M O M S M O N E Y I D
HOME, InvesYuk

Investasi Aman di Tengah Inflasi Tinggi

Reporter: Jane Aprilyani  |  Editor: Jane Aprilyani


MOMSMONEY.ID - Sejak pandemi melanda dunia, sejumlah sektor bisnis morat marit karena inflasi. Rupanya, hal ini pun terjadi di Indonesia. Meski demikian, inflasi seharusnya tidak membatasi orang yang melek literasi keuangan untuk terus berinvestasi. Pertanyaannya, sektor apa yang harus dibidik di tengah inflasi?

Terkait pertanyaan tersebut, Gita Wirjawan berbagi dan mencoba menjawab pertanyaan tersebut. Mantan Menteri Perdagangan periode 2011-2014 ini hadir sebagai pembicara dalam acara bertajuk “The Future of Gen Z” yang digelar oleh platform edukasi keuangan, Ternak Uang. Acara ini dipandu langsung oleh Co-founder Ternak Uang, Timothy Ronald dalam acara yang digelar secara luring beberapa waktu lalu.

Perlu digarisbawahi, inflasi dapat diartikan sebagai kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu. Menanggapi fenomena ini, Gita justru melihat sebuah peluang jangka panjang untuk berinvestasi.

Baca Juga: 5 Pose Yoga Prenatal yang Bisa Membantu Mengatasi Nyeri Kehamilan

Namun untuk bisa melihat celah tersebut, pria yang sempat menjabat sebagai Presiden Direktiur JP Morgan Indonesia itu menerangkan bahwa semua prosesnya dimulai dengan memahami literasi keuangan.

"Sekarang, duit yang dicetak di negara-negara maju itu banyak banget. Jadi, kalau momen ini tidak dimanfaatkan dengan pengetahuan, literasi keuangan, itu sayang banget. Padahal, suku bunga makin rendah. Semakin rendah, kewirausahaan harus ditingkatkan. Bagaimana cara meningkatkannya? Ya dimulai dari edukasi finansial," sebut Gita.

Pelonggaran Kuantitatif

Lebih lanjut, Gita memperkirakan bahwa inflasi yang terjadi saat ini tidak akan berlangsung lama karena sebuah kata kunci: pelonggaran kuantitatif.

"Proyeksinya, bunga akan dinaikan, mungkin 2 hingga 3 kali. Kalau dinaikan, itu lebih karena inflasi yang sifatnya disrupsi pasok, bukan karena meningkatnya daya beli. Jadi saya lebih berpikir bahwa inflasi ini hanya berlangsung sementara, paling banter hanya satu tahun," papar lulusan Harvard University tersebut.

Baca Juga: Promo Tokopedia Untuk Pengguna Baru, Beli Pulsa-Paket Data Cashback Rp50.000!

Selanjutnya, negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Jepang akan melakukan relaksasi besar-besaran atas nama pelonggaran kuantitatif.

"Itu (pelonggaran kuantitatif) intinya cetak duit lebih banyak. Jadi, semestinya bunga akan turun lagi, sehingga pasar modal akan jauh lebih semarak lagi," papar Gita Wirjawan.

Jika pelonggaran kuantitatif benar-benar terjadi, kata Gita, hal ini bakal memicu penurunan suku bunga, yang berimbas pada lahirnya peluang investasi dari sektor lainnya, terutama yang dimotori oleh artificial intelligence (AI) alias kecerdasan buatan.

"Suku bunga turun, investasi di fixed income tidak semenarik seperti sebelumnya. Justru kita melihat investasi di pasar modal, saham, bukan hanya ditopang karena penurunan suku bunga, tapi peningkatan produktivitas. Apalagi, dengan adanya pemberdayaan artificial intelligence (kecerdasan buatan/AI)," ujar pria yang kini dikenal lewat podcast Endgame-nya itu.

Baca Juga: Kenali Apa Itu Gerd Anxiety yang Rentan Terjadi di Usia Muda

"Biaya AI itu selalu menurun 50-60 persen per tahunnya. Jadi kalau biaya AI terus menurun, tentunya pemberdayaan AI akan semakin meningkat sehingga lebih produktif. Jika saat itu tiba, equity story akan lebih seksi ketimbang sektor fixed income story. Selanjutnya, tinggal kita padukan dengan alternatif aset yang baru, misalnya kripto atau NFT," sambung Gita.

