M O M S M O N E Y I D
Bugar

Inilah 6 Cara Mengatasi Intoleransi Laktosa dari Susu beserta Gejalanya

Reporter: Bimo Adi Kresnomurti  |  Editor: Bimo Kresnomurti


MOMSMONEY.ID - Simak panduan cara mengatasi intoleransi laktosa beserta gejala yang menyertainya.

Aktivitas minum susu hewani dapat menjadi sarana untuk mendapatkan protein dan kandungan gizi penting lain untuk tubuh.

Susu sapi maupun kambing biasanya memiliki zat laktosa sebagai gula alami.

Sayangnya, tidak semua manusia dapat menerima zat tersebut terutama pada beberapa ras tertentu.

Kondisi ini kemudian disebut sebagai Laktosa intoleransi yang terjadi ketika tubuh tidak dapat mencerna laktosa.

Hal ini disebabkan oleh kekurangan enzim laktase dalam usus halus yang bertugas memecah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa yang dapat diserap oleh tubuh.

Baca Juga: 11 Makanan Terlarang Bagi Penyandang Diabetes, Cek 3 Tips Hidup Sehat dari Kemenkes

Kopi susu
Kopi susu

Biasanya, ada gejala yang membuat penderita intoleransi laktosa dan dapat mengganggu aktivitas.

Gangguan Pencernaan menjadi gejala yang paling umum adalah gangguan pencernaan, seperti kembung dan perut kembung, kram perut atau nyeri perut, hingga gas yang berlebihan.

Beberapa kasus dapat menyebabkan diare, terutama setelah mengonsumsi makanan yang mengandung laktosa.

Kekurangan enzim laktase ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk:

  • Genetik: Laktosa intoleransi seringkali merupakan kondisi yang diturunkan secara genetik. Seseorang dapat memiliki kekurangan enzim laktase sejak lahir atau mengalami penurunan produksi laktase seiring bertambahnya usia.
  • Etnisitas: Beberapa kelompok etnis memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk mengalami laktosa intoleransi. Misalnya, orang Asia, Afrika, dan Amerika Latin umumnya memiliki tingkat laktosa intoleransi yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang keturunan Eropa.

Untuk mengatasi laktosa intoleransi, ada beberapa langkah, merangkum dari Cleveland Clinic.

Baca Juga: Nyaman dan Mudah Dilepas, Ini 5 Jenis Bra yang Nyaman Dipakai Ibu Menyusui

Cara mengatasi laktosa intoleransi

1. Menghindari konsumsi laktosa

Hindari atau batasi konsumsi makanan dan minuman yang mengandung laktosa, seperti susu sapi, keju, yoghurt, dan makanan olahan yang menggunakan susu.

Baca label dengan cermat dan perhatikan adanya bahan-bahan yang mengandung laktosa seperti susu bubuk, whey, atau kasein.

2. Menggunakan produk pengganti laktosa

Ada produk pengganti laktosa yang tersedia di pasaran, seperti susu bebas laktosa atau suplemen enzim laktase.

Susu bebas laktosa telah diolah untuk menghilangkan laktosa, sedangkan suplemen enzim laktase dapat diminum sebelum atau bersamaan dengan makanan yang mengandung laktosa untuk membantu pencernaannya.

3. Mencari alternatif sumber kalsium

Susu dan produk susu adalah sumber kalsium yang penting. Apabila menghindari susu, pastikan mendapatkan kalsium dari sumber lain, seperti sayuran hijau tua (kale, bayam), kacang-kacangan, ikan berlemak, atau suplemen kalsium.

Baca Juga: Moms, Ini 5 Jenis Obat Herbal yang Bisa Membantu Melancarkan ASI

4. Mengonsumsi produk fermentasi

Beberapa orang dengan laktosa intoleransi dapat mentoleransi produk susu fermentasi seperti yoghurt atau kefir, karena proses fermentasi mengurangi kadar laktosa.

5. Minum susu bersama makanan

Pastikan untuk mengurangi dampak dari laktosa, Anda bisa mengonsumsi susu bersamaan dengan makanan. Hal ini menjadi salah satu yang dapat membantu mengurangi gejala mual.

Makanan dapat membantu menunda pengosongan lambung dan memperlambat penyerapan laktosa.

6. Menggunakan suplemen enzim laktase

Suplemen enzim laktase tersedia di pasaran dan dapat membantu dalam mencerna laktosa. Konsumsilah suplemen enzim laktase sebelum atau bersamaan dengan makanan yang mengandung laktosa.

Penting untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk mendapatkan saran yang lebih spesifik dan disesuaikan dengan kebutuhan individu.

Dokter dapat membantu dalam mengelola laktosa intoleransi dan menyusun rencana makan yang seimbang dan sesuai dengan kondisi.

Dari informasi di atas dapat menjadi pertimbangan dalam konsumsi susu bagi penderita intoleransi laktosa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Perdalam Iman Paskah Lewat 4 Film Kristiani Kisah Sengsara Yesus

Rekomendasi 4 film Paskah ini akan membawa Anda merasakan haru dan pengorbanan Yesus Kristus. Klik untuk daftar lengkapnya.

Jadwal Timnas Futsal Indonesia di AFF 2026, Langkah Garuda Pertahankan Gelar

Berikut ini jadwal Timnas Futsal Indonesia di AFF 2026, lengkap dengan lawan, jam tanding, dan peluang lolos fase gugur.​

Tren Tirai Lemari Dapur 2026 Bisa Bikin Dapur Rapi, Estetik, dan Lebih Hidup

Yuk, simak tren tirai lemari dapur yang bikin tampilan rapi, estetik, dan praktis tanpa harus selalu menata isi kabinet.​

Realme P4 Lite: Baterai 6300 mAh, Tawarkan Daya Tahan Ekstrem hingga 6 Tahun

Realme P4 Lite hadir dengan sistem pendingin VC 5.300+ mm² untuk performa maksimal. Lihat bagaimana fitur ini mengubah pengalaman gaming Anda.

Promo Wingstop April: Nikmati Ayam Lezat Hanya Rp 24 Ribuan, Hemat Maksimal

Bingung cari makan siang praktis dan ramah kantong? Wingstop punya solusinya. Dapatkan paket ayam komplit hanya Rp 24 ribuan.

Kesehatan Miss V Terancam, Cek 6 Makanan Pemicu Keputihan Ini

Kesehatan area intim perempuan sangat dipengaruhi asupan harian. Ketahui 6 makanan penyebab keputihan berikut ini.

Promo HokBen HUT ke-41 dengan GrabGood, GoFood, & ShopeeFood Diskon Spesial

Makan enak di HokBen lebih hemat. HUT ke-41 hadirkan promo spesial di GoFood, GrabFood, ShopeeFood. Temukan menu favoritmu dengan harga terbaik!

Anak Kecanduan Gadget? Ini 6 Solusi Ampuh yang Wajib Orang Tua Coba Terapkan

Membimbing anak di era digital memang menantang. Kini ada 6 cara efektif agar si kecil tak lagi kecanduan gadget dan tumbuh cerdas.

4 Manfaat Bawang Putih untuk Menjaga Kesehatan Tubuh

Ada beberapa manfaat bawang putih untuk menjaga kesehatan tubuh yang luar biasa. Cek di sini selengkapnya!  

Rahasia Upgrade Eksterior Rumah Tradisional Jadi Lebih Modern dan Estetik

Cek inspirasi berikut untuk upgrade eksterior rumah tradisional jadi lebih modern, estetik, dan nyaman tanpa renovasi besar.​