M O M S M O N E Y I D
Santai

HP Mati? Cek Battery Health dan 7 Tanda Baterai Perlu Diganti

HP Mati? Cek Battery Health dan 7 Tanda Baterai Perlu Diganti
Penulis: Pinky Annisa  |  Editor: Pinky Annisa


MOMSMONEY.ID - Jangan tunggu HP mati, pahami tanda Battery Health iPhone menurun. iPhone menggunakan baterai lithium-ion yang dirancang untuk pengisian daya cepat dan kinerja tahan lama. 

Ved Singh, pengamat media sosial dari Cellcore.com, memaparkan, setiap baterai memiliki jumlah siklus pengisian daya yang terbatas. Apple menganggap baterai mengalami penurunan kualitas yang signifikan jika Battery Health-nya di bawah 80%.

Pahami tanda-tanda Battery Health ponsel menurun berikut ini:

1. Persentase baterai menurun dengan cepat

Jika iPhone cepat kehabisan daya, ini bisa jadi tanda jelas keausan baterai. Contohnya saja, angka baterai cepat turun dari 40% menjadi 20% dalam hitungan menit.

Hal ini terjadi karena baterai tidak lagi mampu menyimpan daya secara efisien.

Baca Juga: Cara Mengembalikan Chat WhatsApp yang Terhapus Tanpa iCloud

2. Tiba-tiba mati

Apakah iPhone sering mati sendiri meski indikator baterai menunjukkan sisa 10-20%? Ini adalah salah satu tanda paling umum dari baterai yang sudah rusak. 

Baterai yang lemah kesulitan memasok daya yang dibutuhkan selama beban puncak, menyebabkan ponsel mati mendadak.

3. Masalah panas berlebih

Panas berlebih pada ponsel yang terus-menerus, terutama saat penggunaan ringan bukanlah hal yang normal. Baterai yang rusak menghasilkan panas berlebih yang dapat merusa komponen internal dan memengaruhi kesehatan perangkat.

4. Persentase Battery Health yang buruk

Cek Battery Health di bagian Pengaturan. Jika Anda melihat kesehatan baterai di bawah 80% dan pesan layanan “Kondisi baterai menurun secara signifikan”, artinya iPhone perlu baterai baru.

5. iPhone makin lemot 

Apple mengurangi kinerja pada perangkat dengan baterai lemah untuk mencegah mati mendadak. Ini disebut pembatasan kinerja atau performance throttling.

iPhone tiba-tiba lemot, lag dan butuh waktu lebih lama untuk membuka aplikasi? Hal itu menandakan baterai sudah tidak mampu lagi mempertahankan performanya.

6. Pengisian daya yang lama

Jika iPhone mengisi daya sangat lambat, kemungkinan baterainya sudah aus. Baterai yang rusak kesulitan menyimpan energi, menyebabkan siklus pengisian daya yang lambat atau tidak lengkap.

7. Baterai bengkak 

Baterai yang membengkak sangat berbahaya, Anda harus segera membawa ke tempat service. Jika Anda melihat tanda-tanda pembengkakan pada baterai, segera matikan ponsel.

Baca Juga: Google Ubah Aturan Penyimpanan15GB, Data HP Kini Masuk Hitungan Penyimpanan

Penyebab baterai cepat habis dan cara memperbaikinya

Daya tahan baterai perangkat dipengaruhi oleh proses latar belakang dan pengaturan yang buruk. Terlepas dari ponsel Android atau perangkat iOS, baterai perangkat bereaksi terhadap cara elektron menarik ion litium dan menggeser muatan di dalamnya. 

Jadi, mari telusuri penyebab baterai cepat habis dan cara mengatasinya:

1. Aplikasi bekerja lembur di latar belakang

Aplikasi seperti Maps, email, aplikasi belanja, dan TikTok mungkin tetap aktif setelah Anda menutupnya. Aplikasi-aplikasi ini berjalan di latar belakang, memperbarui lokasi, menyinkronkan data, dan memeriksa notifikasi. 

Hal inilah yang jadi penyebab aplikasi ini menguras daya baterai perangkat. Saat Anda masih berada di pengaturan baterai, matikan refresh aplikasi latar belakang untuk aplikasi yang tidak memerlukan pembaruan langsung. 

Di Android, Anda dapat menggunakan fitur yang disebut "Tidurkan aplikasi yang tidak digunakan". Di iOS, cari fitur tersebut di bawah Batasan Aplikasi. 

2. Menggunakan baterai yang sudah usang 

Sel baterai lithium-ion kehilangan kapasitas dan efisiensi baterai seiring siklus pengisian daya. Dalam kondisi ideal, baterai seri iPhone 14 dan sebelumnya dirancang untuk mempertahankan sekitar 80 persen dari kapasitas aslinya setelah 500 siklus pengisian penuh.
  
Untuk model iPhone 15, ambang batas 80 persen tersebut diharapkan setelah sekitar 1.000 siklus pengisian daya. Masa pakai sebenarnya bervariasi tergantung pada kebiasaan pengisian daya dan penggunaan sehari-hari. 

