MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global melonjak ke level tertinggi sepanjang masa. Departemen Kehakiman AS mengancam Federal Reserves dengan dakwaan pidana, menghidupkan kembali kekhawatiran tentang independensinya, sementara protes di Iran mendukung permintaan aset safe haven.
Mengutip Bloomberg, Senin (12/1), harga emas spot diperdagangkan US$ 4.596,64 per troi ons pada pukul 16.18 WIB.
Harga emas hari ini naik 1,9% mendekati US$ 4.600 per troi ons, setelah Ketua Fed Jerome Powell mengatakan bahwa dakwaaan potensial harus dilihat dalam konteks yang lebih luas dari ancaman dan tekanan berkelanjutan pemerintah untuk memengaruhi keputusan suku bunga. Dollar AS dan US Treasury 10 tahun sedikit naik, setelah komentarnya.
Serangan berulang terhadap The Fed pada tahun lalu oleh pemerintahan Trump merupakan faktor utama yang melemahkan dollar dan menguntungkan emas.
Sementara, aksi protes mematikan di Iran, meningkatkan daya tarik emas sebagai aset aman, karena kemungkinan Republik Islam dapat digulingkan. Presiden AS mengatakan pada Minggu bahwa ia sedang mempertimbangkan opsi potensial terhadap Iran, hanya lebih dari seminggu setelah menangkap pemimpin Venezuela Nicolas Maduro.
Baca Juga: Meroket, Harga Emas Antam Hari Ini Senin 12 Januari 2026 Cetak Rekor Baru
Harga emas naik signifikan karena gabungan berbagai faktor pendorong yang telah meningkatkan permintaan. Di antara faktor-faktor tersebut, yaitu penurunan suku bunga AS, ketegangan geopolitik, menurunnya kepercayaan terhadap dollar AS, dan tantangan terhadap The Fed, telah membantu kenaikan harga emas.
Banyak manajer investasi memilih tidak menarik terlalu banyak dana dari portofolio emas, karena yakin akan daya tariknya dalam jangka panjang.
"Ini adalah pengingat betapa banyaknya ketidakpastian yang dihadapi pasar, geopolitik, perdebatan pertumbuhan/suku bunga, dan sekarang pengingat baru yang didorong oleh berita utama tentang premi risiko institusi," kata Charu Chanana, Kepala strategi investasi di Saxo Markets, mengutip Bloomberg, hari ini.
Selanjutnya: Penguatan Dolar Indeks (DXY) Dinilai Normal, Rupiah Tetap Tertekan di Kuartal I-2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News