M O M S M O N E Y I D
Bugar

Jangan Anggap Remeh! Asam Urat Picu Penyakit Kardiovaskular

Jangan Anggap Remeh! Asam Urat Picu Penyakit Kardiovaskular
Penulis: Pinky Annisa  |  Editor: Pinky Annisa


MOMSMONEY.ID - Saat ini, penyebab asam urat telah memengaruhi lebih dari delapan juta orang dewasa di Amerika Serikat.

Radang sendi inflamasi yang menyakitkan ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan mempengaruhi kesehatan sendi jangka panjang. 

Mengatasi kondisi ini membutuhkan pemahaman komprehensif mengenai penyebab, faktor risiko, dan faktor terkait yang saling berkontribusi pada perkembangannya. Dalam keadaan normal, asam urat larut dalam darah dan dikeluarkan melalui ginjal. 

Menurut Dr. Jaime Cloyd, dokter naturopati yang berbasis di Seattle, AS, tubuh memproduksi terlalu banyak asam urat atau mengalami kesulitan untuk mengeluarkannya. Hal tersebut akan memicu terjadinya peningkatan kadar asam urat. 

Ketika konsentrasi asam urat sangat tinggi, akan terbentuk kristal yang mengendap di persendian. Kristal tersebut sering muncul di persendian kecil seperti jempol kaki, pergelangan kaki, atau lutut. 

Kristal-kristal ini akan memicu respons peradangan oleh sistem kekebalan tubuh. Sehingga, menyebabkan nyeri hebat, pembengkakan, kemerahan, dan rasa hangat pada persendian yang terkena.

Baca Juga: Kristal Asam Urat Menumpuk? Cek Daftar Makanan Pemicunya

Tanda dan gejala penyakit asam urat

Penyakit asam urat berkembang melalui empat tahap klinis yang berbeda, seperti berikut:

  • Hiperurisemia asimptomatik: pasien tidak menunjukkan gejala, tetapi kadar asam urat serumnya melebihi 7 mg/dL.
  • Asam urat akut: Pasien mengalami satu serangan asam urat, paling sering menyerang jempol kaki. Episode tersebut diikuti oleh hilangnya gejala setelah beberapa hari. 
  • Asam urat berulang: serangan akut melibatkan lebih banyak sendi dan jadi lebih sering kambuh. 
  • Gout tophaceous kronis: hal ini ditandai dengan pembentukan tofi atau endapan kristal di dalam sendi yang menyebabkan nyeri terus-menerus dan keterbatasan rentang gerak.

Berikut adalah tanda dan gejala utama serangan asam urat:

  • Nyeri tiba-tiba, tajam, dan berdenyut.
  • Pembengkakan dan peradangan pada sendi yang terkena.
  • Keterbatasan rentang gerak pada sendi yang terkena.
  • Kulit di atas sendi yang terkena mungkin tampak mengkilap dan meregang karena pembengkakan.
  • Demam ringan.

Selama serangan asam urat, gejala biasanya berlangsung beberapa hari hingga satu minggu. Setelah serangan mereda, sendi akan kembali normal. Namun, serangan asam urat bisa lebih sering kambuh jika tidak ditangani. 

Baca Juga: Ini Makanan yang Perlu Dihindari Pasien Asam Urat agar Tidak Berujung Komplikasi

Apa saja penyebab asam urat?

Hiperurisemia merupakan peningkatan kadar asam urat dalam darah, terjadi akibat ketidakseimbangan dalam proses metabolisme yang melibatkan purin dan asam urat. Berbagai faktor menyebabkan produksi asam urat yang berlebihan atau ekskresi asam urat yang berkurang, seperti:

1. Diet tinggi purin

Asam urat adalah produk pemecahan metabolik purin, molekul yang terdiri dari karbon dan nitrogen yang ditemukan baik di dalam tubuh manusia maupun dalam makanan. Mengonsumsi makanan tinggi purin dapat meningkatkan produksi asam urat dalam tubuh. 

Purin adalah senyawa alami yang terdapat dalam makanan seperti daging merah, jeroan, seafood dan beberapa jenis kacang-kacangan. Mengonsumsi makanan ini secara berlebihan dapat menyebabkan peningkatan kadar asam urat. 

