MOMSMONEY.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih bergerak dalam fase konsolidasi pada perdagangan Kamis (30/7). Meski sentimen global masih cenderung negatif, tekanan terhadap indeks dinilai mulai terbatas seiring munculnya peluang pembalikan teknikal.
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia M. Nafan Aji Gusta mengatakan, secara teknikal IHSG sedang mengalami koreksi wajar untuk membentuk formasi wave 2. Namun, setelah menguji area moving average 20 hari (MA20) dan membentuk pola spinning top candle, peluang koreksi lanjutan diperkirakan semakin terbatas.
Indikator Stochastic dan Relative Strength Index (RSI) masih menunjukkan sinyal negatif, tetapi peningkatan volume perdagangan mengindikasikan mulai munculnya minat beli. Karena itu, IHSG diperkirakan bergerak dalam tekanan konsolidasi teknikal dengan kisaran support di 6.031 dan 5.931 serta resistance di 6.130 dan 6.254.
Dari eksternal, sentimen pasar dibayangi meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang mendorong harga minyak Brent mendekati US$ 90 per barel. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran inflasi kembali meningkat sehingga ruang bagi bank sentral Amerika Serikat (The Fed) untuk menurunkan suku bunga menjadi semakin sempit.
Di sisi lain, The Fed mempertahankan suku bunga acuan di level 3,75%. Namun, perbedaan pandangan dalam pemungutan suara Federal Open Market Committee (FOMC), di mana tiga anggota mendukung kenaikan suku bunga 25 basis poin, memperkuat persepsi pasar bahwa sikap bank sentral AS semakin hawkish. Pelaku pasar kini mulai memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan September 2026, sehingga mendorong investor lebih berhati-hati terhadap aset di pasar negara berkembang.
Sementara dari dalam negeri, pasar masih dipengaruhi aksi penyesuaian portofolio menjelang perubahan konstituen indeks Bursa Efek Indonesia yang efektif pada 3 Agustus 2026. Ketidakpastian pascapengunduran diri Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo juga masih menjadi perhatian investor.
Baca Juga: BEI Evaluasi Indeks IDX30, IDX80, dan LQ45, Cek Saham yang Masuk dan Terlempar
Meski demikian, Nafan menilai publikasi laporan keuangan emiten semester I 2026 berpotensi menjadi penopang pasar dan membuka peluang aksi bargain hunting pada saham-saham yang memiliki fundamental kuat.
Rekomendasi saham
Mirae Asset merekomendasikan investor mengakumulasi saham-saham berfundamental solid, berfokus pada emiten dengan valuasi murah, serta saham yang mulai menunjukkan sinyal pembalikan tren, dengan tetap menerapkan manajemen risiko secara disiplin.
Berikut saham pilihan Mirae pagi ini yang bisa dipertimbangkan investor. Perlu diingat, keputusan investasi membawa risiko, sehingga harus dipertimbangkan secara matang.
1. ADRO
Add pada area 2.390–2.470
Target harga 2.490, 2.590, dan 2.760.
2. CPIN
Accumulative Buy pada area 3.110–3.210
Target harga 3.230, 3.270, dan 3.660.
3. ITMG
Add pada area 24.175–24.675
Target harga 25.000, 25.800, dan 26.700.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News