M O M S M O N E Y I D
Santai

Dukung Pelestarian Batik, Musem Batik Indonesia Sukses Gelar Pameran

Reporter: Jane Aprilyani  |  Editor: Jane Aprilyani


MOMSMONEY.ID - Pengunaan batik kian digaungkan di kalangan masyarakat. Agar tetap lestari dan menjadi budaya khas Indonesia, museum Batik Indonesia gelar pameran temporer dengan tema “Hulu ke Hilir: Ekosistem Batik”.

Pameran telah berlangsung dari bulan Desember hingga akhir Februari lalu.

Pameran ini menjadi ajang untuk memperkenalkan dan memperlihatkan kepada publik akan nilai-nilai dan kompleksitas ekosistem batik dengan menampilkan kain batik dari daerah Jawa, Sumatera hingga Maluku yang memukau dengan ciri khas nya masing-masing. Pada pameran ini juga pengunjung diajak untuk mengenal dunia penciptaan karya batik mulai dari proses pra produksi, produksi, distribusi, hingga upaya pelestariannya.

Penanggung Jawab Museum Batik Indonesia, Archangela Y. A mengatakan, pameran ini merupakan upaya untuk memperkenalkan lebih dalam nilai-nilai di balik penciptaan  batik sebagai warisan budaya kepada masyarakat luas.

"Kami berharap banyak orang lebih menghargai nilai gagasan, kerja keras, kreativitas, dan upaya untuk mempertahankan keberlanjutan batik yang telah dilakukan oleh para pelaku budaya batik serta mengajak masyarakat untuk turut berperan dalam melestarikannya," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Momsmoney.

Baca Juga: Lewat Kelas Ekspor AKI, Potensi Industri Ekonomi Kreatif Bisa Berkembang

Susi Harahap, Dosen Seni Rupa dan Desain Lasalle College, sebagai salah satu pengunjung, memberikan komentar, bahwa penyelenggaran pameran ini sangat baik dan informatif.

"Kami melihat tidak sekadar apa yang ditampilkan atau dipamerkan, tetapi kami juga melihat display yang ditampilkan cukup representatif untuk ditangkap. Kita bisa melihat informasi dengan lebih jelas, selain itu suasana yang ditampilkan proporsional, sehingga siapapun yang melihat juga nyaman, membuat lebih paham bagaimana wastra Indonesia itu demikian punya nilai yang sangat tinggi," beber Susi.

Pameran ini memberikan gambaran besar terkait proses produksi-konsumsi batik, termasuk mata rantai produksi-distribusi yang seringkali tidak diperlihatkan kepada publik.

Dengan menampilkan keseluruhan proses batik, diharapkan masyarakat dapat lebih mengapresiasi esensi dan eksistensi batik serta turut berkontribusi dalam pelestarian ekosistem batik dengan cara mengenakan dan membantu mempromosikan batik.

Ahmad Mahendra, Plt. Museum dan Cagar Budaya (IHA) menambahkan, pameran ini juga merupakan langkah penting dalam memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian warisan budaya.

"Kami berharap pameran ini dapat menginspirasi masyarakat untuk terlibat aktif dalam melestarikan batik sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas budaya bangsa," kata Ahmad.

Baca Juga: Ingin Jalan-Jalan ke Museum Akhir Pekan, Ini Pameran di Museum dan Cagar Budaya

Batik telah tercatat dalam UNESCO Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity sejak tahun 2009. Pemerintah Indonesia melalui Kemendikbudristek telah melakukan upaya tindak lanjut dengan mendirikan Museum Batik Indonesia yang tergabung dalam unit museum di bawah naungan Museum dan Cagar Budaya (IHA), yang dikelola sebagai Badan Layanan Umum.

Pameran "Hulu ke Hilir: Ekosistem Batik" di Museum Batik Indonesia ini merupakan bentuk komitmen dalam rangka pendukung pelestarian batik di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Perbankan Borong SBN Rp 100 Triliun, Ini Dampak yang Perlu Dicermati

Perbankan net buy Surat Berharga Negara sekitar Rp 100 triliun pada Oktober 2026. Sedangkan BI justru net sell sekitar Rp 33,41 triliun.  

Yield SUN 10 Tahun Tembus 7,7%, Ini Proyeksi Hingga Awal Tahun 2027 Menurut Analis

Tekanan di pasar obligasi domestik diperkirakan masih berlanjut hingga akhir 2026. Yield Surat Utang Negara tenor 10 tahun 7,7% belum puncak.  

Yield SUN 10 Tahun Naik, Risiko Domestik Jadi Tekanan Utama

Yield Surat Utang Negara Indonesia tenor 10 tahun menguat di level 7,63% setelah sempat menyentuh 7,75%, tertinggi dalam empat tahun terakhir.  

Yield SUN di atas 7,5%, Saatnya Investor Akumulasi atau Hindari?

Tekanan terhadap pasar obligasi membuat yield berada di level 7,75%. Apakah momen tepat bagi investor untuk mulai membeli atau justru hindari?

Selain Rasa, Ini yang Perlu Diperhatikan Pelaku UMKM dalam Kembangkan Bisnis Kuliner

​BRIncubator 2026 memberikan pelatihan dan pendampingan bagi UMKM makanan dan minuman untuk memperkuat kemampuan bisnis dan pengelolaan produksi.

Gelagat Asing Keluar dari Pasar SBN Baru-Baru Ini, Apa Penyebabnya?

Investor asing yang sempat masuk sejak awal Oktober, berbalik arah menjual SBN pada pertengahan bulan lalu. Cari tahu pemicunya.

Yield SUN Melonjak, CDS Naik dan Rupiah Loyo, Apa Artinya bagi Pasar?

Pasar obligasi domestik hadapi tekanan di tengah kenaikan Credit Default Swap (CDS), pelemahan rupiah, serta kenaikan yield Surat Utang Negara.

Harga Buyback Emas Hari Ini Mayoritas Turun, Hanya Antam Naik Rp 13.000

Harga buyback emas Antam hari ini menjadi yang tertinggi, menyalip posisi Galeri 24 sebelumnya.     

Cuaca Panas Memengaruhi Pola Konsumsi Listrik, YLKI Ingatkan Hal Ini

​YLKI mengimbau masyarakat menghindari penggunaan stop kontak berlebihan dan segera mengganti kabel atau peralatan listrik yang rusak.

Lansia Masih Bisa Punya Asuransi Kesehatan, Ini Syaratnya

Asuransi kesehatan penting bagi lansia, tetapi terdapat tantangan mendapatkan asuransi pada usia lanjut akibat riwayat penyakit.