MOMSMONEY.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 33,27 poin atau 0,48% ke 6.921,44 pada akhir perdagangan Selasa (1/3).
Sebanyak 297 saham naik, 225 saham turun dan 157 saham stagnan.
Lima indeks sektoral menguat, menopang kenaikan IHSG. Sedangkan lima indeks sektoral lainnya masuk zona merah.
Indeks sektoral dengan kenaikan terbesar adalah IDX Sektor Energi yang naik 1,27%, IDX Sektor Keuangan naik 0,88% dan IDX Sektor Infrastruktur yang naik 0,34%.
Sedangkan indeks sektoral dengan penurunan terdalam adalah IDX Sektor Kesehatan yang turun 1,69%, IDX Sektor Transportasi turun 0,66% dan IDX Sektor Properti yang turun 0,18%.
Baca Juga: Ini Jadwal Vaksinasi Booster untuk Wilayah Tangerang Selatan
Total volume perdagangan saham di bursa hari ini mencapai 22,36 miliar saham dengan total nilai Rp 19,20 triliun.
Analis Panin Sekuritas William Hartanto mengungkapkan ada dua sentimen yang menguatkan IHSG di akhir perdagangan. Pertama, inflow dana asing yang masih kuat dan yang kedua yakni menguatnya harga komoditas hari ini.
William bilang, derasnya aliran modal dari investor asing ke bursa lokal terlihat dari kondisi ekonomi Indonesiayang masih solid. Hal ini juga terlihat dari rilis data PMI Manufaktur Indonesia bulan Februari 2022 di posisi 51,2 atau masih di zona ekspansif dan laju inflasi yang diekspektasikan masih stabil.
Baca Juga: 5 Cara Mendukung Kesehatan Mental yang Baik pada Anak Usia Dini, Orang Tua Patut Tahu
Padahal disisi lain, William melihat bahwa investor masih akan mencermati tensi antara Russia dengan Ukraina, serta rilis laporan keuangan dari beberapa perusahaan seperti misalnya Baidu. “Investor juga masih mencermati kenaikan kasus baru di Asia, khususnya Hong Kong setelah kasus baru meningkat hingga 35 ribu,” ujar William dalam risetnya, Selasa (1/3).
Sentimen lain yang tak kalah menyokong IHSG melaju di perdagangan kata William adalah beberapa harga komoditas yang menguat. Sebut saja harga emas dunia yang menguat 0,91%, harga minyak Brent menguat 3,12% dan harga CPO meningkat 10,9% didorong oleh berhentinya kegiatan ekspor gandum dari Russia dan Ukraina yang merepresentasikan hingga 32% dari total ekspor global akibat dari perang yang sedang berlangsung.
Dengan berbagai sentimen tersebut, William perkirakan IHSG bergerak mixed cenderung menguat di rentang 6.807 sampai 6.915.
Baca Juga: Promo Tokopedia s.d 31 Maret 2022, Pesan Hotel Dapat Cashback Hingga Rp500.000
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News