MOMSMONEY - Memperkuat usaha, mikro, kecil dan menengah perlu terus dipupuk. Untuk itu Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menggelar Bursa Wirausaha Unggulan (BWU) di Sulawesi Selatan.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan kewirausahaan menjadi salah satu strategi penting dalam menggerakkan perekonomian melalui penciptaan lapangan kerja dan pengurangan pengangguran.
“Rasio kewirausahaan adalah indikator untuk mengukur jumlah pengusaha dalam suatu negara. Semakin tinggi rasionya, semakin banyak jumlah pengusaha,” ujar Maman dalam arahannya pada BWU Sulawesi Selatan 2026 di keterangan, Rabu (16/9).
Maman mengungkapkan rasio kewirausahaan Indonesia saat ini sekitar 3,2%. Pemerintah menargetkan rasio tersebut meningkat menjadi 3,6% pada 2029 dan 8% pada 2045.
Baca Juga: Mirae Asset Sekuritas Soroti Kredibilitas Fiskal Saat Pergantian Menteri Keuangan
Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, menurut Maman, peningkatan rasio kewirausahaan perlu diiringi dengan lahirnya pengusaha yang kuat dan tangguh serta didukung ekosistem kewirausahaan yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.
Salah satu landasan penguatan ekosistem tersebut adalah Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2026 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional. Regulasi ini menjadi pedoman kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, lembaga pembiayaan, lembaga inkubator, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan dalam mengembangkan kewirausahaan di daerah.
Kolaborasi tersebut diterapkan dalam BWU Sulawesi Selatan 2026 yang menghadirkan 31 lembaga mitra, mulai dari lembaga pembiayaan, inkubator bisnis, kementerian/lembaga, pemerintah daerah, BUMN, perusahaan swasta, platform digital, hingga mitra strategis lainnya. Mereka menyediakan beragam layanan yang dibutuhkan wirausaha sesuai dengan tahap perkembangan usahanya.
Dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan akad massal Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi 400 UMKM melalui lima penyalur KUR, yakni BPD Sulselbar, Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Syariah Indonesia (BSI), dan Pegadaian Syariah.
Baca Juga: Waralaba Bisa Menjadi Pilihan UMKM Dongkrak Kasta
Adapun penyelenggaraan BWU di Universitas Hasanuddin sekaligus menegaskan peran perguruan tinggi sebagai bagian penting dari ekosistem kewirausahaan.
Penguatan ekosistem tersebut turut didukung sejumlah lembaga inkubator di Sulawesi Selatan, antara lain Direktorat Hilirisasi, Komersialisasi, dan Science Techno Park Universitas Hasanuddin, Inkubator UMKM Kota Makassar, Inkubator Bisnis UMKM IKB PPSP IKIP Ujung Pandang, Kalla Institute, Universitas Muslim Indonesia (UMI), serta Inbistek Undipa Makassar.
CEO PT Kalosi Alam Lestari, Ade Pratama, yang mengembangkan alternatif stirofoam berbahan limbah pertanian, mengatakan BWU membuka kesempatan bagi usaha rintisan untuk memperluas akses kemitraan melalui business pitching dengan calon investor.
Sementara itu, pendiri Zaini Hijab Makassar, A. Tiara Purnama Pertiwi, mengatakan fasilitasi KUR membantunya memperoleh tambahan modal untuk mengembangkan usaha hijab dan kain tenun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News