M O M S M O N E Y I D
Bugar

Gangguan Irama Jantung Bisa Berujung Fatal, Ini Penanganan Medisnya

Gangguan Irama Jantung Bisa Berujung Fatal, Ini Penanganan Medisnya
Reporter: Francisca Bertha Vistika  |  Editor: Francisca bertha


MOMSMONEY.ID – Gangguan irama jantung atau aritmia dapat berdampak serius terhadap kesehatan jika tidak ditangani dengan tepat.

Salah satu metode penanganan yang kini banyak digunakan adalah prosedur ablasi jantung, yakni tindakan minimal invasif yang ditujukan untuk memperbaiki ritme jantung yang tidak normal.

Aritmia menyebabkan jantung berdetak terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak beraturan. Kondisi ini dapat mengganggu aliran darah kaya oksigen ke seluruh tubuh.

Menurut Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Subspesialis Aritmia RS Pondok Indah, Pondok Indah, Dony Yugo, ablasi jantung dapat menjadi solusi utama pada kasus aritmia tipe cepat, khususnya ketika pengobatan dengan obat-obatan tidak lagi efektif atau menimbulkan efek samping.

“Ablasi jantung bekerja dengan cara menghancurkan jaringan jantung abnormal yang menjadi sumber gangguan ritme. Dengan begitu, sinyal listrik jantung bisa kembali berjalan normal,” jelas dr.Dony dalam siaran pers Selasa (8/7).

Baca Juga: Deteksi Jantung, Mitra Keluarga Kelapa Gading Kenalkan SOMATOM Force CT System

 Prosedur ini dilakukan dengan memasukkan kateter ke dalam pembuluh darah, lalu diarahkan ke area jantung untuk mengidentifikasi dan menonaktifkan jaringan penyebab aritmia menggunakan energi panas, dingin, atau gelombang listrik.

Meski efektif, tidak semua pasien aritmia merupakan kandidat yang tepat untuk ablasi.

“Ada kondisi tertentu yang menjadi kontrandiksi, seperti gangguan pembekuan darah, infeksi aktif, atau kehamilan. Karena itu, pemeriksaan dan evaluasi menyeluruh sebelum tindakan sangat penting,” ujar Dony.

Pasca prosedur, pasien biasanya membutuhkan waktu pemulihan selama satu hingga dua minggu. Selama periode tersebut, aktivitas fisik berat perlu dihindari untuk mencegah komplikasi.

“Memar ringan di area kateter adalah hal yang wajar. Namun, jika muncul gejala seperti perdarahan, jantung berdebar tidak teratur, atau sesak napas, pasien harus segera mencari pertolongan medis,” tambahnya.

Prosedur ablasi dinilai aman dan memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi, terutama jika dilakukan dengan persiapan dan evaluasi yang tepat. Namun, Dony mengingatkan bahwa pengobatan aritmia sebaiknya disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien

“Gejala ringan sekalipun tidak boleh diabaikan. Deteksi dini menjadi kunci keberhasilan penanganan,” saran Dony. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

5 Makanan yang Lebih Sehat Dimakan Mentah daripada Dimasak

Tahukah bahwa ada beberapa makanan yang lebih sehat dimakan mentah daripada dimasak, lho. Apa sajakah itu?  

6 Mitos tentang Karbohidrat yang Tidak Perlu Dipercaya

Ini dia beberapa mitos tentang karbohidrat yang tidak perlu dipercaya. Apa sajakah itu?             

5 Rekomendasi Minyak Paling Sehat untuk Saus Salad Anda

Yuk, coba beberapa rekomendasi minyak paling sehat untuk saus salad Anda. Ada apa saja?                  

Ruangan Sempit Terasa Sesak? Coba 6 Trik Cat Ini biar Rumah Tampak Lebih Luas

Trik pengecatan sederhana ini bisa membuat ruangan kecil terlihat lebih luas, nyaman, dan estetik tanpa renovasi besar.  

Ini Hal yang Disesali Pemilik Rumah saat Beli Meja Dapur Quartz Sebelum Renovasi

Sebelum memilih meja dapur quartz, yuk pahami dahulu kelebihan, kekurangan, dan pengalaman nyata pasca renovasi.​

Rumah Ramah ADHD Dewasa Makin Dicari, Ini Ide Desain yang Direkomendasikan

Berikut ini inspirasi rumah ramah ADHD yang bantu aktivitas lebih teratur, fokus meningkat, dan rutinitas harian terasa ringan.​

7 Efek Samping Serius Konsumsi Minuman Energi secara Rutin

Ada beberapa efek samping serius konsumsi minuman energi secara rutin, lho. Yuk, intip pembahasan lengkapnya di sini!  

3 Cara Magnesium Menjaga Kesehatan Jantung Anda

Begini cara magnesium menjaga kesehatan jantung Anda. Yuk, simak penjelasan lengkapnya di sini!       

10 Rekomendasi Kacang Tinggi Serat untuk Dikonsumsi

 Intip beberapa rekomendasi kacang tinggi serat untuk dikonsumsi berikut ini, yuk! Ada apa saja?           

7 Makanan yang Bisa Berinteraksi dengan Obat, Jangan Dikonsumsi Bersamaan!

Ini dia beberapa makanan yang bisa berinteraksi dengan obat yang Anda konsumsi. Cek daftarnya di sini, yuk!