MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global lanjut turun karena para pedagang mencermati potensi kenaikan suku bunga Federal Reserve di tengah ketegangan yang berlanjut di Timur Tengah.
Mengutip Bloomberg, Rabu (29/7), harga emas spot turun tipis sekitar US$ 6 menjadi US$ 4.023,39 per troi ons pada pukul 11.24 WIB. Harga emas hari ini lanjut turun setelah kemarin terpangkas 1,1%.
Keputusan suku bunga menjadi sangat penting bagi pergerakan harga emas selanjutnya. Pasar swap menyiratkan kemungkinan sekitar sepertiga untuk kenaikan suku bunga sebesar 25 basis point oleh The Fed pada Rabu. Ini tingkat ketidakpastian yang sangat tinggi, jika dibandingkan standar beberapa tahun terakhir.
Suku bunga yang lebih tinggi biasanya menjadi hambatan bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Para pembuat kebijakan mungkin dihadapkan pada dilema antara angka inflasi bulan Juni yang lebih rendah dan kenaikan harga minyak baru-baru ini karena ketegangan antara AS dan Iran. Harga minyak mentah pada Rabu memantul naik setelah turun tiga hari, dengan militer AS mengatakan mereka telah mencegat serangan Iran terhadap pangkalan-pangkalan di wilayah Teluk Persia.
Baca Juga: Harga Emas Dunia Turun Tipis Jelang Keputusan Suku Bunga The Fed
Menurut Ahmad Assiri, analis di Pepperstone Group, keputusan suku bunga yang akan datang bisa menjadi sangat penting bagi pergerakan harga emas selanjutnya.
"Jika para pembuat kebijakan menyampaikan pesan yang lebih agresif dari perkiraan, memperkuat prospek suku bunga yang lebih tinggi atau menandakan kekhawatiran yang lebih besar terhadap inflasi, emas kemungkinan akan berada di bawah tekanan," katanya mengutip Bloomberg, hari ini.
Namun, imbuh Assiri, gambaran teknis tampak stabil. Ini pertanda yang mengembirakan mengingat imbal hasil yang lebih tinggi.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menyambut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih pada Selasa dalam upayanya untuk meletakkan dasar bagi diplomasi lebih lanjut. AS telah menghentikan serangan udara terhadap Iran dalam beberapa hari terakhir, setelah melakukan serangan selama hampir dua minggu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News