2. Genetika

Penyakit asam urat cenderung diturunkan dalam keluarga, menunjukkan adanya predisposisi genetik. Beberapa orang secara genetik lebih rentan terhadap hiperurisemia karena perbedaan cara tubuh dalam memproduksi dan menghilangkan asam urat. 

Polimorfisme C677T dari gen MTHFR merupakan faktor risiko hiperurisemia dan dapat berkontribusi pada ketidakseimbangan peradangan yang memperburuk asam urat. 

3. Kondisi medis

Asam urat dianggap sebagai penyakit metabolik karena melibatkan gangguan pada proses metabolisme tubuh yang berhubungan dengan purin dan asam urat. Asam urat juga sering terjadi bersamaan dengan kondisi metabolik lainnya seperti obesitas, hipertensi, dan diabetes. 

Kondisi-kondisi ini terkait dengan gangguan sensitivitas insulin, metabolisme glukosa, dan metabolisme lipid. Sindrom metabolik dan resistensi insulin dapat berkontribusi pada perkembangan gout dengan menurunkan ekskresi asam urat. 

Beberapa obat, khususnya diuretik yang digunakan untuk mengelola kondisi tekanan darah tinggi dan gagal jantung dapat mengganggu ekskresi asam urat. Sehingga, menyebabkan peningkatan kadar asam urat dalam darah. 

Profil kardiometabolik

Asam urat sering terjadi bersamaan dengan kondisi metabolik seperti obesitas, tekanan darah tinggi, kadar kolesterol abnormal, dan resistensi insulin. Kondisi-kondisi ini merupakan sekumpulan komorbiditas yang disebut sindrom metabolik. 

Skrining untuk masalah kardiometabolik pada pasien asam urat dapat mendeteksi komorbiditas sejak dini. Hal ini sangat penting karena pasien asam urat memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke.

Sebab, faktor risiko yang sama seperti obesitas dan hipertensi. Komponen tipikal dari skrining kardiometabolik komprehensif meliputi pengukuran tekanan darah, lingkar pinggang, panel lipid, panel metabolik komprehensif (CMP), panel diabetes, hs-CRP, dan panel tiroid.

Baca Juga: Diet Sehat dan Kebiasaan Sehari-hari yang Efektif Menurunkan Asam Urat, Cek Infonya

Pengobatan untuk asam urat

Tujuan manajemen asam urat salah satunya adalah mengurangi nyeri akut dan peradangan selama episode asam urat akut. Selain itu juga untuk memberikan dukungan jangka panjang dan mengurangi frekuensi kekambuhan di masa mendatang. 

Untuk mencapai tujuan ini, strategi mencakup modifikasi diet dan pengobatan integratif untuk asam urat sangatlah penting. 

1. Diet untuk asam urat

Diet rendah purin dan alkali sering dipertimbangkan untuk penderita asam urat sebagai bagian terpenting yang tidak boleh dilupakan. Diet ini memiliki dua tujuan yakni mengurangi asupan purin dan mendorong lingkungan internal yang bersifat basa. 

Aspek rendah purin berfokus pada meminimalkan konsumsi makanan yang mengandung purin. Ketika purin dimetabolisme maka akan diubah menjadi asam urat. 

Oleh karena itu, diet rendah purin membatasi makanan kaya purin ini untuk membantu mengelola produksi asam urat.  

2. Kurangi alkohol dan mimuna tinggi fruktosa

Meskipun beberapa jenis alkohol memiliki kadar purin yang lebih rendah daripada jenis lainnya, konsumsi alkohol secara tetap bisa meningkatkan kadar asam urat. Demikian pula, metabolisme fruktosa menghasilkan produk sampingan purin dan peningkatan asam urat. 

Oleh karena itu, penting untuk membatasi atau menghindari alkohol dan produk makanan yang mengandung fruktosa. Makanan tertentu dapat memengaruhi pH tubuh, meningkatkan keasaman atau alkalinitas. 

Menciptakan lingkungan internal yang basa dapat meningkatkan kelarutan asam urat dan mencegah kristalisasi di persendian. Makanan yang biasanya dianggap meningkatkan alkali meliputi buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan polong-polongan.

Keefektifan diet sehat juga terletak pada kemampuannya untuk meningkatkan kesehatan secara keseluruhan dengan mendorong konsumsi buah dan sayuran yang kaya nutrisi.

