MOMSMONEY.ID - Cek yuk sebelum terlambat, cara atur kamar tidur yang tepat bisa membuat tidur Anda lebih nyenyak dan bangun lebih segar setiap hari.
Banyak orang menganggap kamar tidur hanya sebagai tempat tidur, padahal fungsinya jauh lebih penting dari itu. Ruangan ini menjadi area utama untuk memulihkan energi, menenangkan pikiran, dan menjaga kesehatan mental.
Tanpa disadari, kebiasaan menaruh barang tertentu justru membuat kamar terasa sumpek dan tidak nyaman. Melansir dari Southern Living, para desainer interior menekankan pentingnya menciptakan kamar tidur yang bebas distraksi visual dan emosional.
“Kamar tidur idealnya menjadi ruang paling tenang di rumah, tempat seseorang bisa benar-benar beristirahat dari hiruk pikuk aktivitas harian,” ujar Molly Basile, desainer interior asal South Carolina.
Baca Juga: Perubahan Kecil di Dapur Ini Terbukti Ampuh Cegah Bau dan Bikin Hunian Lebih Bersih
Pencahayaan atas yang terlalu terang
Lampu utama yang terlalu terang sering menjadi penyebab kamar terasa kaku dan tidak rileks. Cahaya tajam di malam hari dapat membuat mata sulit beradaptasi dengan waktu tidur.
Banyak ahli menyarankan penggunaan lampu meja atau lampu dinding dengan cahaya lembut agar suasana lebih hangat. Pencahayaan seperti ini membantu tubuh bersiap untuk istirahat secara alami.
Warna netral yang terasa membosankan
Warna netral memang aman, tetapi jika tidak dipadukan dengan tekstur atau aksen, kamar tidur bisa terasa datar. Tirai tipis atau jendela tanpa penutup juga kerap membuat cahaya luar masuk berlebihan.
Tirai berlapis dengan bahan lebih tebal tidak hanya membantu menghalangi cahaya, tetapi juga membuat ruangan terasa lebih hidup. Perpaduan warna lembut dan tekstur alami terbukti memberi efek menenangkan.
Posisi tempat tidur yang menyudut
Menata tempat tidur secara diagonal mungkin terlihat unik, tetapi sering kali menyulitkan aktivitas sehari-hari. Posisi ini membuat jarak ke meja samping tidak nyaman dan menciptakan celah yang mengganggu.
Dalam jangka panjang, tata letak seperti ini bisa memengaruhi rasa nyaman saat beristirahat. Penempatan lurus dan seimbang justru membantu menciptakan suasana lebih stabil.
Baca Juga: Tren Desain Interior 2026: Rumah Hangat yang Fokus Pada Kenyamanan
Area kerja di dalam kamar tidur
Membawa pekerjaan ke kamar tidur sudah menjadi kebiasaan banyak orang, terutama sejak bekerja fleksibel semakin umum. Namun, keberadaan meja kerja dan laptop membuat pikiran sulit benar-benar beristirahat.
Otak cenderung tetap aktif meski tubuh ingin tidur. Karena itu, kamar tidur sebaiknya dijaga sebagai ruang bebas dari urusan pekerjaan.
Dekorasi tanpa makna pribadi
Mengisi kamar tidur dengan pajangan yang tidak memiliki arti emosional sering kali hanya menjadi pengisi ruang. Padahal, kamar tidur adalah ruang paling personal di rumah.
Dekorasi yang memiliki kenangan atau cerita akan menciptakan rasa nyaman secara emosional. Tidak masalah membiarkan dinding kosong selama ruangan terasa jujur dan menenangkan.
Televisi berukuran terlalu besar
Menonton televisi dari tempat tidur memang terasa menyenangkan, tetapi layar yang terlalu besar bisa mendominasi ruangan. Kamar tidur pun kehilangan kesan tenangnya dan berubah seperti ruang hiburan.
Jika ingin tetap menempatkan televisi, ukuran yang proporsional jauh lebih disarankan. Dengan begitu, keseimbangan visual kamar tetap terjaga.
Warna-warna yang terlalu mencolok
Warna cerah dan kontras tinggi cenderung membuat otak tetap aktif. Efek ini kurang cocok untuk kamar tidur yang seharusnya memberi rasa tenang.
Warna lembut seperti krem, pastel, atau abu-abu hangat lebih mendukung suasana relaks. Pemilihan warna yang tepat membantu tubuh lebih cepat beradaptasi dengan waktu istirahat.
Baca Juga: Rekomendasi Warna Cat Netral Favorit Desainer untuk Rumah yang Lebih Elegan
Meja samping tempat tidur yang penuh barang
Meja samping yang dipenuhi barang sering memicu rasa tidak nyaman tanpa disadari. Bangun tidur dengan melihat tumpukan barang bisa membuat pikiran langsung terasa lelah.
Idealnya, meja ini hanya diisi benda penting seperti lampu atau buku. Meja dengan laci membantu menjaga tampilan tetap rapi dan menenangkan.
Kamar tidur yang nyaman bukan soal dekorasi mahal atau tren terbaru. Yang terpenting adalah bagaimana ruangan tersebut mendukung kualitas istirahat dan ketenangan pikiran.
Dengan mengurangi barang yang tidak perlu, kamar tidur bisa menjadi ruang pemulihan yang sesungguhnya. Perubahan kecil ini berdampak besar pada kualitas tidur dan keseharian. Tidur lebih nyenyak, bangun pun terasa lebih segar.
Selanjutnya: Investor Hati-Hati, Indeks Wall Street Melemah Jelang Laporan Data NFP AS
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News