MOMSMONEY.ID - BRI Danareksa Sekuritas membagikan ide trading untuk perdagangan Senin (4/5/2026).
Sejumlah saham yang menjadi ide trading hari ini antara lain ITMG, BNBR, AADI, dan JSMR.
Namun perlu dicatat, rekomendasi ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan investasi tetap harus disesuaikan dengan tujuan serta profil risiko masing-masing investor.
Baca Juga: IHSG Ada Potensi Rebound, Simak Rekomendasi Saham dari BNI Sekuirtas Senin (4/5)
Berikut rekomendasi saham dari BRI Danareksa Sekuritas untuk perdagangan hari ini:
1. ITMG — Buy (Swing Trade)
Pergerakan saham ITMG berhasil rebound dari area support Fibonacci di 24.620–25.800. Potensi kenaikan lanjutan terbuka dengan target resistance berikutnya di 27.025–27.600.
- Buy: 26.000–26.650
- R1: 27.025
- R2: 27.600
- SL < 25.000
2. BNBR — Buy (Day Trade)
BNBR kembali menguji area support 196–208. Selama mampu bertahan di atas level tersebut, terdapat peluang penguatan menuju resistance 224–232.
- Buy: 204–214
- R1: 224
- R2: 232
- SL < 196
Baca Juga: IHSG Rawan Koreksi, Berikut Rekomendasi Saham dari MNC Sekuritas Senin (4/5)
3. AADI — Buy (Day Trade)
AADI masih berada dalam tren bullish. Breakout di atas resistance 11.450 membuka peluang penguatan lanjutan ke 11.875–12.150.
- Buy: 11.500–11.600
- R1: 11.875
- R2: 12.150
- SL < 11.400
4. JSMR — Sell
JSMR masih bergerak dalam tren bearish dan membentuk lower low. Waspadai potensi pelemahan lanjutan dengan target support di 2.870.
- Last Price: 2.960
- Next Support: 2.870
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Senin (4/5) Turun Tipis Rp 1.000
Analis BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda menilai, IHSG saat ini masih bergerak dalam fase konsolidasi terbatas. Indeks diperkirakan bergerak di rentang support 6.920–7.000 dan resistance 7.160–7.230.
Pergerakan ini mencerminkan sikap pasar yang cenderung wait and see di tengah belum adanya katalis positif yang kuat untuk mendorong pembalikan arah.
Ke depan, pelaku pasar akan mencermati sejumlah rilis data ekonomi domestik seperti inflasi, neraca perdagangan, serta pertumbuhan ekonomi.
Data tersebut dinilai akan menjadi penentu arah IHSG, terutama dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News