M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

Ini Kata Manulife AM (MAMI) Tentang Dampak Tarif Resiprokal Hingga Potensi Resesi AS

Ini Kata Manulife AM (MAMI) Tentang Dampak Tarif Resiprokal Hingga Potensi Resesi AS
Reporter: Danielisa Putriadita  |  Editor: Danielisa Putriadita


MOMSMONEY.ID - Memasuki kuartal II 2025, pasar finansial global melemah tajam setelah Amerika Serikat (AS) mengumumkan rincian tarif resiprokal perdagangan untuk mitra-mitra perdagangannya. PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) memberikan pandangan mengenai efek tarif resiprokal AS tersebut. 

Di awal April, bursa saham Shanghai, Tokyo, Sidney hingga Hong Kong turun drastis. Begitupun bursa saham Eropa. Hal tersebut menyusul kemerosotan saham global usai Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif baru antara 10%-46% di sebagian negara. 

Namun, pergerakan bursa saham global masih belum pulih untuk waktu lama meski rencana pengenaan tarif sudah sering disampaikan sebelumnya.

Syuhada Arief, Senior Portfolio Manager Fixed Income PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) mengatakan dalam keterangan tertulis, Kamis (29/4), pasar memang masih bereaksi sangat negatif karena besaran tarif resiprokal ini ternyata jauh lebih tinggi dibandingkan ekspektasi, yang didapatkan dari formula yang juga tidak umum digunakan. 

Biasanya tarif resiprokal ditentukan berdasarkan selisih tarif perdagangan yang ada antar dua pihak atau dua negara, namun parameter yang digunakan AS kali ini adalah berdasarkan selisih defisit perdagangan. 

Alhasil, semakin besar defisit perdagangan AS terhadap suatu negara, maka semakin tinggi juga negara tersebut terkena tarif resiprokal oleh AS. 

Dengan kalkulasi tersebut, ada negara-negara yang terkena tarif sampai 49%, sehingga pasar khawatir pada potensi terjadinya disrupsi perdagangan global.

Baca Juga: China: Tunduk dengan Tarif Trump Sama Saja dengan Minum Racun

Resesi AS

Seiring memanasnya perang tarif, wacana mengenai potensi resesi di AS juga kembali mengemuka. Syuhada Arief mengatakan Di akhir 2024, terpilih kembalinya Donald Trump sebagai Presiden AS membawa narasi positif bagi ekonomi AS, didukung oleh harapan kebijakan yang pro-bisnis.

Namun memasuki 2025, harapan ini memudar digantikan kekhawatiran resesi yang justru mengemuka, seiring dengan bahwa perang tarif dapat berdampak pada kenaikan harga barang di AS, turunnya konsumsi, dan akhirnya memicu pelemahan pertumbuhan ekonomi di AS.

Tarik ulur negosiasi tarif resiprokal yang dijadwalkan berlangsung sepanjang kuartal kedua ini juga memperpanjang periode ketidakpastian, menjadi faktor yang dapat menambah hambatan pada roda ekonomi. 

Jadi memang wajar jika berbagai lembaga merevisi naik probabilitas resesi AS 12 bulan ke depan. "Tetapi apakah resesi adalah suatu kepastian, itu yang kita tidak tahu," kata Syuhada. 

Yang pasti, periode negosiasi 90 hari terkait tarif resiprokal adalah periode krusial yang menentukan ke mana arah perdagangan, inflasi, suku bunga, dan pertumbuhan ekonomi dunia akan dibawa.

"Kita harapkan semua pihak dapat bernegosiasi dengan kepala dingin," kata Syuhada. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

15 Makanan Diet yang Mengenyangkan untuk Menggantikan Nasi

Apa saja makanan diet yang mengenyangkan untuk menggantikan nasi, ya? Intip daftarnya di sini, yuk! 

13 Makanan Rendah Kalori yang Bagus Dikonsumsi saat Diet

Mari intip beberapa makanan rendah kalori yang bagus dikonsumsi saat diet berikut ini. Apa saja, ya?

12 Makanan dan Minuman yang Harus Dihindari jika Ingin Berat Badan Turun

Intip sejumlah makanan dan minuman yang harus dihindari jika ingin berat badan turun. Apa sajakah itu?

8 Makanan dan Minuman Sehari-Hari yang Terpapar Mikroplastik Paling Banyak

Ini dia beberapa makanan dan minuman sehari-hari yang terpapar mikroplastik paling banyak. Apa saja?  

Pasar Kripto Rebound, Pantau 5 Kripto Top Gainers 24 Jam Terakhir!

Di pasar yang rebound, Humanity Protocol salah satu yang menghuni kripto top gainers 24 jam terakhir. 

Begini Cara Mendorong Perempuan Muda Berani Masuk Dunia Teknologi

​Melalui Amazon Girls’ Tech Day, para siswi mendapat pengalaman belajar langsung di bidang AI dan teknologi digital.    

Dari Rumah ke Waste Station, Kampanye Ini Ajak Warga Kurangi Sampah Plastik

​SoSoft bersama Rekosistem menghadirkan waste station di Padalarang untuk mendorong warga memilah dan menyetor sampah plastik dari rumah  

Ada Tengah Bulan Cuan Blibli, Ini Berbagai Kebutuhan yang Bisa Dibeli Sambut Ramadan

Blibli menghadirkan Tengah Bulan Cuan yang berlangsung pada 15-16 Februari 2026. Ada produk Buy 1 Get 1 hingga diskon sampai Rp 500.000.

Harga Emas Global Rebound Setelah Tumbang 3% Kemarin, Ini Penyebabnya!

Meskipun bergejolak, harga emas diperkirakan akan menutup minggu ini dengan kinerja relatif stabil. 

Nutella Siapkan THR Gift Set dan Donasi Takjil di Ramadan

​Setiap unggahan resep Nutella selama periode Ramadan akan disalurkan dalam bentuk menu berbuka untuk anak-anak yang membutuhkan.