MOMSMONEY.ID - Kesadaran masyarakat Indonesia terhadap kesehatan mental kian meningkat. Hal ini tercermin dari laporan terbaru Halodoc yakni Indonesia Health Insights Report: Navigating Indonesia’s Mental Health Landscape 2026, yang menunjukkan bahwa terjadinya peningkatan konsultasi kesehatan mental.
Data ini menunjukkan, 1 dari 15 konsultasi kesehatan di platform saat ini berkait dengan kesehatan mental. Angka ini naik 8,1% dibandingkan tahun 2022. Bahkan, hampir dua pertiga dari peningkatan ini datang dari pasien yang baru pertama kali mencoba konsultasi.
Ini juga disebut menandakan, stigma mengenai masalah kejiwaan mulai luntur, seiring dengan keberanian masyarakat mengambil langkah pertama untuk mencari bantuan profesional.
Data tersebut juga memperlihatkan konsultasi didominasi oleh kelompok usia produktif (18-34 tahun) sebesar 90,7%, dan mayoritas di antaranya adalah perempuan atau 83,3%. Puncak waktu konsultasi terjadi pada malam hari atau setelah pukul 21.00 WIB dan layanan kesehatan digital seperti telekonsultasi menjadi pilihan utama bagi mereka.
Chief Marketing Officer Halodoc, Fibriyani Elastria, mengatakan, pihaknya merilis laporan ini untuk menghadirkan perspektif dari sisi layanan kesehatan digital, untuk memberikan wawasan, edukasi, dan laporan berbasis data terpercaya yang dapat dijadikan referensi bagi berbagai pihak.
“Sehingga harapannya dapat mendukung pemetaan pola akses layanan kesehatan mental masyarakat yang sesuai dengan kebutuhan, meningkatkan kesadaran kesehatan mental yang lebih luas, dan membantu masyarakat Indonesia mengambil langkah pertama yang benar-benar dibutuhkan, khususnya saat memerlukan bantuan profesional,” tutur Fibriyani dalam keterangan tertulis, Jumat (9/10).
Baca Juga: Softlens Harian dan Bulanan, Apa Bedanya? HUE Hadirkan Koleksi Baru
Lebih lanjut, laporan ini mencatat bahwa gangguan ansietas menjadi diagnosis tertinggi dalam konsultasi kesehatan mental di Halodoc sepanjang semester pertama 2026. Kasus ansietas mencapai 31,6% dari total konsultasi dan tumbuh 47,2% dibandingkan tahun sebelumnya.
Meski angka ansietas mendominasi, diagnosis yang menyertai ansietas memiliki tantangan berbeda di setiap kelompok usia.
Beberapa tantangan tersebut mulai dari persoalan tumbuh kembang pada anak, tekanan akademik dan keluarga pada remaja, disfungsi seksual pada pria usia produktif, kombinasi depresi dan persoalan relasi pada perempuan usia produktif, serta penurunan fungsi kognitif pada lansia, yang konsultasinya kerap diwakilkan oleh keluarga atau caregiver.
Halodoc juga menyoroti peningkatan porsi polis employee benefit yang mencakup layanan kesehatan mental dari 2,3% pada 2022 menjadi 5,5% pada 2026. Namun, pemanfaatan fasilitas ini oleh karyawan masih sangat rendah, yakni hanya 1 dari 400 karyawan yang menggunakannya sepanjang semester pertama 2026.
Adapun, menjawab tingginya kebutuhan soal hal berkaitan kesehatan mental ini, Halodoc menyediakan ekosistem yang menyeluruh bagi masyarakat.
Fasilitas ini mencakup asisten digital berbasis AI atau HILDA, caht dengan dokter untuk melakukan konsultasi 24 jam bersama psikolog dan psikiater, toko kesehatan atau layanan antar obat, klinik khusus kesehatan seksual atau Klinik Digital HaloIntima, hingga sistem klaim nontunai (DCO) yang terhubung asuransi perusahaan.
Fibriyani mengimbau masyarakat agar tidak menunda mencari bantuan profesional saat mengalami gejala gangguan kesehatan mental. Ia juga mendorong perusahaan agar lebih aktif mengomunikasikan fasilitas jaminan kesehatan jiwa yang sudah tersedia bagi para karyawannya.
“Kami berharap ekosistem layanan kesehatan digital yanG kami hadirkan bisa membantu lebih banyak masyarakat Indonesia dan membuat mereka merasa tidak sendirian saat menghadapi masa-masa berat,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News