MOMSMONEY.ID - Fenomena Matahari tepat di atas Ka'bah kembali terjadi pada 27-29 Mei 2026. Berikut ini langkah-langkah kalibrasi arah Kiblat yang bisa Anda lakukan.
BMKG menjelaskan, fenomena Matahari tepat di atas Ka'bah adalah peristiwa saat Matahari berada di titik zenith Ka'bah (Lintang 24,422 LU).
Pada saat Matahari tepat di atas Ka'bah, bayangan benda tegak di manapun belahan Bumi yang mendapat sinar Matahari, akan menujuk langsung ke arah Kiblat.
"Momen ini dapat dimanfaatkan untuk mengecek dan mengukur kembali arah Kiblat dengan bantuan bayangan Matahari," kata BMKG di akun Instagramnya, dikutip Selasa (26/5).
Menurut BMKG, pengukuran arah Kiblat melalui bayangan merupakan salah satu metode penentuan arah Kiblat. Yaitu, ke arah Ka'bah yang digunakan dalam ibadah umat muslim.
Baca Juga: 20+ Poster Idul Adha 2026, Desain Terbaru Gratis Pakai di Medsos
Pengukuran ini dapat dilakukan Ketika posisi Matahari tepat di atas Ka'bah. Dan, fenomena ini terjadi dua kali dalam setahun.
Tapi, pengukuran arah Kiblat saat Matahari tepat di atas Ka'bah tahun ini, BMKG menegaskan, hanya berlaku untuk Indonesia bagian Barat dan Tengah bagian Barat.
"Yakni, pada 27-29 Mei 2026 pukul 16.18 WIB serta 15-17 Juli pada pukul 16.27 WIB," sebut BMKG.
Sementara untuk Indonesia bagian Timur juga Sebagian Indonesia Tengah bagian Timur, penentuan arah kiblatnya dapat dilakukan di atas antipoda Ka'bah atau sebalik arah Ka'bah.
"Yang terjadi setiap 14 Januari pukul 06.30 WIT dan 29 November pukul 06.09 WIT," ungkap BMKG.
BMKG menyebutkan, peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan pengukuran kembali arah Kiblat adalah tongkat atau tiang lurus, jam presisi, dan Kompas atau GPS.
Baca Juga: Hasil Sidang Isbat: Idul Adha 2026 Ditetapkan 27 Mei, Siap Sambut Serempak
Berikut ini langkah-langkah kalibrasi arah Kiblat yang bisa Anda lakukan:
1. Sesuaikan Waktu dengan jam BMKG (ntp.bmkg.go.id)
2. Gunakan alat yang dapat dijadikan tegak lurus pada permukaan datar. Alatnya bisa berupa bandul, tiang, atau dinding bangunan yang tegak lurus dengan tanah datar.
3. Lakukan proses kalibrasi sejak 5 menit sebelum pukul 16.18 WIB atau 17.18 WITA (Waktu puncak)
4. Perhatikan arah bayangan yang terjadi saat Waktu puncak. Tarik garis dari ujung bayangan hingga ke posisi alat. Garis itulah arah Kiblat yang sudah dikalibrasi dengan posisi Matahari saat tepat berada di atas Ka'bah.
"Pastikan pengamatan dilakukan saat cuaca cerah dan tidak berawan, di permukaan datar tanpa terhalang bayangan benda lain, dan menggunakan Waktu yang telah disesuaikan dengan jam atom BMKG agar hasil lebih akurat," tegas BMKG.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News