M O M S M O N E Y I D
Santai

Kenali Ciri Ikan Cupang yang Bagus, Jangan Asal Pilih!

Kenali Ciri Ikan Cupang yang Bagus, Jangan Asal Pilih!
Reporter: Nur Afitria Cika  |  Editor: Nur Afitria


MOMSMONEY.ID - Ada banyak pertimbangan saat ingin membeli ikan cupang hias. Kualitas ikan cupang salah satu yang perlu diperhatikan. 

Banyak pemula yang tidak mengetahui ciri-ciri ikan cupang hias yang bagus. Terkadang mereka asal membeli ikan cupang untuk dirawat di rumah.

Ada beberapa kriteria ikan cupang hias yang perlu diketahui pemula. Berikut ini, Momsmoney membagikan tips mengenali ikan cupang yang bagus! 

Mental

Sebelum membeli ikan cupang, sebaiknya lihatlah mentalnya. Cupang merupakan ikan hias yang berbeda dari lainnya. Ikan cupang yang memiliki mental sehat, ia akan aktif saat diajak bermain oleh pemiliknya. 

Baca Juga: Dibanding Air Keran, Ini Jenis Air Minum Kemasan yang Baik untuk Tanaman

Jika ikan cupang tidak memiliki mental, ikan tersebut tidak mau untuk bermain. Selain itu, ikan cupang yang tidak memiliki mental biasanya kurang sehat.

Warna

Ikan Cupang
Ikan Cupang

Selain mental, karena kita ingin memelihara ikan cupang hias tentunya kita juga ingin menikmati keindahan warna. Tentukan terlebih dahulu warna yang ingin dipilih. 

Jika melihat ikan cupang yang warnanya pucat, meskipun itu harganya murah sebaiknya jangan dibeli, karena salah satu ciri-ciri ikan cupang sakit adalah pucatnya warna.

Baca Juga: 5 Tempat Menyimpan Tanaman Hias di Rumah, Lebih Aman dan Strategis

Sirip

Perhatikan sirip ikan cupang. Ciri-ciri ikan cupang yang bagus adalah siripnya tidak rusak atau sobek. Pastikan sebelum membeli ikan cupang, sirip atasnya tidak menggulung, ekornya tidak rusak dan sirip bagian bawah tidak sobek. 

Penutup Insang

Perhatikan penutup insang ikan cupang. Jika ada ikan yang tidak diam salah satu penutup insangnya tidak menutup rapat, jangan dibeli. Biasanya, ikan cupang yang memiliki ciri-ciri tersebut termasuk ikan yang tidak sehat. 

Nah, itu tadi ciri-ciri ikan cupang yang bagus untuk dibeli dan dirawat di rumah. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Tren Teras 2026 yang Nggak Cuma Estetik, Tapi Bikin Rumah Lebih Berkesan

Tren teras 2026 fokus pada kenyamanan, fungsi, dan nilai rumah agar tetap relevan dan menarik dalam jangka panjang. Berikut ini bisa kamu coba.​

Tren Warna Cat Rumah 2026, Ini 5 Aturan Lama yang Sudah Tidak Cocok Lagi

Aturan warna cat lama mulai ditinggalkan, ini cara baru bikin rumah tampil estetik, modern, dan lebih hidup tanpa ribet.​

Dapur Kecil Terasa Luas Tanpa Renovasi Mahal? Ini 6 Trik Simpel yang Bisa Dicoba

Membongkar kesalahan umum desain dapur kecil yang bikin sempit. Ini cara mengubahnya dengan trik sederhana tanpa renovasi mahal.

Harga Gadget Naik di Era AI, Ini Penyebab dan Cara Mudah Menyiasatinya

Harga gadget makin mahal di era AI, pahami penyebabnya dan temukan cara hemat agar tetap bisa upgrade tanpa boros.​  

Gaji Naik Belum Tentu Aman, Ini Tips Atasi Stres Keuangan yang Bisa Dicoba

Stres keuangan tak selalu karena gaji kecil, pahami kebiasaan finansial yang sering jadi penyebab dan cara mudah mengatasinya.​

Reksa Dana atau Emas Digital? Ini Tips untuk Cuan dan Jaga Stabilitas Keuangan

Pilih reksa dana atau emas digital di tahun 2026? Pahami dahulu perbedaan, risiko, dan simulasi keuntungan agar investasi lebih tepat.​  

Prakiraan Cuaca Jawa Timur Besok Hari Kamis (23/4), Hujan Ringan di Kota Ini!

Hujan ringan mendominasi cuaca Jawa Timur pada Kamis, 23 April 2026, sementara sebagian kota akan berawan

Virus dan Penyakit Kian Banyak, Layanan Kesehatan Ini Dibutuhkan

Layanan kesehatan yang modern dan terintegrasi jadi kebutuhan banyak orang, rumah sakit ini hadirkan layanan ini  

Mau Bisnis Kuliner Makin Cuan, Ini Strategi Digital ala Bakso Lapangan Tembak Senayan

​Bersama OttoDigital, BLTS memanfaatkan sistem POS digital untuk memantau penjualan dan stok secara real-time.  

Minat Investor Ritel Indonesia terhadap Instrumen Pasif Meningkat

Tren investor ritel menarih dana investasi di instrumen pasif meningkat. Hal ini disebabkan oleh fluktuasi IHSG beberapa bulan terakhir. ​