun ada beberapa penyebab lainnya. 

Dilansir dari Baby Centre, berikut ini adalah penyebab bayi sering muntah yang perlu Anda ketahui, antara lain:  

Baca Juga: Terapkan 5 Cara untuk Menjaga Kesehatan Bayi Pada Musim Hujan

1. Alergi makanan

Penyebab bayi sering muntah yang pertama adalah alergi makanan. Segera temui dokter umum untuk diagnosis jika bayi mungkin memiliki alergi makanan.

Alergi makanan menyebabkan muntah pada bayi, serta gejala lain seperti ruam kulit, gatal, dan pembengkakan pada wajah, sekitar mata, bibir, lidah atau langit-langit mulut.

2. Radang usus buntu

Penyebab bayi sering muntah yang kedua adalah radang usus buntu. Apendisitis adalah pembengkakan pada usus buntu.

Ini menyebabkan sakit perut parah. Dalam kebanyakan kasus radang usus buntu, dokter akan menyarankan pembedahan untuk mengangkat usus buntu. 

3. Makan dan minum terlalu banyak dan cepat

Penyebab bayi sering muntah yang ketiga adalah bayi makan dan minum terlalu banyak dan cepat. Bayi perlu disendawakan agar makanan bisa muat di perutnya. 

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, ukuran lambung bayi yang masih kecil butuh penyesuaian dengan porsi susu atau makanan.

Baca Juga: Tidak Hanya Kesehatan, Ini 5 Manfaat Pare untuk Ibu Hamil

Cara mengatasi bayi sering muntah, terutama muntah setelah makan atau menyusui, adalah cukup dengan membantunya bersendawa seperti berikut ini:

  - Untuk melakukannya, gendong bayi dalam posisi tegak 30 menit setelah makan.

  - Untuk menyendawakan bayi, posisikan bayi di dada Anda, sehingga dagunya bersandar pada bahu Anda.

  - Topang kepalanya dengan tangan Anda yang lain menepuk-nepuk punggung Si Kecil dengan lembut.

Anda juga sebaiknya segera memeriksakan Si Kecil ke dokter anak, jika berat badannya tidak naik atau justru turun akibat bayi sering muntah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Rahasia Nabung Konsisten ala Jepang yang Simpel dengan Metode Kakeibo

Tips nabung ala Jepang dengan metode Kakeibo, bantu atur keuangan lebih rapi, hemat, dan terkontrol setiap bulan.​  

9 Manfaat Kesehatan Konsumsi Buah Ceri bagi Tubuh, Cek di Sini

Ternyata ini, lho, beberapa manfaat kesehatan konsumsi buah ceri bagi tubuh. Cek selengkapnya di sini, yuk!  

Rahasia Upgrade Ruang Cuci biar Rumah Terlihat Lebih Modern dan Bernilai Tinggi

Ide upgrade ruang cuci simpel ini bikin rumah makin rapi, modern, dan punya nilai jual lebih tinggi di mata pembeli.​  

6 Tips Menurunkan Tekanan Darah Tinggi yang Penting Diketahui

Intip beberapa tips menurunkan tekanan darah tinggi yang penting diketahui berikut ini. Apa saja, ya?  

5 Pilihan Roti yang Aman untuk Kadar Gula Darah Anda

 Yuk, intip beberapa pilihan roti yang aman untuk kadar gula darah Anda berikut ini. Cek ada apa saja!  

Rahasia Upgrade Meja Dapur Lama biar Terlihat Baru Tanpa Renovasi Besar

Tips simpel upgrade meja dapur lama agar tampak baru, estetik, hemat biaya, dan cocok untuk tren rumah zaman sekarang di Indonesia.​  

Tips Mengajarkan Anak Tentang Uang dari Kecil sampai Dewasa

Panduan santai ajarkan anak kelola uang sejak kecil agar mandiri finansial dan siap hadapi tantangan masa depan.​  

6 Tips Meningkatkan Nilai Rumah dari Tampilan Luar Tanpa Renovasi Besar

Upgrade eksterior rumah ini bikin nilai properti naik cepat dan menarik pembeli tanpa renovasi besar di 2026.  

Stop Insecure! Ini 4 Cara Menghilangkan Insecure yang Sering Muncul

Bagi Anda yang sedang merasa insecure, berikut MomsMoney bagikan 4 cara menghilangkan insecure yang sering muncul   

Cara Siapkan Dana Pensiun Rp2,8 Miliar di Usia 40 Tahun biar Hidup Tenang di Hari Tua

Panduan bijak menyiapkan dana pensiun miliaran dari usia 40 tahun dengan strategi keuangan sederhana dan terukur.​