M O M S M O N E Y I D
Keluarga

Ini Tanda-Tanda Speech Delay pada Anak dan Langkah Awal Mengatasinya

Ini Tanda-Tanda Speech Delay pada Anak dan Langkah Awal Mengatasinya
Reporter: Tiyas Widya Septiana  |  Editor: Tiyas Septiana


MOMSMONEY.ID - Ketika anak menunjukkan tanda-tanda speech delay atau keterlambatan dalam berbicara, orangtua perlu segera mengatasinya. 

Setiap tahap pertumbuhan buah hati wajib diperhatikan oleh orangtua. Perkembangan motorik, sosial, hingga berbicara perlu mendapatkan perhatian ekstra.

Namun, sebelumnya, Anda perlu tahu jika setiap anak memiliki perkembangan yang berbeda sehingga tidak bisa dibandingkan satu dengan yang lainnya. 

Jika pada tahap atau usia tertentu anak mengalami gangguan perkembangan seperti speech delay, orangtua perlu mengambil langkah untuk mengatasinya.

Bersumber dari Instagram Direktorat PAUD Kemendikbud Ristek, speech delay jika dibiarkan bisa menjadi gangguan serius yang memengaruhi kecerdasan dan perilaku anak di masa depan.  

Baca Juga: Politeknik Ketenagakerjaan Buka Pendaftaran Calon Maba 2023, Ini Syaratnya

Tanda-tanda speech delay pada anak

Berikut tanda keterlambatan bicara yang biasa terjadi pada anak-anak, agar orangtua bisa segera mengambil tindakan lebih dini:

1. Anak tidak mengoceh saat memasuki usia 15 bulan. 

2. Tidak dapat mengucapkan kata yang jelas saat berumur 2 tahun. 

3. Anak idak mampu mengucapkan kalimat pendek ketika berusia 3 tahun. 

4. Kesulitan mengikuti petunjuk. 

5. Artikulasi atau pengucapan tidak jelas. 

6. Sulit menyatukan kata-kata dalam sebuah kalimat. 

Langkah awal mengatasi speech delay

Jika Anda menemukan tanda-tanda speech delay seperti keterangan di atas, berikut ini langkah awal yang perlu dilakukan untuk mengatasi gangguan ini.

  • Memperhatikan gerak-gerik anak

Perhatikan dengan seksama gerak-gerik buah hati lalu berikan respon sesuai dengan gerakan si kecil. Dengan langkah tersebut anak bisa terlatih untuk menyampaikan apa yang mereka inginkan. 

Contohnya, berkata "dadah" saat anak memberikan lambaian tangan. Anda juga bisa merespon dengan kalimat singkat saat buah hati menunjuk pada suatu benda. 

Baca Juga: Ikut UTBK-SNBT 2023 di ITB? Simak Tata Tertib Peserta yang Perlu Dipatuhi

  • Sering mengajak berkomunikasi

Langkah selanjutnya adalah saat anak belum lancar merespon kata-kata. Si kecil mungkin belum bisa dengan lancar merespon dengan perkataan yang Anda sampaikan.

Meskipun demikian orangtua tetap bisa mengajak buah hati berkomunikasi dengan berbicara dan bercerita. Anda bisa membacakan buku bacaan dongeng kesukaan anak atau menceritakan pengalaman sehari-hari. 

  • Merespons saat anak berbicara

Berikan respons yang menyenangkan dan antusias saat si kecil berbicara kata-kata apapun. Jika ejaan kata yang dia ucapkan kurang tepat, Anda tidak perlu langsung mengoreksinya. 

Biarkan anak mengucapkan apapun yang dia inginkan dan berikan respons positif untuk meningkatkan motivasinya. 

  • Membatasi penggunaan gadget

Penggunaan gadget juga mempengaruhi perkembangan bicara anak. Anak-anak usia prasekolah hanya direkomendasikan menggunakan gadget maksimal 2 jam dalam sehari. 

Hal ini dikarenakan mereka sedang dalam masa belajar terutama berbicara. Kemampuan berbicara membutuhkan interaksi dua arah. 

