MOMSMONEY.ID - MNC Sekuritas membagikan sejumlah rekomendasi saham untuk perdagangan hari ini Rabu (21/10/2026).
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup menguat 5,65% ke level 5.278.
Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, IHSG diperkirakan berada pada bagian dari wave iv dari wave (iii) dari wave [v]. Dalam jangka pendek, IHSG masih berpeluang menguji level 5.328–5.458. Namun, investor perlu mewaspadai potensi pembalikan arah ke rentang 5.093–5.191.
Level support IHSG berada di 4.915 dan 4.754, sedangkan resistance berada di 5.317 dan 5.563.
Baca Juga: IHSG Ada Potensi Naik, Simak 6 Rekomendasi Saham dari BNI Sekuritas (21/10)
Berikut rekomendasi saham pilihan MNC Sekuritas untuk perdagangan hari ini:
1. AKRA — Buy on Weakness
Saham AKRA menguat 3,86% ke level 1.210 dan disertai peningkatan volume pembelian. Herditya memperkirakan posisi AKRA berada pada bagian dari wave (iv) dari wave [iii] dari wave C.
- Area beli: 1.175–1.195
- Target harga: 1.245 dan 1.295
- Cut loss: di bawah 1.165
2. GOTO — Trading Buy
Saham GOTO menguat 8,33% ke level 26, meskipun volume pembelian mulai mengecil. Selama mampu bertahan di atas level 23, posisi GOTO diperkirakan berada pada bagian awal dari wave 4 dari wave (C).
- Area beli: 24–26
- Target harga: 31 dan 36
- Cut loss: di bawah 23
Baca Juga: Harga Emas Pegadaian Hari Ini (21/10): Galeri24 dan Merosot Turun Dalam
3. PSAB — Buy on Weakness
Saham PSAB terkoreksi 1,35% ke level 440 dan disertai tekanan jual. Selama mampu bertahan di atas level 416, posisi PSAB diperkirakan masih berada pada bagian dari wave [iv] dari wave 3.
- Area beli: 424–436
- Target harga: 460 dan 472
- Cut loss: di bawah 416
4. MDKA — Trading Buy
Saham MDKA terkoreksi 2,65% ke level 2.200 dan disertai peningkatan volume perdagangan. Herditya memperkirakan posisi MDKA saat ini berada pada bagian dari wave (iv) dari wave [c].
- Area beli: 2.130–2.160
- Target harga: 2.280 dan 2.390
- Cut loss: di bawah 2.110
Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor. Pelaku pasar diimbau untuk melakukan analisis secara mandiri serta disiplin menerapkan manajemen risiko di tengah volatilitas pasar yang masih tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News