M O M S M O N E Y I D
Santai

Intip Kesalahan Fatal Memasang Bingkai TV yang Bikin Ruangan Kaku

Intip Kesalahan Fatal Memasang Bingkai TV yang Bikin Ruangan Kaku
Reporter: Ramadhan Widiantoro  |  Editor: Ramadhan Widiantoro


MOMSMONEY.ID - Cek pertimbangan pakai atau tidak pakai bingkai TV, ini panduan desain rumah modern agar tetap nyaman dan enak dilihat.

Tren desain interior rumah terus berubah mengikuti gaya hidup masyarakat modern, termasuk cara memperlakukan televisi di dalam ruangan. 

Jika dulu TV berusaha disembunyikan, kini muncul tren baru menjadikannya bagian dari estetika melalui penggunaan bingkai. Namun, tidak semua desainer sepakat bahwa TV frame selalu menjadi solusi terbaik untuk rumah masa kini. 

Sebagian menilai bingkai TV justru bisa mengalihkan fungsi utama ruang jika tidak diterapkan dengan tepat. Di tengah perdebatan ini, melansir dari Southern Living, para desainer interior justru mendorong pemilik rumah untuk lebih jujur pada kebutuhan dan kebiasaan hidup mereka.

“Pada akhirnya, televisi tetaplah televisi dan tidak ada yang benar-benar mengira itu adalah karya seni,” ujar Jessica Bandstra, kepala desain Dogwood Proper.

Baca Juga: Tren Warna Cat Kabinet Dapur 2026 yang Diprediksi Awet dan Gak Cepat Bosan

Tv frame dan pengaruhnya terhadap tampilan ruangan

Bingkai TV sering dianggap sebagai jalan pintas untuk mempercantik ruangan tanpa renovasi besar. Dengan tambahan frame, layar TV terlihat lebih menyatu dengan dekorasi dinding dan tidak terlalu mencolok. 

Pendekatan ini banyak digunakan pada ruang keluarga, ruang baca, atau area komunal yang mengutamakan kesan rapi dan hangat. Dari pengalaman para desainer, TV frame bisa membantu mengurangi kesan dingin dari perangkat elektronik.

Alasan sebagian desainer menyukai bingkai tv

Menurut Lesley Myrick, desainer interior berpengalaman, TV akan selalu menjadi pusat perhatian dalam ruangan, sehingga lebih baik dijadikan elemen visual yang disengaja. 

Bingkai TV memungkinkan perangkat tersebut tampil lebih personal dan selaras dengan gaya interior rumah. Selain itu, pilihan bingkai yang tepat dapat memperkuat karakter desain, baik modern, klasik, maupun transisional. Pendekatan ini dinilai efektif bagi pemilik rumah yang mengutamakan estetika visual.

Kekurangan tv frame yang sering luput diperhatikan

Meski terlihat menarik, TV frame tidak selalu unggul dari sisi fungsi. Beberapa desainer menilai kualitas tampilan gambar bisa terasa kurang tajam dibanding TV konvensional tertentu. 

Hal ini menjadi catatan penting bagi pengguna yang memprioritaskan pengalaman menonton. Selain itu, tampilan seni digital di layar TV tidak selalu terlihat natural dan justru bisa terasa artifisial.

Pendekatan jujur membiarkan tv tampil apa adanya

Sebaliknya, ada pula desainer yang memilih membiarkan TV tampil sebagai perangkat fungsional tanpa upaya penyamaran. Ryan Mills menyebut rumah seharusnya menjadi tempat tinggal yang nyaman, bukan ruang pamer. 

Menurutnya, TV yang diletakkan secara natural justru terasa lebih relevan dengan kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini banyak diterapkan pada rumah keluarga yang aktif dan dinamis.

Baca Juga: 4 Dekorasi Rumah yang Tanpa Disadari Bikin Ruangan Terlihat Berantakan

Alternatif menyatukan tv tanpa bingkai

Alih-alih menggunakan bingkai, beberapa ahli merekomendasikan solusi desain yang lebih fleksibel. Misalnya dengan panel kayu, lemari custom, atau penempatan TV yang strategis agar tidak mendominasi ruangan. 

Cara ini dinilai lebih jujur dan tahan lama secara visual. Penempatan TV di ruang keluarga atau ruang media juga membantu menjaga keseimbangan estetika ruang utama.

Memasang bingkai pada TV bukanlah keharusan, melainkan pilihan yang perlu disesuaikan dengan gaya hidup dan kebutuhan penghuni rumah. 

Bagi sebagian orang, TV frame bisa meningkatkan nilai visual ruangan. Namun bagi yang lain, membiarkan TV apa adanya justru terasa lebih nyaman dan realistis. 

Kunci utamanya adalah memahami fungsi ruang dan kebiasaan sehari-hari agar desain rumah tetap selaras, fungsional, dan berkarakter.

 

Selanjutnya: Kesalahan Finansial Ini Bikin Tabungan Rp50 Juta Anda Mustahil Tercapai

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

4 Tanda Tidak Cocok dengan Ceramide, Muncul Jerawat hingga Kemerahan

Tiba-tiba jerawatan setelah pakai ceramide? Waspada, berikut ini 4 tanda tidak cocok dengan ceramide.

Kolaborasi NIVEA–Grab Sabet Dua Penghargaan di MMA SMARTIES APAC 2025

Kolaborasi antara NIVEA dan Grab Indonesia berhasil meraih dua penghargaan internasional di ajang MMA SMARTIES™ APAC 2025  

4 Buah Tinggi Kalori yang Harus Dibatasi Saat Diet, Wajib Tahu!

Sedang diet menurunkan berat badan? Ketahui 4 buah tinggi kalori yang harus dibatasi saat diet berikut ini.  

3 Warna Cat yang Harus Dibuang biar Ruangan Bagian Utara Terlihat Hidup

Ruangan utara sering terasa gelap dan dingin? Ini dia 3 warna cat yang justru memperburuk kondisi tersebut. Pelajari caranya agar terlihat cerah.

Jangan Sampai Salah Desain! Ini 5 Risiko Dapur Terbuka yang Mengganggu

Desainer ungkap alasan konsep dapur terbuka mulai ditinggalkan. Dapur tertutup terbukti efektif meredam bau dan suara. Cek manfaat utamanya.  

Intip Kesalahan Fatal Memasang Bingkai TV yang Bikin Ruangan Kaku

Ingin TV menyatu dengan dekorasi? Jangan buru-buru pakai bingkai. Ahli desain menyarankan solusi custom lemari atau penempatan strategis.  

Kesalahan Finansial Ini Bikin Tabungan Rp50 Juta Anda Mustahil Tercapai

Pengeluaran kecil harian yang sering menggerus tabungan Rp50 juta Anda. Evaluasi catatan keuangan Anda sekarang juga. Temukan caranya di sini, ya.

Stop Panik! Kenali Risiko Keuangan Jika Abaikan Sinking Fund

Merasa pengeluaran besar bikin stres? Sinking Fund solusinya. Pelajari cara hitung alokasi dana agar tujuan Rp45 juta terasa ringan dan terukur.

Trik Buat Aktivitas Agar Anak Lepas dari Gadget

Ajak anak bermain lilin dan permainan hands on untuk cegah anak lepas dari pegang gadget. Bisa jadi rekomendasi orangtua  

11 Alasan Berat Badan Bisa Berubah dari Hari ke Hari

Ternyata ini, lho, beberapa alasan berat badan bisa berubah dari hari ke hari. Apa sajakah itu?