InvesYuk

Ini 10 Instrumen Investasi yang Rendah Risiko untuk Pemula

Ini 10 Instrumen Investasi yang Rendah Risiko untuk Pemula

MOMSMONEY.ID - Apa saja instrumen investasi yang rendah risiko untuk pemula, ya?  

Berinvestasi sering kali terdengar menakutkan bagi pemula. Banyak orang khawatir akan risiko kehilangan modal atau merasa bingung memilih instrumen yang tepat.

Sebenarnya, investasi tidak selalu identik dengan risiko tinggi. Ada banyak instrumen investasi rendah risiko yang bisa menjadi pilihan aman untuk pemula, sambil tetap memberikan peluang keuntungan.

Investasi rendah risiko umumnya memberikan imbal hasil (return) yang lebih stabil, meskipun tidak sebesar investasi berisiko tinggi seperti saham atau kripto.

Baca Juga: Dasar-Dasar Investasi Saham yang Perlu Diketahui Sebelum Mencobanya

Namun, bagi Anda yang baru mulai, keamanan modal dan kestabilan keuntungan jauh lebih penting. Menyadur laman Deposito BPR, berikut ini daftar instrumen investasi yang rendah risiko untuk pemula:

1. Reksadana Pasar Uang

Instrumen pertama yang ramah pemula adalah Reksa Dana Pasar Uang (RDPU). Dibandingkan dengan jenis reksa dana lainnya, RDPU punya risiko paling rendah.

Kenapa begitu? Karena dana yang terkumpul akan ditempatkan pada deposito atau surat berharga dengan jatuh tempo di bawah satu tahun. Modal yang dibutuhkan sangat terjangkau. Anda bahkan bisa mulai berinvestasi dengan Rp 50.000 saja.

2. Obligasi Pemerintah

Jika biasanya kita enggan berurusan dengan utang, lain halnya dengan utang negara. Pemerintah kerap mengeluarkan surat utang atau obligasi untuk menghimpun dana dari masyarakat.

Sebagai gantinya, investor akan menerima imbal hasil berupa kupon dengan nilai tetap setiap bulan. Stabilitas inilah yang membuat obligasi pemerintah diminati, karena memberikan keuntungan pasti sekaligus relatif aman.

Baca Juga: Sukuk Negara Ritel SR023 Mulai Dijual Hari Ini, Kupon Tetap 5,80% dan 5,95%

3. Sertifikat Deposito

Produk ini merupakan simpanan di bank yang hanya bisa dicairkan setelah jatuh tempo. Banyak orang memilih deposito karena bunganya lebih tinggi dibanding tabungan biasa.

Sertifikat deposito juga termasuk instrumen low risk karena hasilnya jelas dan konsisten.

4. Investasi Emas

Emas sudah lama dikenal sebagai aset aman dan minim risiko. Selain bisa dibeli dalam bentuk fisik, kini emas juga tersedia dalam bentuk digital melalui aplikasi.

Keuntungan lain, emas bebas pajak serta bunga. Hanya saja, untuk mendapatkan hasil maksimal, emas sebaiknya disimpan dalam jangka panjang.

5. Deposito Berjangka

Sama halnya dengan deposito biasa, namun dana disimpan untuk jangka waktu tertentu dengan bunga tetap. Keamanannya terjamin karena berada di bawah perlindungan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Meski tidak bisa dicairkan sewaktu-waktu, deposito berjangka adalah opsi tepat untuk menyimpan dana secara aman.

Baca Juga: Wajib Tahu! Inilah Kelebihan dan Kekurangan Investasi Emas

6. Asuransi Jiwa dengan Nilai Tunai

Produk ini menggabungkan manfaat perlindungan jiwa dan investasi. Sebagian premi yang dibayar akan membentuk nilai tunai yang bisa dicairkan suatu saat nanti. Cocok untuk Anda yang ingin keamanan finansial sekaligus pertumbuhan modal dengan risiko minim.

7. Obligasi Korporasi Berperingkat Tinggi

Selain obligasi pemerintah, perusahaan besar juga menerbitkan surat utang. Jika perusahaannya memiliki peringkat kredit bagus, obligasi ini bisa jadi pilihan aman. Walau tidak seaman obligasi pemerintah, risikonya tetap rendah, sementara bunga yang ditawarkan umumnya lebih tinggi.

8. Investasi Properti

Properti, baik berupa rumah, tanah, maupun bangunan komersial, sering dianggap sebagai cara menjaga kekayaan jangka panjang. Selain bisa menghasilkan pendapatan dari sewa, nilainya juga cenderung naik dari waktu ke waktu.

Baca Juga: Investasi Emas Batangan vs Emas Perhiasan, Mana yang Lebih Menguntungkan?

9. Peer to Peer (P2P) Lending

P2P lending memungkinkan Anda meminjamkan dana secara langsung kepada individu atau bisnis lewat platform online. Keuntungannya berasal dari bunga pinjaman.

Meski tetap ada risiko, platform P2P menyediakan sistem seleksi peminjam agar risiko dapat ditekan, sehingga lebih terjangkau bagi investor pemula.

10. Investasi Valuta Asing (Valas)

Mata uang asing juga bisa dijadikan instrumen investasi. Caranya dengan membeli saat nilainya rendah lalu menjual ketika naik. Namun, valas tergolong berisiko lebih tinggi karena fluktuasi kurs bisa sangat cepat. Karenanya, butuh strategi dan pemahaman pasar yang baik.

Itulah daftar instrumen investasi yang rendah risiko untuk pemula. Semoga membantu.

Selanjutnya: Grafik Harga Emas Batangan Antam Hari Ini (30 Agustus 2025), Naik atau Turun?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News