MOMSMONEY.ID - Generasi muda tidak cukup mampu beradaptasi dengan teknologi, namun harus bisa mengelola keuangan dengan cara melek investasi yang bisa mereka mulai dari reksadana lo. Ini penting, agar masa depan keuangan bisa terjaga dan aman.
Hal ini yang coba diedukasi PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Asosiasi Pelaku Reksadana & Investasi Indonesia (APRDI) di luar Pulau Jawa.
Literasi investasi reksadana ini untuk memperkuat literasi dan inklusi investasi reksadana di luar Pulau Jawa, khususnya di wilayah Sumatera Utara yang masih memiliki jumlah investor relative lebih rendah dibanding kota-kota besar seperti Jakarta.
Yusri, Kepala Direktorat Pengawasan PUJK, Edukasi, Pelindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis OJK Provinsi Sumatera Utara, mengatakan, di era yang terus berkembang saat ini, melek akan produk investasi sangat perlu dilakukan.
"Penting sekali untuk mulai mengenal investasi dan selalu tekankan prinsip legal dan logis dalam memilih aset investasi," ujar Yusri dalam keterangan resmi Jumat (24/4).
Baca Juga: Minat Investor Ritel Indonesia terhadap Instrumen Pasif Meningkat
Muhammad Pintor Nasution, Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sumatera Utara, menambahkan, pasar modal akan selalu mengalami fluktuasi, naik maupun turun.
Namun, yang terpenting bagi setiap investor adalah memahami profil risiko diri sendiri dan memegang teguh prinsip bahwa investasi adalah komitmen jangka panjang.
"Dengan pemahaman itu, investor dapat tetap tenang dan tidak mengambil keputusan secara emosional ketika kondisi pasar tidak sesuai ekspektasi," sebut Pintor.
Sebelumnya, program literasi digelar di Medan, Sumatera Utara (14–15 April 2026) sebagai bagian dari Road to Pekan Reksadana 2026, yang sebelumnya digelar di Semarang sebagai bagian dari pre-event menuju puncak acara pada 27 April 2026 di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta.
Program sosialisasi di Medan melibatkan dua segmen audiens yakni mahasiswa di kampus dan perwakilan media di Kantor OJK Provinsi Sumatera Utara.
Baca Juga: Investor SBN Kian Beragam, Usia 40 Tahun ke Atas Ikut Tumbuh
Pada 14 April 2026, sosialisasi dimulai di Universitas Satya Terra Bhinneka, dilanjutkan dengan sesi penguatan pemahaman reksa dana bagi 20 perwakilan media di Kantor OJK Provinsi Sumatera Utara.
Lalu, 15 April 2026, kegiatan berlanjut ke STIE Bina Karya Tebing Tinggi. Secara keseluruhan, program ini dihadiri lebih dari 300 mahasiswa.
Endang Cahyani, Associate Director Sales & Marketing Makmur, memberikan edukasi mengenai kemudahan berinvestasi melalui aplikasi Makmur.
"Saat ini, mahasiswa bisa mulai belajar untuk menyisihkan dibandingkan menyisakan. Investasi di reksadana sudah sangat mudah karena bisa dimulai dari Rp 10.000 saja," jelas Endang.
Lolita Liliana, Ketua Presidium Dewan APRDI, menekankan pentingnya memahami konsep compounding growth sebagai fondasi investasi jangka panjang.
"Pelajari investasi sedini mungkin dan pahami tentang compounding growth. Investasi secara berkala, walaupun sedikit, akan membentuk kebiasaan baik untuk masa depan," tutur Lolita.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News