M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

Jelang Akhir Pekan, Harga Emas Pegadaian Kompak Menguat di Jumat (20/1)

Reporter: RR Putri Werdiningsih  |  Editor: Putri Werdiningsih


MOMSMONEY.ID - Harga emas Pegadaian akhirnya kembali mengalami penguatan. Menjelang pengujung pekan ini, harga emas Antam dan UBS kompak menguat dari harga kemarin, Kamis (19/1).  

Mengutip laman Pegadaian, harga emas Antam ukuran 1 gram naik Rp 7.000 menjadi Rp 1.065.000, sementara harga emas UBS ukuran 1 gram naik Rp 6.000 menjadi Rp 1.031.000.

Baca Juga: Prospek Saham yang Layak Dilirik Tahun Ini, Ada yang Menarik!

Di Indonesia, emas batangan diproduksi oleh PT Aneka Tambang Tbk alias Antam. Selain itu, ada pula PT Untung Bersama Sejahtera (UBS). Kedua produk tersebut bisa Anda dapatkan di toko perhiasan, butik Antam, maupun gerai Pegadaian.

Pegadaian menyediakan produk emas batangan dalam berbagai ukuran. Baik emas Antam maupun emas UBS, mereka tawarkan mulai dari ukuran 0,5 gram, 1 gram, 2 gram, 5 gram, hingga 1.000 gram.

Baca Juga: Pasar Kripto Merah Harga Bitcoin Turun 2%, Masih Bisa Turun Lagi?

Mari simak perincian pergerakan harga emas Antam dan harga emas UBS di Pegadaian per Jumat (20/1):

Harga emas Antam

  • Harga emas 0,5 gram: Rp 585.000
  • Harga emas 1 gram: Rp 1.065.000 
  • Harga emas 2 gram: Rp 2.068.000
  • Harga emas 3 gram: Rp 3.075.000
  • Harga emas 5 gram: Rp 5.090.000
  • Harga emas 10 gram: Rp 10.112.000
  • Harga emas 25 gram: Rp 25.173.000
  • Harga emas 50 gram: Rp 50.264.000
  • Harga emas 100 gram: Rp 100.445.000
  • Harga emas 250 gram: Rp 250.838.000
  • Harga emas 500 gram: Rp 501.459.000
  • Harga emas 1.000 gram: Rp 1.002.875.000

Harga emas UBS

  • Harga emas 0,5 gram: Rp 551.000
  • Harga emas 1 gram: Rp 1.031.000
  • Harga emas 2 gram: Rp 2.047.000
  • Harga emas 5 gram: Rp 5.055.000
  • Harga emas 10 gram: Rp 10.058.000
  • Harga emas 25 gram: Rp 25.092.000
  • Harga emas 50 gram: Rp 50.081.000
  • Harga emas 100 gram: Rp 100.120.000
  • Harga emas 250 gram: Rp 250.224.000
  • Harga emas 500 gram: Rp 499.859.000
  • Harga emas 1.000 gram: Rp -

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

OCBC Luncurkan Program RISE, Dorong UKM Terapkan Keberlanjutan dalam Bisnis

Program RISE melibatkan 50 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UKM), terdiri dari 25 UKM kuliner serta 25 UKM fesyen dan kriya.

Hujan Ringan Masih Berpotensi Guyur Sumatera Barat Besok Kamis (6/8), Cek Wilayahnya

BMKG memprakirakan hujan ringan masih mendominasi sejumlah wilayah Sumatera Barat pada Kamis (6/8). Simak prakiraan cuaca besok lengkapnya.

Prakiraan Cuaca Bali Besok Kamis (6/8) Cerah Mendominasi, Simak Rincian Wilayahnya

BMKG memprakirakan cuaca besok di Bali pada Kamis (6/8) didominasi cerah. Simak prakiraan cuaca lengkap seluruh kabupaten/kota.

Tren Perhiasan Bergeser ke Gaya Minimalis, Isago Luncurkan Koleksi Baru

​Studio Collection jadi koleksi terbaru Isago yang menyasar tren perhiasan harian lewat desain minimalis lewat warna Yellow, Silver, dan Two-Tone

4 Kesalahpahaman tentang TB yang Masih Banyak Dipercaya Masyarakat, Begini Faktanya

Di balik tingginya angka kasus penyakit TB masih banyak anggapan keliru yang dipercaya masyarakat.​ Simak faktanya berikut ini.

Promo A&W Agustus 2026, Nikmati Buy 1 Get 1 Free Burger Favorit Setiap Hari Rabu

Rayakan bulan Agustus dengan promo A&W WednesDeal Buy 1 Get 1 Free burger serta beragam paket Couple Meal hemat.

Indonesia Kembangkan AI untuk Percepat Deteksi Tuberkulosis

Koneksi bersama sejumlah perguruan tinggi dan lembaga riset mengembangkan TBScreen.AI untuk mempercepat deteksi tuberkulosis.  

Promo HokBen Spesial Agustus 2026, Nikmati Cashback hingga 50% Lewat QRIS Bank Saqu

Rayakan Kemerdekaan ke-81 dengan berburu promo HokBen yang menghadirkan cashback menggiurkan hingga 50% dan bonus menu gratis pakai Bank Saqu.

Tidak Ada Work Life Balance, Kenali Tanda Tempat Kerja Anda Toxic

Agar tidak terjebak di situasi tidak mengenakkan, kenali beberapa tanda tempat kerja toxic berikut ini.  

Jangan Tunggu Komplikasi, Perlu Deteksi dan Edukasi Diabetes Sejak Dini

Diabetes kini mengintai usia produktif, kenapa hal ini bisa terjadi? Lantas, bagaimana cara mengatasinya, ya?