M O M S M O N E Y I D
BisnisYuk

Ini Strategi Green Pramuka City di Tengah Tekanan Pasar Properti Jakarta

Reporter: Francisca Bertha Vistika  |  Editor: Francisca bertha


MOMSMONEY.ID -  Di tengah ketidakpastian ekonomi dan tekanan inflasi pada 2025, pengembang apartemen Green Pramuka City meluncurkan program Boombastis Deals yang menawarkan skema cicilan ringan untuk hunian di kawasan Jakarta Pusat. Langkah ini dinilai sebagai upaya menjangkau segmen pasar yang sensitif terhadap harga, tanpa harus bergeser ke wilayah penyangga.

Head of Communications Green Pramuka City, Lusida Sinaga, menyatakan bahwa pihaknya melihat adanya kebutuhan masyarakat terhadap hunian terjangkau yang masih berada dalam jangkauan pusat kota.

“Kalau bisa memiliki hunian terjangkau di Jakarta, masyarakat tentu tidak perlu jauh-jauh membeli hunian di luar Jakarta,” ujarnya dalam keterangan tertulis, yang dikutip Rabu (21/5). 

Melalui program tersebut, pengembang menawarkan cicilan mulai dari Rp3 juta per bulan dengan skema bunga tetap 3,5% selama tiga tahun. Ini merupakan penyesuaian dari suku bunga sebelumnya di kisaran 5,47%.

Baca Juga: Pasar Properti Hunian di Karawang Tetap Semarak

Selain itu, pembeli juga mendapat fasilitas bebas Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 100%, mengikuti insentif fiskal yang diberikan pemerintah hingga akhir Juni 2025.

Lusida menyebut bahwa harga tersebut berlaku untuk unit apartemen dua kamar tidur, serta tersedia juga opsi pembelian tunai dengan harga diskon untuk unit unfurnished.

Di sisi lokasi, proyek ini berada dalam jangkauan beberapa moda transportasi publik, seperti halte Transjakarta dan stasiun LRT yang sedang dalam tahap pembangunan. Fasilitas penunjang seperti pusat perbelanjaan juga sudah tersedia di dalam kawasan.

Kombinasi antara insentif fiskal pemerintah dan strategi penyesuaian harga oleh pengembang menunjukkan adanya tekanan dari sisi permintaan di sektor properti, terutama di segmen menengah. Pengembang diperkirakan akan terus mengandalkan stimulus seperti pembebasan PPN dan bunga rendah untuk menjaga pergerakan pasar di tengah ketidakpastian ekonomi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

5 Wilayah Kompak Berawan, Cek Prakiraan Cuaca Bali Besok (22/9)

BMKG memprakirakan cuaca Bali besok bervariasi, dengan 5 wilayah berawan dan suhu udara mencapai 30°C. Simak prakiraan lengkapnya!

Hujan Guyur Mayoritas Wilayah Sumatera Utara Besok (22/9), Cek Prakiraan Cuaca

BMKG memprakirakan hujan ringan mendominasi cuaca Sumatera Utara besok. Suhu terendah 17°C dan tertinggi 34°C. 

Interaksi Obat Asam Urat dan Alkohol Punya Dampak Buruk bagi Tubuh

Obat asam urat alopurinol berinteraksi buruk dengan alkohol hingga antibiotik. Lihat daftar bahaya dan efek samping obat yang tersembunyi.

Antisipasi Udara Kabur, Pantau Prakiraan Cuaca Sumatera Selatan Besok (22/9)

BMKG Memprakirakan Cuaca Sumatera Selatan besok bervariasi dari hujan ringan hingga udara kabur di sejumlah wilayah. Cek prakiraan selengkapnya!

Prakiraan Cuaca Sumatera Barat Besok (22/9), Pariaman Berpotensi Hujan Petir

BMKG memprakirakan hujan di 18 wilayah Sumatera Barat besok, termasuk hujan petir di Kota Pariaman. Simak prakiraan selengkapnya!

Promo Alfamart Beauty Fair 16-30 September 2026, Lavojoy-Npure Diskon hingga 50%

Promo Alfamart Beauty Fair periode 16-30 September 2026, cek katalognya di sini sebelum belanja di Alfamart terdekat.

Memakai Masker saat Berkendara Tidak Cukup, Ini Cara biar Perlindungan Lebih Optimal

Jenis masker, cara penggunaan, hingga perlengkapan perlindungan lainnya juga perlu diperhatikan agar perlindungan lebih optimal.

Hujan Guyur 4 Wilayah, Cek Prakiraan Cuaca Jawa Barat Besok (22/9) dan Lusa

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Barat Selasa-Rabu didominasi berawan, dengan hujan ringan di sejumlah wilayah.

Garmin Run 2026 Jadi Ruang Pelari Bertumbuh, dari 5K hingga Half Marathon

​Garmin Run Indonesia 2026 mengajak 8.000 pelari menikmati proses berkembang, dari langkah pertama hingga menuntaskan half marathon.

Mahasiswa Ternyata Bisa Jadi Peneliti Sebelum Lulus, Ini Contohnya

​Belum lulus kuliah, mahasiswi i3L University Bianca Haidi sudah mengembangkan riset di sejumlah negara.