Dengan demikian, berpotensi mendukung mencegah peradangan dan kondisi kronis lainnya yang terkait dengan asam urat seperti kesehatan kardiovaskular. 

3. Konsumsi suplemen untuk mengatasi asam urat

Protokol integratif untuk mengelola asam urat umumnya melibatkan penggunaan suplemen makanan dan herbal. Penderita asam urat bisa mengonsumsi vitamin C,atau asam askorbat yang bermanfaat untuk mendukung pengelolaan asam urat dalam darah.

Vitamin C bekerja dengan meningkatkan kelarutan dan ekskresi asam urat serta meningkatkan filtrasi ginjal. Dosis vitamin C meliputi 200-2.000 mg per hari dengan durasi 2 minggu-6 bulan.

Selain itu, konsumsi suplemen yang mengandung asam lemak omega-3 EPA dan DHA dapat membantu membatasi produksi leukotrien. Senyawa tersebut merupakan mediator kimia yang berkontribusi pada proses inflamasi. 

Konsumsi ikan kaya omega-3 dikaitkan dengan risiko lebih rendah terhadap kambuhnya asam urat. Konsumsi suplemen dengan dosis 3.000 mg kombinasi EPA & DHA setiap hari dengan Durasi 1-6 bulan.

4. Konsumsi ekstrak buah ceri

Ekstrak buah ceri dipercaya bermanfaat karena kandungan antosianinnya. Senyawa tersebut memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi yang membantu mengelola kadar asam urat dan mendukung kesehatan sendi.

Itulah rangkuman penting yang memuat tentang penyebab asam urat dan profil kardiometabolik untuk deteksi penyakit kardiovaskular.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Unilever Indonesia dan Shopee Gelar Hyper Brand Day, Simak Promo Spesialnya

Unilever Indonesia bersama Shopee kembali berkolaborasi melalui kampanye Hyper Brand Day yang berlangsung pada 31 Juli hingga 4 Agustus 2026. ​

Acerun 7K 2026, Momen Teknologi dan Gaya Hidup Sehat Berjalan Beriringan

Acerun 7K yang digelar di Jakarta, Minggu (2/8), menjadi pembuka rangkaian Acer Day 2026 yang diikuti ebih dari 3.000 peserta.

Cek Harga Emas Antam Hari Ini (3/8): Turun Jadi Rp 2.610.000, Buyback Ikut Melemah

Harga emas Antam hari ini turun Rp 13.000 menjadi Rp 2.610.000 per gram. Harga buyback juga melemah ke Rp 2.379.000.

4 Manfaat Utama Buah Kiwi untuk Kesehatan Tubuh, Bantu Jaga Kesehatan Usus

Kiwi kaya akan vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh untuk meningkatkan kesehatan. Berikut beberapa manfaat buah kiwi bagi kesehatan tubuh.

6 Minuman Sehat untuk Diminum Pagi Hari, Jadi Alternatif Pengganti Kopi

Untuk menambah energi tak selalu bisa dilakukan dengan mengonsumsi kopi. Coba minuman alternatif pengganti kopi berikut ini, yuk.

Red String Theory: Takdir Percintaan dan Jodoh dari Tiongkok, Ini Penjelasannya

Saat membicarakan masalah jodoh di masa kini, istilah red string theory pasti muncul.  Apa sebenarnya red string theory? Ini jawabannya.

Promo Superindo Weekday 3-6 Agustus 2026, Aneka Cabai-Melon Red Sweet Diskon 40%

Cek promo Superindo Weekday hari ini periode 3-6 Agustus 2026 untuk belanja hemat di Superindo terdekat awal pekan ini.

Konsumsi Rutin Jus Seledri dan Dapatkan 5 Manfaat Ini bagi Kesehatan

Mau tahu apa saja manfaat mengonsumsi jus seledri secara rutin buat kesehatan? Simak jawabannya di sini.

Cermati 6 Rekomendasi Saham Pilihan BNI Sekuritas untuk Perdagangan Senin (3/8)

BNI Sekuritas membagikan sejumlah rekomendasi saham untuk perdagangan Senin, (3/8/2026).​ Simak ulasannya berikut 

Jangan Tunggu Buram, Rutin Periksa Mata agar Gangguan Penglihatan Terdeteksi Dini

​Mata minus, silinder, hingga katarak menjadi beberapa gangguan penglihatan yang umum terjadi sehingga harus rutin diperiksa