M O M S M O N E Y I D
HOME, Bugar

Kenali Jenis-Jenis Anemia yang Perlu Anda ketahui

Reporter: Helvana Yulian  |  Editor: Helvana Yulian


MOMSMONEY.ID - Anemia adalah kondisi di mana tubuh kekurangan sel darah merah, yaitu sel darah yang berfungsi mengantarkan oksigen ke seluruh organ tubuh. Kekurangan suplai oksigen dapat mengganggu fungsi organ tubuh.

Itu sebabnya, kondisi ini disebut juga penyakit kurang darah. Ada macam-macam anemia yang telah teridentifikasi. Jenis-jenis ini masuk ke dalam klasifikasi yang dibedakan berdasarkan penyebab anemia dan gejalanya masing-masing.

Mengetahui jenis anemia dapat memudahkan Anda dalam menentukan pengobatan atau langkah pencegahan anemia yang tepat.

Terlepas dari pembagian klasifikasi di atas, saat ini ada lebih dari 400 jenis anemia yang telah teridentifikasi di dunia. Dikutip dari Healthline dan Mayo Clinic, Namun, ada 5 macam anemia yang paling umum terjadi, di antaranya sebagai berikut. 

Baca Juga: Manfaat Kangkung, Mulai Mengobati Anemia Sampai Menjaga Kesehatan Mata

1. Anemia defisiensi zat besi

Anemia defisiensi besi adalah jenis anemia akibat kurangnya kadar zat besi dalam darah. Tanpa zat besi yang cukup, tubuh tidak dapat memproduksi cukup hemoglobin untuk mengalirkan oksigen ke seluruh jaringan tubuh.

Defisiensi zat besi pada umumnya disebabkan oleh kekurangan asupan gizi dari makanan sehat, atau akibat trauma kecelakaan yang menyebabkan banyak perdarahan sehingga persediaan zat besi ikut hilang.

2. Anemia defisiensi vitamin

Seperti namanya, anemia jenis ini terjadi ketika tubuh kekurangan asupan vitamin yang berperan penting dalam pembentukan sel darah merah sehat. Beberapa vitamin tersebut adalah vitamin B12, B9 atau folat (juga dikenal sebagai asam folat), dan vitamin C. 

Selain karena kurang asupan makanan bergizi, anemia defisiensi vitamin juga dapat disebabkan oleh adanya masalah pada sistem pencernaan atau penyerapan makanan. Ini dapat terjadi pada beberapa orang dengan masalah luka atau gangguan usus, seperti penyakit Celiac, sehingga sulit memproses atau menyerap vitamin B12, vitamin C, atau asam folat dengan baik.

3. Anemia aplastik

Anemia aplastik adalah kondisi saat tubuh Anda berhenti memproduksi cukup sel darah merah sehat yang baru. Ini adalah kondisi yang cukup serius, tapi jarang terjadi. Kondisi ini terjadi akibat adanya kerusakan atau kelainan pada sumsum tulang Anda. Sumsum tulang itu sendiri adalah sel induk yang menghasilkan komponen darah, mulai dari sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit.

Kerusakan pada sumsum tulang dapat memperlambat atau mematikan produksi sel darah baru. Maka pada orang dengan anemia aplastik, sumsum tulang mereka bisa saja kosong (aplastik) atau mengandung sangat sedikit sel darah (hipoplastik).

4. Anemia sel sabit​

Anemia sel sabit termasuk dalam klasifikasi anemia karena keturunan. Jenis anemia ini disebabkan oleh kerusakan genetik pada gen pembentuk hemoglobin dalam darah Anda. Anda bisa berisiko terkena anemia sel sabit apabila ada salah satu dari orangtua Anda memiliki gen mutasi pemicu anemia sel sabit.

Mutasi genetik ini kemudian mengakibatkan keping sel darah merah yang diproduksi jadi berbentuk seperti bulan sabit, dengan tekstur kaku dan lengket. Seharusnya, sel darah merah yang sehat berbentuk bulat pipih yang mudah mengalir di dalam pembuluh.

