MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global ambles setelah mencetak rekor tertinggi pada sesi sebelumnya. Kabar bahwa pemerintahan Trump bersiap mencalonkan Kevin Warsh sebagai Ketua Fed, mendongkrak nilai dollar AS. Tetapi, emas masih di jalur kenaikan bulanan terbaik sejak 1980-an.
Mengutip Bloomberg, Jumat (30/1), harga emas spot turun 4,8% menjadi US$ 5.115,10 per troi ons pada pukul 16.14 WIB. Harga emas hari ini turun, setelah menembus rekor tertinggi di atas US$ 5.500 pada sesi sebelumnya.
Indeks dollar AS naik hingga 0,5%, menyebabkan emas menjadi lebih mahal bagi sebagian besar pembeli. Meski harga emas hari ini melanjutkan fluktuasi liar, namun masih naik sekitar 7,8% pada pekan ini.
Presiden AS Donald Trump diperkirakan akan menunjuk Kevin Warsh sebagai calon untuk jabatan ketua Federal Reserves. Mantan Gubernur The Fed itu memiliki reputasi lama sebagai pendukung kebijakan inflasi yang ketat, tetapi dalam beberapa bulan terakhir telah berpihak pada presiden secara terbuka untuk memperjuangkan suku bunga lebih rendah. Trump mengatakan ia akan mengumumkan calonnya pada Jumat pagi waktu AS.
Baca Juga: Naik Fantastis, Harga Emas Hari Ini Rekor Tertinggi di atas US$ 5.500
Menurut Christopher Wong, Ahli strategi di Oversea-Chinese Banking Corp., pergerakan harga emas memvalidasi peringatan tentang kenaikan cepat, penurunan cepat. Meskipun laporan tentang nominasi Warsh menjadi pemicu, koreksi sudah seharusnya terjadi. "Ini seperti salah satu alasan yang ditunggu-tunggu pasar untuk membalikkan pergerakan parabolik tersebut," ujarnya, mengutip Bloomberg, hari ini.
Bahkan setelah turun, harga emas masih naik sekitar 19% pada Januari, mendekati kenaikan bulanan paling tajam sejak tahun 1982.
Tindakan pemerintahan Trump yang mengacaukan tatanan global, termasuk penangkapan pemimpin Venezuela, ancaman untuk mencaplok Greenland, dan ancaman tarif terhadap sekutu, telah menjadi pendorong utama kenaikan harga emas. Baru-baru ini, Trump memperingatkan tentang kemungkinan serangan terhadap Iran dan mengenakan tarif impor terhadap negara mana pun yang memasok minyak ke Kuba.
Serangan baru terhadap The Fed juga menghidupkan kembali kekhawatiran tentang independensinya. Ini menyebabkan pelemahan dollar dan memicu perdagangan pelemahan nilai mata uang, di mana investor menghindari mata uang dan obligasi pemerintah karena kekhawatiran fiskal.
Selanjutnya: China Akan Pangkas Tarif Impor Wiski untuk Tingkatkan Perdagangan dengan Inggris
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News