Kripto Semakin Seksi

Oleh karena itu, Gita menyarankan agar para pebisnis baru untuk selalu menilai sebuah investasi dalam jangka yang panjang dan jangan terlalu cepat menyimpulkan sebuah situasi.

"Jadinya, saya melihat peluang berinvestasi di saham itu, jangka panjang, luar biasa bagus. Tapi bukan berarti peluang investasi di kelas aset lainnya harus diabaikan. Kita ambil contoh kripto misalnya. Saya justru sangat bullish mengenai kripto, investasi di kripto itu bagus prospeknya untuk jangka panjang," papar pria 56 tahun tersebut.

Baca Juga: Alami Gejala Mirip Covid-19 Usai Mudik, Satgas Anjurkan Lakukan Tes Secara Mandiri

Seandainya seorang pebisnis berpikir jangka panjang, maka mereka akan mengetahui bahwa manajer portofolio memerlukan kelas aset yang tidak berkorelasi dengan apapun yang harus mereka investasikan, termasuk saham, real estate, dan lainnya.

"Semakin tidak berkorelasi kripto, maka semakin diinginkan karena mengurangi risiko. Risiko di kripto itu kurang dari 1 persen. Dalam batas logika, gak ada alasan kalau bitcoin akan menembus harga di atas 100 ribu dolar AS," tutup Gita.

Baca Juga: Promo Telkomsel-OVO Mei 2022, Beli Pulsa Dapat Cashback 30%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

AS-Iran Gencatan Senjata, Harga Emas Dunia Melambung ke atas US$ 4.300

Harga emas hari ini di pasar global memantul naik setelah pekan lalu terpangkas sebesar 2,50%.      

Ramalan Zodiak Besok Selasa 16 Juni 2026 dari Aries Fokus hingga Leo Bersinar

Simak ramalan zodiak besok Selasa 16 Juni 2026, mulai karier, keuangan, asmara hingga kesehatan untuk 12 bintang terbaru di sini, ya.​

Udara Kabur dan Berawan, Cek Prakiraan Cuaca Jawa Timur Besok Selasa (16/6)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Jawa Timur besok Selasa (16/6), didominasi berawan dan udara kabur.

Katalog Promo Superindo Weekday Diskon hingga 50% Periode 15-18 Juni 2026

Cek promo Superindo Weekday hari ini periode 15-18 Juni 2026 untuk belanja hemat di Superindo terdekat awal pekan ini.

Waspada Hujan di Kota Ini, Cek Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Besok Selasa (16/6)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan mendominasi cuaca Jawa Tengah besok, Selasa (16/6).

Prakiraan Cuaca Jawa Barat Besok Selasa (15/6): Didominasi Berawan, Hujan di Kota Ini

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Jawa Barat besok, Selasa (16/6), didominasi berawan dan hujan.

Harga Buyback Emas Hari Ini 15 Juni 2026: Pegadaian Melejit Rp 46.000, Antam Stagnan

Kabar baik bagi pemilik emas. Harga buyback dan jual emas hari ini mayoritas melonjak. Cek merek mana yang memberikan keuntungan terbaik.

Tak Sekadar Hiburan, Game Arcade Ini Antar Pemain Indonesia ke Podium Internasional

Hobi bermain bisa menjadi sebuah prestasi. Pemain Indonesia ini bukti juarai Turnamen Pump It Up Asia Pasifik

Pizza Party Super Hemat dengan Promo Pizza Hut, Nikmati Porsi Melimpah Cuma 2 Hari

Ingin kumpul bareng teman atau keluarga tanpa khawatir biaya? Pizza Hut hadirkan paket 2 pizza super hemat. Simak durasi promonya di sini.

Hasil Piala Dunia 2026 Grup F: Jepang-Belanda Seri, Swedia ke Puncak Tekuk Tunisia

Hasil Piala Dunia 2026 Grup F, Jepang dan Belanda bermain imbang, Swedia tekuk Tunisia dan memimpin klasemen sementara.​