M O M S M O N E Y I D
Keluarga

Hangatkan Tubuhmu dengan 7 Jenis Minuman Wedang yang Ada di Nusantara

Hangatkan Tubuhmu dengan 7 Jenis Minuman Wedang yang Ada di Nusantara
Reporter: Raissa Yulianti  |  Editor: Raissa Yulianti


MOMSMONEY.ID - Wedang merupakan salah satu minuman tradisional yang cocok dinikmati ketika cuaca sedang dingin. Ini karena wedang terbuat dari aneka rempah sehingga dapat menghangatkan tubuh secara alami.

Melansir dari KBBI jilid V, kata “wedang” berasal dari bahasa Jawa yang merujuk pada minuman dari bahan gula dan kopi (teh, jahe, dsb.) yang biasanya disedu dengan air panas.

Ada begitu banyak minuman wedang yang tersebar di Nusantara. Untuk simak apa saja jenis minuman wedang, intip artikel berikut yang dilansir dari Nava Hotel Tawangmangu dan Frisian Flag, selengkapnya!

Baca Juga: Cepat Mengantuk Setelah Makan? Tenyata Ini Penyebabnya

Wedang jahe

Wedang jahe mungkin yang terlintas pertama kali dibenak Anda ketika memikirkan jenis-jenis minuman wedang asal Nusantara. Wedang jahe itu sendiri berasal dari daerah Jawa dan biasa dihidangkan di angkringan.

Seperti namanya, minuman wedang jahe ini terbuat dari jahe, gula batu, dan gula jawa yang dicampurkan dengan air panas. Wedang jahe memang cocok dikonsumsi saat cuaca sedang dingin.

Wedang ronde

Wedang ronde merupakan salah satu jenis minuman wedang yang berasal dari daerah Jawa. Wedang ronde itu sendiri pada awalnya merupakan minuman tradisional ala Cina yang dibawa oleh masyarakat & para pedagang saat bermigrasi ke Indonesia.

Wedang ronde asal Cina dengan asal Indonesia sama-sama berisi bola tepung ketan berwarna warni yang berisi pasta kacang. Yang membedakan 2 jenis wedang ini hanya terletak pada air jahenya.

Di Cina sendiri, wedang ronde disebut juga Tangyuan yang artinya kesederhanaan.

Baca Juga: Ingin Kurus? Coba Konsumsi 5 Minuman Alami Ini agar Berat Badan Cepat Turun

Sekoteng

Sekoteng tergolong ke dalam salah satu minuman wedang yang berasal dari Jawa Tengah. Sama seperti wedang ronde, sekoteng juga dibawa oleh orang-orang Cina saat bermigrasi ke Indonesia.

Sekoteng berasal dari bahasa Cina, yakni “shiguoteng” yang berarti 10 macam isian dalam sebuah minuman.

Sekoteng sendiri biasa diisi dengan aneka isian seperti pacar cina, kolang-kaling, kacang, potongan roti, dan tentunya kuah jahe yang biasa dicampur dengan susu kental manis.

Bajigur

Jenis minuman wedang selanjutnya hadir dari Tanah Sunda, namanya bajigur. Bajigur merupakan minuman santan yang dicampur dengan gula aren dengan berbagai tambahan ramuan lainnya seperti kayu manis dan jahe.

Bajigur memiliki aroma dan rasa yang sangat khas serta biasa dijajakan pada malam hari dengan aneka camilan lainnya seperti ubi dan kacang tanah.

Baca Juga: 4 Minuman yang Efektif Redakan Rasa Pedas di Mulut dan Perut

Wedang uwuh

Wedang uwuh
Wedang uwuh

Wedang uwuh, minuman wedang asal Yogyakarta ini memiliki rasa yang manis serta cukup pedas karena mengandung jahe dan berbagai rempah lainnya seperti cengkeh, serai, dan dedaunan kering.

Baca Juga: Mengenal 6 Jenis Sambal Asli Indonesia dari Berbagai Penjuru Nusantara

Bandrek

Produk bandrek andaliman Bandal
Produk bandrek andaliman Bandal

Bandrek juga merupakan salah satu minuman wedang asal Tanah Sunda yang isinya sangat mirip dengan wedang jahe. Namun nyatanya, bandrek merupakan salah satu varian dari wedang jahe.

Melansir dari Frisian Flag, jika wedang jahe biasanya murni berisi air jahe, maka bandrek dimodifikasi lagi menjadi resep yang sedikit berbeda. Bandrek diracik dari berbagai jenis rempah seperti jahe, kayu manis, cengkeh, gula merah, daun pandan, hingga merica.

Baca Juga: Ragam Kudapan Asli Indonesia dari Penjuru Nusantara

Wedang secang

Wedang kayu secang
Wedang kayu secang

Seperti namanya, wedang secang asal Jawa Timur ini berbahan utama rempah kayu secang. Jenis rempah ini membuat wedang secang dikenal dengan warna uniknya, yakni merah terang.

Wedang secang itu sendiri tak benar-benar murni terbuat dari kayu secang saja, tetapi juga ada campuran rempah lain seperti daun pandan, kayu manis, dan kapulaga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Hasil Thailand Masters 2026: 6 Wakil Indonesia ke Final, Segel 2 Gelar Juara

Hasil Thailand Masters 2026 Babak Semifinal Sabtu (31/1), 6 wakil Indonesia menembus partai final dan menyegel 2 gelar juara.

Harga Bitcoin Bergerak Liar, Investor Disarankan Berhati-hati

Volatilitas tinggi menandakan pasar belum sepenuhnya tenang setelah gelombang jual atau likuidasi besar. 

Aset Kripto Ini Bertahan di Puncak Kripto Top Gainers saat Pasar Rontok

Kripto Canton, salah satu yang bertahan naik dan menghuni kripto top gainers 24 jam terakhir.       

Harga Emas Pekan Ini Ditutup Ambles di bawah US$ 5.000, Ini Penyebabnya!

Pada perdagangan intraday Jumat, emas sempat ambles 12%, penurunan terbesar dalam empat dekade atawa awal 1980-an.

Musikal Perahu Kertas Resmi Berlayar, Tampil hingga 15 Februari di Ciputra Artpreneur

Musikal Perahu Kertas resmi berlayar, tampil hingga 15 Februari 2026 di Ciputra Artpreneur Jakarta dengan total 21 pertunjukan.​

Samsung Galaxy A55: Desain Mewah Mirip S24, Performa Ngebut di Kelas Menengah

Samsung Galaxy A55 hadir dengan desain bingkai logam dan layar OLED adaptif 120Hz, sangat mirip S24+.  

7 Khasiat Konsumsi Buah Melon untuk Kesehatan Tubuh yang Luar Biasa

Ternyata ini, lho, khasiat konsumsi buah melon untuk kesehatan tubuh yang luar biasa. Apa saja?        

Rekomendasi HP Kamera 200 MP: Pilihan Terbaik Januari 2026, Foto Sejernih DSLR

HP kamera 200 MP menjanjikan lompatan kualitas foto. Ketahui bagaimana teknologi ini akan mengubah pengalaman fotografi Anda.

Harga Emas Antam Sabtu 31 Januari 2026 Turun

Harga dasar emas batangan Antam ukuran 1 gram dibanderol Rp 2.860.000 Sabtu (31/1/2026), turun Rp 260.000 dibanding harga Jumat (30/1/2026).

Anjlok Parah Harga Emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Hari Ini Sabtu (31/1/2026)

Harga emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Sabtu (31/1/2026) kompak turun. Emas Galeri 24 1 gram jadi Rp 3.171.000, emas UBS Rp 3.186.000