MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global memperpanjang penurunan selama tiga hari. Hanya, penurunannya tipis setelah pejabat Federal Reserve mengisyaratkan satu kenaikan suku bunga lagi mungkin diperlukan tahun ini, tetapi pengetatan lebih lanjut tidak dibutuhkan pada 2027.
Mengutip Bloomberg, Rabu (14/10), harga emas spot diperdagangkan turun tipis 0,19% menjadi US$ 4.152,6 per troi ons pada pukul 15.10 WIB. Penurunan berlanjut setelah dua sesi sebelumnya harga emas turun 0,8%.
Presiden Fed New York, John Williams, mengatakan bahwa ia menganggap satu kenaikan suku bunga lagi sebagai langkah yang tepat tahun ini. Imbal hasil obligasi pemerintah AS sedikit melandai setelah pernyataannya. Ini mendukung harga emas, yang biasanya berkinerja lebih baik dalam lingkungan suku bunga rendah, karena tidak memberikan bunga.
Di sisi lain, harga minyak Brent naik di atas US$ 106 per barel. Peningkatan serangan di Timur Tengah mengancam terganggunya pasokan lebih lanjut, yang dapat mengerek inflasi dan memicu kenaikan suku bunga.
Baca Juga: Harga Emas Dunia Rebound Tipis Jelang Rilis Data Inflasi AS
Data indeks harga konsumen (CPI) AS yang akan dirilis Rabu, dinanti sebagai petunjuk arah suku bunga The Fed, setelah bulan lalu menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak 2023.
Pasar swap memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan Fed bulan ini relatif rendah, tetapi melihat peluang kenaikan sekitar 90% pada Desember.
Daniel Ghali, kepala riset logam di Deutsche Bank AG, menilai, pergerakan harga emas belakangan ini cenderung tenang meskipun terjadi aksi jual besar-besaran oleh dana-dana yang mengikuti tren.
"Ada permintaan fisik yang kuat untuk emas, dengan arus non-komersial dan komersial bekerja sama mengimbangi penjualan algoritmik dan ritel yang sekarang berada di luar pasar," katanya mengutip Bloomberg, Rabu (14/10).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News