MOMSMONEY.ID - Dana darurat dan investasi sama-sama penting, tetapi mana yang lebih aman saat kebutuhan mendadak muncul? Berikut ulasannya.
Banyak orang merasa dilema setelah berhasil mengumpulkan dana darurat. Di satu sisi, uang tersebut bisa diinvestasikan agar bernilai berkembang. Namun di sisi lain, dana itu juga disiapkan untuk menghadapi berbagai situasi mendesak yang bisa datang tanpa terduga.
Melansir dari Investopedia , para perencana keuangan menilai dana darurat tetap menjadi fondasi penting dalam menjaga kesehatan finansial keluarga.
Oleh karena itu, sebelum menyimpan seluruh tabungan ke instrumen investasi, ada baiknya memahami terlebih dahulu fungsi masing-masing.
“Dana darurat harus tetap mudah diakses dan aman ketika dibutuhkan,” ujar Cary Carbonaro, perencana keuangan bersertifikat.
Baca Juga: Cara Buka Rekening Efek & RDN BCA Sekuritas Melalui myBCA, Begini Langkahnya
Berapa dana darurat yang ideal?
Tidak ada angka yang benar-benar sama untuk setiap orang. Besarnya dana darurat bergantung pada kondisi pekerjaan, jumlah anggota keluarga, hingga potensi risiko pengeluaran mendadak yang mungkin terjadi.
Secara umum, para ahli menyarankan:
- Menyimpan dana darurat setara dengan enam bulan pendapatan untuk sebagian besar keluarga.
- Menyiapkan dana setara dengan tiga bulan penghasilan bagi rumah tangga yang memiliki dua sumber pendapatan tetap.
- Menargetkan dana hingga satu tahun penghasilan bagi pekerja mandiri atau pelaku usaha yang memiliki pendapatan tidak menentu.
- Menambah dana cadangan jika memiliki rumah atau kendaraan yang sudah berusia tua karena biaya perbaikannya cenderung lebih tinggi.
Selain itu, usia juga menjadi pertimbangan. Mereka yang mendekati masa pensiun biasanya disarankan memiliki lebih banyak dana tunai dibandingkan mengejar keuntungan investasi berisiko tinggi.
Mengapa dana darurat menjadi sangat penting?
Biaya hidup yang terus meningkat membuat dana darurat menjadi semakin relevan. Pengeluaran tak terduga seperti biaya kesehatan, perbaikan kendaraan, hingga rekonstruksi rumah kini membutuhkan dana yang lebih besar dibandingkan beberapa tahun lalu.
Kehadiran dana darurat dapat membantu seseorang menghadapi situasi tersebut tanpa harus mengandalkan pinjaman atau kartu kredit. Dengan kata lain, dana darurat berfungsi sebagai bantalan keuangan yang menjaga stabilitas kondisi ekonomi keluarga.
Apakah dana darurat boleh diinvestasikan?
Pertanyaan ini sering muncul, terutama ketika pasar investasi sedang memberikan hasil yang tidak seimbang. Namun para ahli mengingatkan bahwa menginvestasikan seluruh dana darurat memiliki risiko yang tidak bisa diabaikan.
Nilai investasi dapat naik maupun turun. Jika keadaan darurat terjadi saat pasar sedang melemah, seseorang mungkin harus menjual aset dalam kondisi rugi demi mendapatkan uang tunai.
Oleh karena itu, dana darurat idealnya memiliki tiga karakter utama:
- Mudah dicairk kapan saja.
- Aman dari gejolak pasar.
- Tetap tersedia saat dibutuhkan.
Selain faktor finansial, memiliki dana tunai juga memberikan rasa tenang. Banyak orang yang merasa lebih percaya diri menghadapi kondisi ekonomi yang tidak disebutkan ketika memiliki cadangan uang yang siap digunakan.
Baca Juga: Perlindungan Rumah Itu Semakin Penting, Segera Urus Perlindungan Keluarga Anda
Risiko pembelanjaan kartu kredit saat darurat
Sebagian besar orang berpikir kartu kredit bisa menjadi pengganti dana darurat. Padahal, strategi ini berpotensi menimbulkan beban keuangan yang lebih besar.
Rata-rata bunga kartu kredit berada di kisaran 21% per tahun. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata keuntungan investasi saham jangka panjang yang berkisar 10% per tahun.
Artinya, jika keadaan darurat terjadi dan seluruh kebutuhan dibiayai menggunakan kartu kredit, biaya bunga yang harus dibayar bisa lebih besar daripada keuntungan investasi yang diperoleh.
Kapan investasi menjadi pilihan yang tepat?
Investasi tetap memiliki peran penting dalam membangun kekayaan jangka panjang. Namun sebaiknya dilakukan setelah dana darurat tersedia dalam jumlah yang mampu.
Strategi yang banyak direkomendasikan perencana keuangan adalah:
- menyimpan dana darurat pada rekening tabungan yang aman dan mudah diakses.
- Menginvestasikan dana tambahan yang tidak akan digunakan dalam waktu dekat.
- Menyesuaikan instrumen investasi dengan target kebutuhan keuangan.
- Memiliki rencana yang jelas jika sewaktu-waktu membutuhkan dana mendesak.
Melalui cara ini, seseorang tetap memiliki perlindungan finansial sekaligus peluang untuk mengembangkan aset. Dana darurat dan investasi sebenarnya bukan dua pilihan yang saling menggantikan.
Keduanya memiliki fungsi yang berbeda namun sama-sama penting dalam perencanaan keuangan. Dana darurat membantu menghadapi kejadian tak terduga tanpa menambah hutang, sementara investasi berperan dalam meningkatkan nilai aset untuk masa depan.
Oleh karena itu, membangun dana darurat terlebih dahulu sebelum berinvestasi tetap menjadi langkah yang banyak direkomendasikan bagi para ahli keuangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News