5. Anemia thalasemia 

Thalasemia juga termasuk salah satu jenis anemia yang diturunkan dalam keluarga. Thalasemia terjadi saat tubuh membuat bentuk hemoglobin yang tidak normal. Akibatnya, sel-sel darah merah tidak dapat berfungsi dengan benar dan tidak membawa cukup oksigen.

Gejala thalasemia tergantung pada tingkat keparahan kondisi dan jenis yang Anda miliki. Penderita thalasemia sedang atau berat mengalami berisiko masalah pertumbuhan, pembesaran limpa, masalah tulang, dan penyakit kuning.

Baca Juga: Segudang Manfaat Pisang Ini Tidak Perlu Diragukan untuk Kesehatan

Pencegahan anemia yang paling utama dapat dilakukan dengan cara mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi, vitamin B12, dan asam folat. Beberapa cara pencegahan lainnya adalah sebagai berikut.

  • Memastikan vitamin C yang cukup di dalam tubuh melalui makanan, minuman, atau suplemen. Hal ini agar tubuh dapat menyerap zat besi.
  • Melakukan diet seimbang.
  • Konsumsi suplemen kalsium karena dapat memengaruhi cara tubuh menyerap zat besi.
  • Hindari mengonsumsi minuman berkafein dan minum vitamin C agar tubuh dapat menyerap lebih banyak zat besi dari makanan.

Selanjutnya: Kenali 5 Manfaat Zat Besi untuk Tubuh

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Harga Emas Kembali Dekati US$ 4.000 Usai The Fed Tahan Bunga

Harga emas di pasar global masih rentan terkoreksi di tengah likuiditas yang menipis dan ekspektasi kenaikan suku bunga pada Desember.

Siapkan Keuangan Masa Depan, ​​BSI & Prudential Syariah Tawarkan Produk Asuransi Ini

​​BSI dan Prudential Syariah memperkenalkan produk asuransi jiwa berbasis syariah untuk mendukung perencanaan keuangan jangka menengah.

Ke Uzbekistan, Wisatawan Bisa Mengenal Sejarah Islam dan Jejak Soekarno lo

​Selain menjadi tujuan ziarah umat Islam, kompleks makam ini menyimpan kisah sejarah hubungan Indonesia dan Uzbekistan.

Ingin Karier Makin Berkembang? Ikuti 5 Langkah Ini

Ingin karier berkembang? Ini pentingnya upskilling, reskilling, dan memperluas relasi profesional Anda Moms.

Siap-Siap War! Diskon Tiket Kereta 30% Libur Nataru Bakal Diserbu 1 Juta Penumpang

Jangan sampai kehabisan! Pemerintah resmi menebar diskon tiket kereta 30% kelas ekonomi untuk liburan Nataru 22 Desember–4 Januari.

Ada Promo J.CO Your Favorite Picks Lagi! Cek Paket Bundling Minuman Hemat di Sini

Dapatkan paket minuman hemat berdua hingga berlima lewat promo J.CO terbaru minggu ini. Cukup pesan delivery untuk menemani momen seru Anda.

Moms Perlu Tahu, Ini Manfaat Pijat Bayi dan Cara Melakukannya dengan Nyaman

Pijat bayi tak hanya membantu si kecil merasa nyaman, tetapi juga mendukung tumbuh kembangnya. Simak manfaat dan hal yang perlu Moms perhatikan.

Tak Harus Liburan, Ini Cara Sederhana Membangun Kedekatan dengan Anak

Kesibukan orang tua dan padatnya aktivitas sekolah bukan halangan untuk membangun kedekatan dengan anak, lo. Ini dia tipsnya.

Kisah Penyintas Kanker Payudara, Pentingnya Deteksi Dini

Jangan abaikan benjolan, deteksi dini kanker payudara bisa meningkatkan peluang kesembuhan.            

Kanker Payudara: Kenali Gejala, Pilihan Pengobatan, dan Pentingnya Pemulihan

Salah satu langkah awal yang dapat dilakukan perempuan adalah mengenali kondisi payudara melalui pemeriksaan payudara sendiri.