M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

Ini Deretan Saham Indeks LQ45 Terbaru Berlaku 1 Agustus 2025, Apa Dampaknya?

Ini Deretan Saham Indeks LQ45 Terbaru Berlaku 1 Agustus 2025, Apa Dampaknya?
Reporter: Sanny Cicilia  |  Editor: Sanny Cicilia


MOMSMONEY.ID - Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan evaluasi mayor untuk saham-saham dalam Indeks LQ45. Deretan konstituen baru akan berlaku pada 1 Agustus sampai 31 Oktober 2025. 

Dari hasil evaluasi, ada saham yang baru masuk dan ada yang keluar. Saham yang masuk ke dalam Indeks LQ45 yaitu AADI, SCMA

Sedangkan saham keluar dari Indeks LQ45 yaitu ESSA, SIDO

Baca Juga: ESG SIDO: Mitigasi Perubahan Iklim Untuk Kelancaran Usaha

Baca Juga: Strategi ESG Grup Emtek: Hijaukan Portofolio Investasi Hingga Lokasi Sinetron

Mengutip BEI, Indeks LQ45 yaitu indeks yang mengukur kinerja harga dari 45 saham yang memiliki likuiditas tinggi, kapitalisasi pasar besar, serta didukung oleh fundamental perusahaan yang baik.

Dari indeks ini bisa dilihat, bobot terbesar dalam Indeks LQ45 yaitu saham BBRI dan BBCA, yaitu masing-masing 15%. Ini artinya, kedua saham ini memiliki bobot cukup besar dalam menggerakkan indeks. 

Mengutip channel BRI Danareksa Sekuritas Senin (28/7), indeks dibuat untuk mengukur performa sekelompok saham tertentu yang memenuhi kriteria likuiditas, kapitalisasi pasar, dan fundamental. Indeks LQ45 untuk mengukur saham paling likuid dan aktif ditransaksikan. 

Evaluasi indeks menjadi perhatian karena menjadi acuan untuk investor, pengelola dana, hingga penerbit ETF. 

Saham yang masuk Indeks LQ45 biasanya langsung mendapat sentimen positif karena dibeli oleh pengelola reksadana indeks, ETF, dan fund manager. Lalu ada peningkatan volume dan likuiditas. Harga juga cenderung naik jelang tanggal efektif berlaku. 

Sedangkan saham yang keluar dari indeks bisa tertekan karena potensi dijual oleh institusi (outflow), turunnya likuiditas, dan sentimen pasar jadi negatif. 

Namun, dia mengingatkan, efek ini hanya sementara. Kenaikan atau penurunan harga umumnya hanya jangka pendek. Setelah itu, harga akan kembali mencerminkan fundamentalnya. 

Baca Juga: ESG Grup Barito: Aksi Hijau Kalah Kinclong, Dibanding Untung Saham

Baca Juga: ESG dan Keberlanjutan Grup MAP: Bergerak Super Selektif demi Pertumbuhan Positif

Berikut susunan saham Indeks LQ45 terbaru periode 1 Agustus 2025 - 31 Oktober 2025 berdasarkan data BEI:

