MOMSMONEY.ID - Kebutuhan masyarakat Indonesia terhadap layanan konsultasi kesehatan mental terus meningkat. Data internal Halodoc mencatat, jumlah konsultasi kesehatan mental di platformnya naik 8,1% dibanding 2022.
Temuan itu tertuang dalam Indonesia Health Insights Report bertajuk Navigating Indonesia’s Mental Health Landscape 2026, yang dirilis bertepatan dengan Hari Kesehatan Mental Sedunia pada 10 Oktober 2026.
Laporan tersebut memetakan pola masyarakat dalam mencari bantuan profesional untuk menangani masalah kesehatan mental.
Berdasarkan data Halodoc, saat ini satu dari 15 konsultasi kesehatan di platformnya berkaitan dengan kesehatan mental. Hampir dua pertiga dari peningkatan konsultasi sejak 2022 berasal dari pasien yang baru pertama kali mencoba layanan tersebut.
Chief Marketing Officer Halodoc Fibriyani Elastria mengatakan, laporan ini diharapkan dapat menjadi referensi berbasis data untuk memahami pola akses masyarakat terhadap layanan kesehatan mental sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya bantuan profesional.
Baca Juga: Ini Tips Menjaga Kesehatan Mental Mandiri Menurut Psikolog
"Dari sisi demografi, sebanyak 90,7% konsultasi kesehatan mental di Halodoc berasal dari pengguna berusia 18–34 tahun. Sebanyak 83,3% dari kelompok pengguna yang berkonsultasi tersebut merupakan perempuan," ujar Fibriyani dalam keterangan resmi, Minggu (11/10).
Sementara itu, gangguan ansietas atau kecemasan menjadi diagnosis terbanyak dalam konsultasi kesehatan mental di Halodoc sepanjang semester I-2026. Porsinya mencapai 31,6% dari total konsultasi kesehatan mental, tumbuh 47,2% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Halodoc juga menemukan tantangan kesehatan mental dapat berbeda pada setiap kelompok usia. Pada anak, persoalan dapat berkaitan dengan tumbuh kembang. Sementara itu, remaja menghadapi tantangan berupa tekanan akademik dan keluarga.
Pada kelompok usia produktif, persoalan yang menyertai kecemasan antara lain disfungsi seksual pada pria serta kombinasi depresi dan masalah relasi pada perempuan.
Adapun pada lansia, keluhan dapat berkaitan dengan penurunan fungsi kognitif, dengan konsultasi yang kerap diwakilkan oleh keluarga atau pengasuh.
Mitra Psikolog Halodoc Miki Amrilya Wardati mengatakan, masyarakat perlu mengenali perubahan emosi dan perilaku sejak dini agar dapat memperoleh penanganan yang sesuai.
Baca Juga: Kesehatan Mental Terganggu, Produktivitas dan Ekonomi Ikut Tertekan
Menurut dia, konsultasi dengan psikolog atau psikiater bukanlah tanda seseorang tidak mampu menghadapi masalah. Sebaliknya, bantuan profesional dapat menjadi langkah awal untuk menangani kondisi kesehatan mental.
“Semakin cepat konsultasi dengan tim profesional, semakin ringan proses penyembuhannya,” kata Miki.
Ia menyarankan masyarakat untuk mulai menjaga kesehatan mental dengan mengenali emosi dan kondisi tubuh, memenuhi kebutuhan dasar, menjaga hubungan sosial, serta meluangkan waktu untuk melakukan aktivitas yang bermakna.
Masyarakat juga diimbau tidak menunda mencari bantuan profesional ketika mulai merasakan tanda-tanda gangguan kesehatan mental.
Di sisi lain, laporan Halodoc menyoroti pemanfaatan manfaat kesehatan mental dalam program employee benefit perusahaan. Porsi polis employee benefit yang mencakup layanan kesehatan mental meningkat dari 2,3% pada 2022 menjadi 5,5% pada 2026.
Namun, pemanfaatannya oleh karyawan masih rendah. Sepanjang semester I-2026, hanya satu dari 400 karyawan yang tercatat memanfaatkan layanan kesehatan mental tersebut.
Baca Juga: Daftar Aplikasi Ponsel Gratis untuk Menjaga Kesehatan Mental biar Makin Mindful
Fibriyani menilai, perusahaan perlu lebih aktif mengomunikasikan manfaat kesehatan mental yang tersedia dalam polis karyawan agar fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal.
Untuk mendukung akses terhadap layanan kesehatan mental, Halodoc menyediakan sejumlah layanan digital, mulai dari HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant), asisten digital berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk membantu pengguna memahami kebutuhan awalnya, hingga konsultasi dengan psikolog dan psikiater berlisensi.
HILDA tersedia secara gratis melalui aplikasi, situs web, dan WhatsApp. Namun, layanan tersebut dirancang sebagai pendamping awal dan tidak menggantikan konsultasi dengan tenaga kesehatan profesional.
Halodoc juga menyediakan layanan konsultasi dokter, akses obat melalui Toko Kesehatan, Klinik Digital HaloIntima untuk kebutuhan kesehatan seksual, serta Digital Cashless Outpatient (DCO) yang terhubung dengan asuransi dan manfaat kesehatan karyawan.
Melalui laporan tersebut, Halodoc mendorong masyarakat untuk lebih terbuka mencari bantuan profesional serta mengajak perusahaan meningkatkan pemanfaatan fasilitas kesehatan mental bagi karyawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News