Garansi standar Apple selama satu tahun mencakup kerusakan baterai. Jika kesehatan baterai di bawah 80%, pertimbangkan untuk mengganti baterai atau membeli ponsel baru.

3. Ponsel terinfeksi malware atau spyware 

Ponsel yang terinfeksi malware atau spyware mempercepat pengurasan baterai dan mendorong penggunaan data di atas batas normal. Periksa statistik penggunaan baterai untuk mencari entri yang tidak dikenal di bagian atas daftar. 

Hapus aplikasi yang diklasifikasikan oleh pemindai sebagai aplikasi berbahaya atau yang tidak dapat diverifikasi di Google Play atau App Store. Setelah membersihkan, lakukan booting ulang ke Safe Mode.

Baca Juga: Solusi Pesan WhatsApp Tak Masuk: Aktifkan Pengaturan Penting Ini!

4. Melakukan pengisian daya berlebihan 

Sel baterai lithium-ion menua paling cepat pada tegangan tinggi dan suhu tinggi. Baterai lithium-ion terisi paling cepat hingga sekitar 85% kapasitas, kemudian membutuhkan fase saturasi yang lebih lambat untuk mencapai 100%. 

Jadi, menjaga baterai pada tingkat pengisian daya antara 20% dan 80% memperpanjang masa pakai. Sementara, sistem pengisian cepat menambah panas ekstra dan memperparah kehilangan kapasitas. 

Aktifkan fitur perlindungan baterai untuk menghentikan pengisian daya saat baterai mencapai 80 persen. Selain itu, gunakan charger asli karena yang tidak bersertifikasi dapat melewati pengaman termal.

5. Kebiasaan buruk dan lingkungan yang kurang baik

Layar yang terlalu terang, waktu tunggu layar kunci yang lama, dan terlalu banyak notifikasi push dapat menguras kesehatan baterai ponsel. Beberapa kebiasaan yang dapat diterapkan untuk mengoptimalkan kesehatan baterai iOS dan Android adalah dengan meredupkan kecerahan secara manual atau menggunakan kecerahan adaptif.

Selain itu, gunakan mode gelap agar sistem mengurangi output di dalam ruangan. Kebiasaan lain yang perlu ditingkatkan meliputi menjaga agar baterai ponsel tidak turun di bawah 20% dan menghindari pengisian daya semalaman.

Cobalah untuk membatasi notifikasi aplikasi dan peringatan yang tidak perlu, terutama selama jam kerja. Itulah tanda Battery Health menurun dan cara mengatasinya agar HP tidak mudah mati. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

4 Zodiak Paling Ekstrovert yang Selalu Menghidupkan Berbagai Suasana

Berikut adalah 4 zodiak paling ekstrovert yang dikenal sebagai bintang dalam setiap lingkaran pertemanan.

Maudy Ayunda Foundation Buka Beasiswa Jadikan Generasi Muda Impact Leaders

​Maudy Ayunda Foundation memiliki fokus untuk membiayai pendidikan maupun proyek yang berdampak pada komunitas.  

Suami Diam-Diam Punya Utang? Ini Cara Menjaga Keutuhan Uang Rumah Tangga

Suami diam-diam punya utang? Simak cara menghadapi masalah finansial, melindungi keuangan keluarga, dan menyusun solusi bersama.  

Fedx Gelar Lomba Ekspor bagi UMKM, Bisa Dapat Hadiah Tunai dalam Bentuk Dolar

Hadiah berupa uang tunai sebesar US$3.000, US$1.500, dan US$1.000 akan diberikan masing-masing kepada pemenang pertama, kedua, dan ketiga.​  

Beyoutiful Symphony Festival 2026, Sajikan Edukasi Kesehatan hingga Konser Musik

Menggabungkan dunia kecantikan, kesehatan dan musik, festival tahun inimengusung tema “Bring Nature To You”.​  

DANA Permudah Wisatawan Asing Bayar Lewat QRIS di Indonesia

Turnamen padel DANA Open Bali Series 2026 menjadi ajang bagi DANA untuk kembali memperkenalkan DANA Foreign Account.  

4 Manfaat Gaya Hidup Minimalis, Rahasia Hidup Tenang Bebas Stres

Berikut adalah 4 manfaat gaya hidup minimalis yang dapat mengubah kualitas hidup Anda menjadi lebih bermakna.  

Tayang 24 September, Film Memburu Pemangsa Rilis Trailer dan Poster Terbaru

Sinemaku Pictures merilis trailer dan poster terbaru untuk film Memburu Pemangsa garapan Umay Shahab.​  

Tak Cuma Buat Nonton, Ini Fitur Teknologi POCO Pad C1​

POCO Pad C1 mengusung sejumlah fitur untuk mendukung aktivitas gaming, multimedia, dan produktivitas.

Gaji Rp5 Juta Sebulan, Begini Cara Mengatur Keuangan untuk Keluarga Muda

Gaji Rp5 juta tetap bisa dikelola dengan kesehatan melalui prioritas kebutuhan, dana darurat, kesehatan, dan tabungan keluarga.