No. Kode Rasio Free Float Bobot pada Indeks
Pra
Evaluasi
Pasca Evaluasi Keterangan
Tetap/Naik/
Turun/Baru
1 AADI 21,83% - 0,74% Baru
2 ACES 39,99% 0,20% 0,20% Tetap
3 ADMR 12,53% 0,40% 0,38% Turun
4 ADRO 28,54% 1,18% 1,07% Turun
5 AKRA 32,55% 0,51% 0,50% Turun
6 AMMN 17,62% 6,47% 6,22% Turun
7 AMRT 42,49% 2,45% 2,40% Turun
8 ANTM 34,84% 1,57% 1,54% Turun
9 ARTO 26,93% 0,40% 0,39% Turun
10 ASII 44,97% 5,57% 5,45% Turun
11 BBCA 42,89% 13,72% 15,00% Naik
12 BBNI 39,49% 3,71% 3,62% Turun
13 BBRI 46,62% 14,49% 15,00% Naik
14 BBTN 40,26% 0,41% 0,40% Turun
15 BMRI 38,78% 10,46% 10,14% Turun
16 BRIS 9,23% 0,71% 0,70% Turun
17 BRPT 27,19% 3,48% 3,41% Turun
18 CPIN 34,14% 1,74% 1,70% Turun
19 CTRA 42,84% 0,46% 0,45% Turun
20 EXCL 26,50% 0,97% 0,75% Turun
21 GOTO 77,04% 3,28% 3,19% Turun
22 ICBP 19,47% 1,47% 1,44% Turun
23 INCO 20,39% 0,49% 0,48% Turun
24 INDF 48,10% 2,17% 2,13% Turun
25 INKP 38,29% 0,81% 0,80% Turun
26 ISAT 16,34% 0,75% 0,74% Turun
27 ITMG 34,74% 0,56% 0,54% Turun
28 JPFA 41,01% 0,50% 0,49% Turun
29 JSMR 24,82% 0,40% 0,39% Turun
30 KLBF 38,40% 1,68% 1,63% Turun
31 MAPA 30,70% 0,35% 0,34% Turun
32 MAPI 49,00% 0,58% 0,57% Turun
33 MBMA 29,45% 1,02% 1,00% Turun
34 MDKA 46,58% 1,72% 1,68% Turun
35 MEDC 23,40% 0,49% 0,45% Turun
36 PGAS 43,02% 1,04% 1,02% Turun
37 PGEO 10,24% 0,43% 0,42% Turun
38 PTBA 32,76% 0,57% 0,56% Turun
39 SCMA 15,47% - 0,13% Baru
40 SMGR 48,55% 0,50% 0,49% Turun
41 SMRA 47,51% 0,20% 0,19% Turun
42 TLKM 47,21% 8,22% 8,06% Turun
43 TOWR 36,79% 0,91% 0,78% Turun
44 UNTR 35,16% 1,94% 1,90% Turun
45 UNVR 14,49% 0,54% 0,53% Turun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Video Terkait

TERBARU

Hasil Thailand Masters 2026: 6 Wakil Indonesia ke Final, Segel 2 Gelar Juara

Hasil Thailand Masters 2026 Babak Semifinal Sabtu (31/1), 6 wakil Indonesia menembus partai final dan menyegel 2 gelar juara.

Harga Bitcoin Bergerak Liar, Investor Disarankan Berhati-hati

Volatilitas tinggi menandakan pasar belum sepenuhnya tenang setelah gelombang jual atau likuidasi besar. 

Aset Kripto Ini Bertahan di Puncak Kripto Top Gainers saat Pasar Rontok

Kripto Canton, salah satu yang bertahan naik dan menghuni kripto top gainers 24 jam terakhir.       

Harga Emas Pekan Ini Ditutup Ambles di bawah US$ 5.000, Ini Penyebabnya!

Pada perdagangan intraday Jumat, emas sempat ambles 12%, penurunan terbesar dalam empat dekade atawa awal 1980-an.

Musikal Perahu Kertas Resmi Berlayar, Tampil hingga 15 Februari di Ciputra Artpreneur

Musikal Perahu Kertas resmi berlayar, tampil hingga 15 Februari 2026 di Ciputra Artpreneur Jakarta dengan total 21 pertunjukan.​

Samsung Galaxy A55: Desain Mewah Mirip S24, Performa Ngebut di Kelas Menengah

Samsung Galaxy A55 hadir dengan desain bingkai logam dan layar OLED adaptif 120Hz, sangat mirip S24+.  

7 Khasiat Konsumsi Buah Melon untuk Kesehatan Tubuh yang Luar Biasa

Ternyata ini, lho, khasiat konsumsi buah melon untuk kesehatan tubuh yang luar biasa. Apa saja?        

Rekomendasi HP Kamera 200 MP: Pilihan Terbaik Januari 2026, Foto Sejernih DSLR

HP kamera 200 MP menjanjikan lompatan kualitas foto. Ketahui bagaimana teknologi ini akan mengubah pengalaman fotografi Anda.

Harga Emas Antam Sabtu 31 Januari 2026 Turun

Harga dasar emas batangan Antam ukuran 1 gram dibanderol Rp 2.860.000 Sabtu (31/1/2026), turun Rp 260.000 dibanding harga Jumat (30/1/2026).

Anjlok Parah Harga Emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Hari Ini Sabtu (31/1/2026)

Harga emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Sabtu (31/1/2026) kompak turun. Emas Galeri 24 1 gram jadi Rp 3.171.000, emas UBS Rp 3.186.000