M O M S M O N E Y I D
AturUang

Kapan Waktu yang Tepat Beli Rumah Kedua? Simak Penjelasannya

Reporter: Francisca Bertha Vistika  |  Editor: Francisca bertha


MOMSMONEY.ID - Waktu yang tepat beli rumah kedua? Simak penjelasannya berikut ini, yuk.

Setelah kredit kepemilikan rumah yang ditempati lunas, banyak orang mempertimbangkan untuk membeli rumah kedua.

Alasannya macam-macam, dari investasi, membelikan orangtua atau keluarga, mempersiapkan warisan untuk anak, dan sebagainya.  

Tapi, Melvin Mumpuni, Perencana Keuangan Oneshildt, mengatakan, keputusan membeli rumah kedua sebaiknya dilakukan ketika kondisi keuangan sudah stabil.

Selain itu, bisa juga karena ada kenaikan pendapatan secara signifikan dan alasan kebutuhan rumah yang lebih besar lantaran ada penambahan jumlah anggota keluarga.  

"Pembelian seperti ini bukan prioritas, tetapi disesuaikan kebutuhan," ujarnya kepada MomsMoney. 

Baca Juga: Hal yang Harus Diperhatikan saat Membeli Rumah Pertama

Jadi, ketika Anda pindah ke rumah kedua, rumah yang pertama kali Anda beli bisa disewakan. Atau sebaliknya, sehingga Anda mendapatkan pendapatan pasif dari properti. 

Seandainya Anda membeli rumah kedua dengan cara kredit, itu bukan masalah. "Tapi, tergantung dengan kondisi keuangan. Sudah sehat atau belum," ungkap Melvin. 

Ully Safitri, Perencana Keuangan Oneshildt, menyebutkan, maksimal cicilan utang dalam sebulan adalah sebesar 30% dari pendapatan.

Jika pos baru ini terpakai, semisal 10% dan masih ada ruang 20% untuk cicilan baru, maka tidak masalah Anda mengangsur rumah kedua untuk mengisi ruang tersebut. 

Menurut Ully, selama punya aset properti yang banyak adalah mimpi pribadi, maka rumah kedua itu bisa disewakan untuk menghasilkan pendapatan, dapat untuk penginapan.

Atau, bisa juga rumah kedua digunakan untuk liburan atawa tempat tinggal bagi orang tua atau mertua.

Baca Juga: 6 Tips Atur Keuangan untuk Beli Rumah KPR Sebelum Usia 30 Tahun

"Jadi, manfaat pembelian rumah kedua sebaiknya sejalan dengan  tujuan keuangan atau  mimpi Anda," kata Ully.

Ia bilang, saat beli rumah kedua, kondisi keuangan harus sehat karena hal itu merupakan komitmen jangka panjang. Apalagi, jika pembeliannya dilakukan secara kredit. 

Jadi, pastikan Anda memiliki kondisi keuangan bulanan yang sehat. "Artinya, income lebih besar daripada pengeluaran," pesan Ully. 

Di samping itu, sumber pendapatan juga harus stabil. Tak kalah penting untuk diperhatikan adalah porsi cicilan 30% dari penghasilan bulanan, belum terpakai sepenuhnya. 

Maka, saran Ully, perhatikan pula cicilan lain di luar KPR rumah pertama atau kedua. Misalnya, cicilan kartu kredit, paylater, dan lainnya. 

"Cicilan itu termasuk perhitungan utang, ya. Bukan sekadar utang jangka panjang saja yang diperhitungkan porsi cicilan bulanan," ungkap Ully. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Fitur Baru WhatsApp Android Tingkatkan Interaksi, Tak Perlu Repot Lagi

Jangan lewatkan update WhatsApp Android yang paling ditunggu. Menu pesan baru ini hadirkan tampilan segar dan interaksi lebih intuitif. 

HP Samsung Terbaru: Fitur Kamera S25 Ultra Unggul Jauh dari Seri Lain

Mencari HP Samsung terbaik? Galaxy S25 Ultra hadir dengan Snapdragon 8 Elite, namun ada kejutan di seri S25 & A35. Simak perbandingannya!

Kesehatan Anak Optimal: 7 Manfaat Labu Siam untuk MPASI, Kunci Tingkatkan Imun

Penting memberikan MPASI dengan nutrisi penting. Labu siam murah meriah ini bisa jadi solusi cegah obesitas dan tingkatkan imunitas anak.

Tablet Mini Terbaik: Ukuran Kecil, Performa Juara di 2026

Jangan salah pilih tablet mini. Huawei MatePad Mini dirilis dengan M-Pencil Pro dan layar OLED tajam. Lihat perbandingannya dengan tablet lain!

DBD Bukan Hanya Urusan Anak, Dokter Internist Desak Orang Dewasa Segera Vaksinasi

PAPDI desak vaksinasi DBD untuk dewasa 18–60 tahun karena komorbiditas perbesar risiko komplikasi hingga 7 kali lipat  

12 Daftar Makanan dan Minuman yang Mengandung Kalori Tinggi

Intip beberapa daftar makanan dan minuman yang mengandung kalori tinggi berikut ini, yuk!               

6 Daftar Makanan yang Perlu Dibatasi Setelah Usia 50 Tahun agar Tetap Sehat

Yuk, cek daftar makanan yang perlu dibatasi setelah usia 50 tahun agar tetap sehat berikut ini! Apa sajakah itu?  

Anak Paling Rentan DBD, IDAI Dorong Vaksinasi Dini sebagai Perlindungan Komprehensif

IDAI dorong vaksinasi dini DBD pada anak karena kelompok usia 5–14 tahun catat kematian tertinggi di Indonesia  

9 Rekomendasi Camilan untuk Menjaga Kesehatan Jantung yang Kaya Protein

Cek rekomendasi camilan untuk menjaga kesehatan jantung yang kaya protein ini, yuk!                    

5 Alasan Wanita Cepat Naik Berat Badan saat Usia 50 Tahun ke Atas

Ada beberapa alasan wanita cepat naik berat badan saat usia 50 tahun ke atas. Apa sajakah itu?