MOMSMONEY.ID - Tinggal menghitung hari, bulan puasa akan dijalani. Menjalani bulan suci Ramadan yang identik dengan menahan diri dan memperdalam makna spiritual perlu banyak yang dilakukan. Sebut saja menjaga kesehatan fisik dan menyeimbangkan emosional diri.
Di tengah tekanan pekerjaan, distraksi digital, hingga tuntutan sosial, AQUA meluncurkan kampanye #TemanAdemRamadan. Inisiatif ini mengajak masyarakat menjaga keseimbangan fisik dan ketenangan hati agar Ramadan dapat dijalani dengan lebih sehat dan bermakna.
Marketing Director AQUA, Adisti Nirmala mengatakan bahwa Ramadan saat ini dijalani dalam dinamika kehidupan yang semakin kompleks. AQUA memahami bahwa ibadah Ramadan dijalani di tengah tantangan fisik dan emosional yang nyata. Terinspirasi dari kesejukan alami AQUA, inisiatif #TemanAdemRamadan hadir untuk membantu masyarakat menjaga tubuh tetap segar melalui hidrasi berkualitas, sekaligus merawat ketenangan hati di setiap momen penting Ramadan.
"Kampanye #TemanAdemRamadan dilakukan untuk menemani semua konsumen. Khususnya ingin menjangkau Gen-Z. Dimana AQUA hadirkan kemasan edisi khusus dengan berbagai kutipan ekspresif yang dekat dengan keseharian. Diharapkan dapat menjadi pengingat sederhana untuk menebarkan keademan kepada lebih banyak orang," ujar Adisti di acara Ngadem Sore Bareng AQUA #TemanAdemRamadan, di Jakarta, Jumat (13/2).
Baca Juga: 724.965 Tiket Kereta Api Telah Terjual untuk Periode Libur Panjang Imlek
Ustadz Muhammad Assad menegaskan bahwa makna puasa jauh melampaui sekadar menahan lapar dan dahaga. Disebutkan Muhammad Assad, Ramadan bukan hanya soal menahan haus dan lapar, tetapi melatih jiwa agar tetap tenang dan sabar. Ketika seseorang mampu menjaga lisan, menahan amarah, dan bersikap bijak di situasi yang memancing emosi, di situlah ia memaknai puasa dengan sebenar-benarnya.
"Adem bukan sekadar rasa, melainkan cerminan kematangan iman,” jelasnya.
Ia menambahkan, tindakan sederhana seperti menahan komentar pedas di media sosial, memberi jalan di kemacetan, atau memilih diam saat emosi memuncak adalah bentuk ibadah yang kerap terlupakan.
Publik Figur, Vebby Palwinta turut berbagi pengalamannya menjalani Ramadan di tengah kesibukan. Menurut Vebby, Ramadan itu ritmenya berubah total. Bangun lebih pagi untuk sahur, siangnya tetap beraktivitas, sore biasanya sudah mulai drop. Di momen seperti itu dirinya belajar mengenali sinyal tubuh, kalau mulai pusing atau gampang tersinggung, biasanya karena kurang cairan dan kurang jeda.
"Jadi saya biasakan minum cukup saat sahur dan berbuka, lalu ambil waktu sebentar untuk pause sebelum merespons sesuatu. Hal kecil itu ternyata bikin adem, maka ibadah dan interaksi jadi lebih terjaga," kata Vebby.
Baca Juga: Kadar Asam Urat Tinggi? Coba 5 Minuman Ini Tiap Pagi!
Dengan kandungan mineral alaminya, AQUA memiliki kesejukan alami yang dapat memberikan rasa adem bagi badan dan pikiran saat dikonsumsi. Bahkan berdasarkan uji produk, 9 dari 10 orang setuju bahwa AQUA terasa sejuk meski tanpa didinginkan. Sebagai merek yang telah hadir selama puluhan tahun, AQUA menekankan pentingnya hidrasi berkualitas sebagai fondasi menjalani puasa secara optimal, mulai dari sahur, berbuka, hingga aktivitas tarawih dan perjalanan.
Sebagai #TemanAdemRamadan, AQUA menghadirkan sejumlah inisiatif yang mendampingi masyarakat menjalani Ramadan dengan lebih adem:
● Teras Adem AQUA, ruang jeda dan rehat bagi masyarakat untuk recharge di tengah kesibukan Ramadan.
● Konten reflektif seperti Kajian Adem bareng AQUA, yang mengajak generasi muda menjaga keseimbangan fisik dan emosional.
● Kemasan edisi khusus Ramadan, sebagai medium empati dan ekspresi yang menjadi trigger kecil untuk aksi adem dalam keseharian.
“Kami berharap #TemanAdemRamadan menjadi gerakan yang mengajak masyarakat menjalani Ramadan dengan lebih tenang dan penuh makna. Dengan tubuh terhidrasi baik dan hati yang lebih adem, insya Allah Ramadan dapat dijalani dengan lebih sehat, lebih sabar, dan lebih bermakna,” tutur Adisti.
Baca Juga: Kapan Puasa 2026? Ini Jadwal Sidang Isbat Awal Ramadan 1447 H
Selanjutnya: Menteri Bahlil Kaji Stop Ekspor Timah Mulai Tahun Depan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News