MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global turun untuk hari yang kedua. Lonjakan inflasi AS meningkatkan kemungkinan Federal Reserves menaikkan suku bunga.
Mengutip Bloomberg, Rabu (13/5), harga emas spot diperdagangkan turun 0,32% menjadi US$ 4.699,9 per troi ons pada pukul 12.41 WIB.
Indeks harga konsumen AS bulan April 2026 meningkat ke angka tertinggi sejak April 2023. Harga energi yang tinggi membuat inflasi tetap tinggi.
Pasar swap terindikasi memperkirakan lebih dari 40% peluang kenaikan suku bunga The Fed pada akhir tahun ini, naik dari hampir nol persen pada akhir bulan lalu.
Imbal hasil obligasi AS naik, karena investor mencari kompensasi untuk memegang obligasi. Suku bunga yang lebih tinggi umumnya berdampak negatif bagi emas yang tidak memberikan bunga. Namun, logam mulia telah menghindari kerugian besar meskipun ekspektasi kenaikan suku bunga meningkat.
Baca Juga: Harga Emas Global Turun di tengah Situasi Genting AS-Iran
Menurut Yuxuantang, Kepala strategi suku bunga dan valutas asing Asia di JPMorgan Private Bank, hubungan asimetris ini bukan hal baru. Pola yang sama, sangat jelas, dimulai pada 2022. Harga emas tetap tangguh ketika suku bunga melonjak dan cenderung naik ketika suku bunga turun.
"Pendorong utamanya adalah permintaan, khususnya pembelian yang kuat oleh bank sentral. Hal ini pada gilirannya mendukung pandangan kami bahwa emas dapat memberikan profil kinerja yang tidak berkorelasi," katanya mengutip Bloomberg, hari ini.
India, pembeli emas terbesar kedua di dunia, menaikkan tarif impor atas emas dan perak menjadi sekitar 1% dari 6%. Langkah mengejutkan ini terjadi ketika negara tersebut berupaya mempertahankan mata uangnya dan memperkuat cadangan devisa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News