MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global memantul naik alias rebound. Penguatan logam mulia didukung penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS di tengah aksi jual saham.
Mengutip Bloomberg, Kamis (15/10), harga emas spot diperdagangkan naik 1,18% menjadi US$ 4.153,90 per troi ons pada pukul 17.34 WIB. Logam mulia memantul setelah turun selama tiga hari.
Imbal hasil US Treasury yang melonjak pada Rabu setelah data inflasi AS (CPI) naik paling tinggi sejak April, kini berbalik turun pada Kamis. Penurunan tajam pasar saham, yang dipicu sektor teknologi, mendorong investor mencari tempat perlindungan yang aman.
"Kenaikan harga emas didukung oleh imbal hasil obligasi yang berfluktuasi hebat, membalikkan sepenuhnya lonjakan sebelumnya," kata Christopher Wong, ahli strategi di Oversea-Chinese Banking Corp. mengutip Bloomberg, hari ini (15/10).
Baca Juga: Harga Buyback Emas Hari ini: Antam Turun ke Rp 2,37 Juta, UBS Naik Rp 5.000
Namun, tantangan masih tetap ada bagi logam mulia. Para pedagang memperkirakan bahwa data inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan, dapat mendorong Federal Reserve menaikkan suku bunga lagi pada akhir bulan ini. Suku bunga yang lebih tinggi berdampak negatif bagi emas, yang tidak memberikan bunga.
Harga emas telah turun lebih dari 20% sejak pecah perang AS-Iran pada akhir Februari, yang mengganggu pasokan energi, sehingga memicu inflasi global dan pengetatan moneter. Kenaikan angka CPI sebagian besar disebabkan oleh lonjakan biaya bahan bakar.
Preseiden Federal Reserve Chicago, Austan Goolsbee, mengatakan data tersebut mengecewakan dan memperingatkan bahwa pembangunan infrastruktur terkait kecerdasan buatan juga dapat menyebabkan perekonomian memanas. Menurutnya, masih terlalu dini untuk mengetahui apakah suku bunga saat ini cukup untuk mencapai target inflasi 2% bank sentral.
Investor akan mencermati petunjuk terakhir tentang kebijakan moneter dari Ketua Fed Kevin Warsh, sebelum bank sentral memulai masa senyap publikasi pada Sabtu, jelang pertemuan FOMC 27-28 Oktober. Ia dijadwalkan berbicara pada Kamis di pertemuan Dana Moneter Internasional di Bangkok.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News