MOMSMONEY.ID - MNC Sekuritas membagikan sejumlah rekomendasi saham yang dapat dicermati investor untuk perdagangan hari ini Kamis (15/10/2026).
Pada penutupan perdagangan sebelumnya, IHSG menguat 0,29% ke level 5.943. Namun, pergerakannya masih didominasi volume pembelian yang cenderung mengecil.
Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan, level support IHSG berada di 5.887 dan 5.744, sedangkan level resistance berada di 6.216 dan 6.296.
Baca Juga: Cek 6 Rekomendasi Saham dari BNI Sekuritas untuk Perdagangan Kamis (15/10)
Berikut rekomendasi saham pilihan MNC Sekuritas untuk perdagangan hari ini:
1. ADMR — Buy on Weakness
Saham ADMR terkoreksi 3,09% ke level 1.410 dan disertai munculnya tekanan jual. Herditya memperkirakan posisi ADMR saat ini berada pada bagian dari wave v dari wave a dari wave (b).
- Rekomendasi: Buy on Weakness
- Area beli: 1.365–1.405
- Target harga: 1.525 dan 1.575
- Stop loss: di bawah 1.330
2. BRMS — Buy on Weakness
Saham BRMS menguat ke level 555 dengan volume perdagangan yang cenderung mengecil. Posisi BRMS diperkirakan berada pada bagian dari wave 5 dari wave (C) dari wave [B].
- Rekomendasi: Buy on Weakness
- Area beli: 520–540
- Target harga: 615 dan 655
- Stop loss: di bawah 505
Baca Juga: Harga Emas & Buyback Antam Hari Ini (15/10) Kompak Turun Rp 13.000, Cek Selengkapnya
3. ENRG — Buy on Weakness
Saham ENRG terkoreksi 1,06% ke level 935 dan disertai munculnya tekanan jual. Herditya memperkirakan posisi ENRG berada pada awal wave (C) dari wave [B].
- Rekomendasi: Buy on Weakness
- Area beli: 920–935
- Target harga: 1.010 dan 1.045
- Stop loss: di bawah 905
4. ISAT — Trading Buy
Saham ISAT menguat 3,41% ke level 2.120 dan masih didominasi volume pembelian. Posisi ISAT diperkirakan sedang membentuk bagian dari wave iv dari wave (c).
- Rekomendasi: Trading Buy
- Area beli: 2.060–2.090
- Target harga: 2.140 dan 2.180
- Stop loss: di bawah 2.030
Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor. Pelaku pasar diimbau untuk melakukan analisis secara mandiri serta disiplin menerapkan manajemen risiko di tengah volatilitas pasar yang masih tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News