Sedangkan komunikasi dengan gadget hanya bersifat satu arah saja. Anak hanya dapat merespons dengan mendengarkan tanpa ada interaksi timbal balik. 

Baca Juga: Ini Cara yang Benar Menanam Bunga Anggrek, Pas Buat Hobi dan Bisnis

  • Menggunakan kosa kata yang benar

Banyak orangtua atau keluarga yang menggunakan kosa kata yang tidak benar seperti kata-kata cadel saat berbicara dengan anak kecil. 

Jika Anda atau keluarga masih menggunakan cara ini, segera hentikan. Gunakan kosa kata yang baik dan benar untuk menstimulasi kemampuan berbicara anak. 

Saat buah hati mengucapkan kata-kata yang kurang tepat seperti "Aku mau num tutu", orang tua bisa segera mengulangi kalimat dengan "Oh, adik mau minum susu".

  • Berkonsultasi dengan dokter

Cara terakhir untuk mengatasi keterlambatan bicara atau speech delay anak adalah dengan berkonsultasi pada dokter. 

Dokter biasanya akan melakukan beberapa tes untuk mengetahui masalah dasar yang dialami anak seperti tes mendengarkan hingga terapi berbicara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Bargain Hunting, Harga Emas Dunia Naik Kembali ke Kisaran US$ 5.000

Kemampuan emas untuk stabil di atas ambang batas US$ 5.000 akan menentukan pasar dapat beralih dari pemantulan reaktif ke kenaikan berkelanjutan.

Mothercare Gandeng Klamby dan KAMI Luncurkan Koleksi Ramadan

Mothercare Indonesia meluncurkan koleksi busana Ramadan melalui kolaborasi dengan merek modest wear lokal Klamby dan KAMI untuk keluarga.

Promo Trans Snow World Surabaya Valentine, Jangan Lewatkan Diskon Tiket Berdua Ini

Momen Valentine makin berkesan dengan promo Trans Snow World Surabaya. Dapatkan 2 tiket salju hemat, lengkap, gratis sepatu & kereta gantung.

Terintegrasi dengan Mal, Artotel Living World Grand Wisata Bekasi Resmi Beroperasi

​Kehadiran Artotel Living World Grand Wisata Bekasi menambah pilihan akomodasi di kawasan timur Bekasi.

Untung Besar Menyambut Imlek 2026! Wingstop Tebar Promo Lucky Deal, Hemat 50% Lebih

Rayakan Imlek 2026! Wingstop beri diskon lebih dari 50% untuk paket Lucky Deal. Amankan promo hematnya sebelum tanggal 17 Februari.

Deadline Qadha Puasa 2025: Ini Batas Akhir sebelum Ramadhan 2026, Jangan Tunda Lagi!

Membayar utang atau qadha puasa Ramadhan 2025 ada batas akhirnya. Ketahui tanggal pasti sebelum Ramadhan 2026 agar ibadah sempurna.

Memilih Cat yang Tepat Jadi Tantangan, WarnaGo Buka Gerai di Tangerang

Memilih cat rumah tidak hanya soal selera, WarnaGo membuka gerai di Tangerang seiring peningkatan kebutuhan akan produk pengecatan. 

Sambut Ramadan, Bata Luncurkan Koleksi Alas Kaki Terbaru untuk Seluruh Keluarga

Mennyambut momentum Ramadan 2026, Bata memperkenalkan koleksi alas kaki terbaru yang ditujukan untuk menemani berbagai aktivitas.

IHSG Masih Tertekan, Cek Rekomendasi Saham BRI Danareksa Sekuritas Senin (9/2)

IHSG kembali melemah pada perdagangan terakhir dan turun 2,08% ke level 7.935​. Cek rekomendasi saham pilihan BRI Danarekss Sekuritas Senin (9/2).

Potensi Hujan Sedang, Lebat, Hingga Petir, Ini Prakiraan Cuaca Jakarta Besok (10/2)

Hujan intensitas sedang hingga lebat serta hujan petir berpotensi turun di sejumlah wilayah Jakarta pada waktu yang beragam besok (10/2).