M O M S M O N E Y I D
Bugar

Jangan Langsung Panik, Ini Penyebab Mata Kuning yang Perlu Diketahui

Jangan Langsung Panik, Ini Penyebab Mata Kuning yang Perlu Diketahui
Reporter: Helvana Yulian  |  Editor: Helvana Yulian


MOMSMONEY.ID - Inilah beberapa penyebab mata kuning yang perlu Anda ketahui, biar bisa mengantisipasinya dengan tepat.

Mata kuning umumnya ditandai dengan menguningnya bagian putih mata atau sklera. Kondisi ini umumnya berkaitan dengan gangguan kesehatan di kandung empedu, hati, atau pankreas. 

Penyakit ini terjadi ketika komponen pembawa oksigen dalam darah, yang disebut hemoglobin, terurai menjadi bilirubin dan tubuh tidak membersihkan bilirubin. 

Mengutip Mayo Clinic, bilirubin seharusnya berpindah dari hati ke saluran empedu. Kemudian, tubuh akan melepaskannya di kotoran. 

Jika semua hal ini tidak terjadi, bilirubin menumpuk di kulit dan membuatnya terlihat kuning. Selain itu, banyak hal lain yang juga dapat menyebabkan mata kuning. 

Melansir dari Everyday Health, inilah beberapa penyebab mata kuning yang perlu Anda ketahui agar bisa mengantisipasinya dengan tepat, antara lain: 

Baca Juga: Meskipun Kecil dan Sangat Pedas, Kenali Manfaat Cabe Rawit untuk Kesehatan Tubuh

1. Kondisi akibat gangguan pankreas

Penyebab mata kuning yang pertama adalah karena kondisi akibat gangguan pankreas. Pankreas adalah organ yang menghasilkan hormon dan enzim.

Saluran yang berasal dari pankreas dan saluran empedu kandung empedu bergabung untuk mengalir ke usus kecil. 

Jika saluran pankreas menjadi meradang, terinfeksi, atau tersumbat, empedu mungkin tidak mengalir dengan baik. Hal ini dapat menyebabkan penyakit kuning. 

Laman American Cancer Society menyebutkan, kanker pankreas juga dapat menyebabkan kondisi ini. 

2. Penyakit kuning

Penyebab mata kuning yang kedua adalah karena penyakit kuning. Penyakit kuning disebabkan oleh penumpukan zat bernama bilirubin di dalam aliran darah.

Penyakit ini ditandai dengan gejala mata kuning dan kulit berwarna kuning. Penyakit kuning umumnya terjadi pada bayi baru lahir, tetapi orang dewasa juga dapat mengalaminya. 

Penyakit kuning pada bayi baru lahir disebabkan organ hati yang belum dapat berfungsi dengan baik untuk mengolah bilirubin. 

Sementara itu, penyakit kuning pada orang dewasa dapat menandakan adanya gangguan kesehatan, seperti hepatitis dan kanker pankreas. 

Selain itu, menurut National Health Service UK, penyakit kuning sangat umum terjadi pada bayi baru lahir karena hati masih dalam tahap pematangan. 

Baca Juga: Jangan Malas Olahraga! Ini 5 Manfaat Olahraga Secara Teratur untuk Tubuh

3. Kondisi akibat gangguan pada hati

Penyebab mata kuning yang selanjutnya adalah akibat gangguan hati. Dalam hal ini, hati melakukan peran penting dalam tubuh, termasuk memecah sel darah merah.

Kondisi yang mempengaruhi fungsi hati dapat menjadi penyebab mata kuning pada orang dewasa. 

4. Batu empedu

Penyebab mata kuning yang berikutnya ada;ah batu empedu. Gejala yang ditunjukkan penderita batu empedu umumnya bervariasi tergantung ukuran batu empedu.

Mata kuning merupakan salah satu gejala yang dialami oleh penderita batu empedu. Gejala ini juga disertai dengan nyeri perut kanan atas, nyeri dada, serta mual dan muntah. 

Baca Juga: Tak Hanya Menyegarkan, Ini Manfaat Semangka Kuning untuk Kesehatan Tubuh

5. Kelainan darah

Penyebab mata kuning yang terakhir adalah kelainan darah. Mata kuning juga bisa disebabkan adanya kelainan pada sel darah merah. 

Kelainan darah yang dimaksud dapat berupa anemia hemolitik, reaksi ketidakcocokan darah setelah transfusi darah, dan anemia sel sabit. 

Selain beberapa kondisi di atas, mata kuning juga disebabkan oleh efek samping obat-obatan, didanosine (obat HIV), isotretinoin, dan obat-obatan herba. 

Gangguan kesehatan yang menyebabkan mata kuning adalah kondisi yang harus segera ditangani, terutama jika disertai gejala berupa nyeri perut, demam, atau dan BAB berdarah. 

Konsultasikan ke dokter jika Anda mengalami gejala tersebut agar dapat diketahui penyebabnya dan dilakukan penanganan yang tepat. 

Itulah beberapa penyebab mata kuning yang perlu Anda ketahui agar bisa mengantisipasinya dengan tepat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Katalog Promo Alfamidi Hemat Satu Pekan Periode 26 Oktober-1 November 2026

Inilah berbagai merek produk yang termasuk dalam promo Alfamidi Hemat Satu Pekan periode 26 Oktober-1 November 2026.

IHSG Rebound, Kinerja Reksadana Saham Balik Pimpin Penguatan Sepekan

Infovesta Utama mencatat selama periode 16-23 Oktober 2026 kinerja reksadana saham melesat hingga 5,21%. 

Orang Tua Perlu Perhatikan 3 Hal Ini saat Belanja Susu Formula secara Online

Orang tua perlu memperhatikan kredibilitas penjual, keaslian produk, hingga kandungan nutrisi sebelum membeli susu formula secara online.​

Katalog Promo Alfamart Gantung (Gajian Untung) Periode 26-31 Oktober 2026

Manfaatkan Promo Alfamart Gantung Periode 26-31 Oktober 2026 untuk belanja hemat selama musim gajian ini.

Strategi Investor Antisipasi Volatilitas IHSG Selama Masa Konsultasi MSCI

IHSG berpotensi volatilitas tinggi dengan rebound jangka pendek merespons laporan keuangan, arah suku bunga dan kabar dari regulator.

Cek Harga Pangan di Awal Pekan Kelima Oktober, Sudah Ada Yang Turun!

Berikut ini rincian harga-harga komoditas pangan yang diambil dari data PIHPS Bank Indonesia untuk Senin ini (26/10).

Ketebalan 5,7 mm iQOO Pad Ultra Sanggup Simpan Kipas dan Baterai 9.020 mAh

Kecepatan 5,0 GHz dapat menguras daya dengan cepat. Kehadiran chip pendamping Q4 dan fitur bypass charging menjawab masalah ini.

MSCI Ancam Status Pasar Indonesia, Analis Menilai Probabilitas Bertahan Masih Kuat

Pengumuman reklasifikasi ke standalone market oleh MSCI berdampak pada aliran modal asing, valuasi saham, dan prospek pasar modal Indonesia.

BEI Turunkan ARB hingga 7%, Apakah Efektif Menjaga Sentimen Pasar?

BEI mengesahkan kebijakan penurunan batas ARB menjadi 7% yang berpotensi untuk meredam sentimen pasar akibat pengumuman reklasifikasi MSCI.

Nutrisi Jadi Bagian Penting Perawatan Pasien Kanker, Ini yang Perlu Diperhatikan

Pemenuhan nutrisi menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan selama pasien menjalani perawatan kanker.​