M O M S M O N E Y I D
BisnisYuk

Dukung Kebutuhan Diaspora, Master Bagasi dan Kemenlu Jalin Kolaborasi

Dukung Kebutuhan Diaspora, Master Bagasi dan Kemenlu Jalin Kolaborasi
Reporter: Jane Aprilyani  |  Editor: Jane Aprilyani


MOMSMONEY.ID - Dukung kebutuhan diaspora akan produk Indonesia, Master Bagasi mendapat apresiasi dari Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).

Apresiasi ini diberikan atas inisiatifnya yang memberikan solusi nyata bagi diaspora dalam mengakses dan mengirim produk Indonesia ke luar negeri.

Namun, Kemenlu menekankan pentingnya menjaga reputasi startup Indonesia di kancah global.

Hal ini disampaikan dalam diskusi strategis yang digelar oleh Master Bagasi bersama Kemenlu untuk membangun Nusantara Wave sebagai alat diplomasi publik yang memperkuat citra Indonesia di mata dunia. 

"Cross border e-commerce yang kami bangun ini bukan sekadar bisnis, melainkan alat diplomasi yang dapat memperkenalkan budaya Indonesia melalui produk lokal," ungkap CEO sekaligus Founder Master Bagasi Amir Hamzah dalam keterangan resmi, Rabu (19/3).

Baca Juga: Master Bagasi Siap Perluas Ekspor UMKM Indonesia ke Mancanegara

Amir menambahkan, dukungan yang telah diberikan oleh Kementerian Perdagangan, termasuk surat edaran dari Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional kepada seluruh Atase Perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC), menjadi fondasi untuk bisnis Master Bagasi terus berkembang.

Ani Nigeriawati, Direktur Diplomasi Publik Kemenlu, menekankan pentingnya integritas dan tanggungjawab dalam membangun bisnis di Indonesia.

"Profesionalisme saja tidak cukup. Menjaga kepercayaan publik adalah faktor krusial yang harus selalu dijunjung tinggi," ungkap Ani.

Hamzah juga menilai, Master Bagasi berkomitmen serta bertanggungjawab bagi kebutuhan diaspora Indonesia, melalui fitur Jelajah Nusantara. Menurutnya, fitur ini dapat mempererat hubungan diaspora dengan Indonesia. 

"Dengan dukungan dan pendekatan yang strategis dan kolaboratif ini, Master Bagasi optimis dapat membawa produk lokal Indonesia bersaing di panggung global dan memperkuat citra positif Indonesia di kancah internasional," ungkap Hamzah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Tren Teras 2026 yang Nggak Cuma Estetik, Tapi Bikin Rumah Lebih Berkesan

Tren teras 2026 fokus pada kenyamanan, fungsi, dan nilai rumah agar tetap relevan dan menarik dalam jangka panjang. Berikut ini bisa kamu coba.​

Tren Warna Cat Rumah 2026, Ini 5 Aturan Lama yang Sudah Tidak Cocok Lagi

Aturan warna cat lama mulai ditinggalkan, ini cara baru bikin rumah tampil estetik, modern, dan lebih hidup tanpa ribet.​

Dapur Kecil Terasa Luas Tanpa Renovasi Mahal? Ini 6 Trik Simpel yang Bisa Dicoba

Membongkar kesalahan umum desain dapur kecil yang bikin sempit. Ini cara mengubahnya dengan trik sederhana tanpa renovasi mahal.

Harga Gadget Naik di Era AI, Ini Penyebab dan Cara Mudah Menyiasatinya

Harga gadget makin mahal di era AI, pahami penyebabnya dan temukan cara hemat agar tetap bisa upgrade tanpa boros.​  

Gaji Naik Belum Tentu Aman, Ini Tips Atasi Stres Keuangan yang Bisa Dicoba

Stres keuangan tak selalu karena gaji kecil, pahami kebiasaan finansial yang sering jadi penyebab dan cara mudah mengatasinya.​

Reksa Dana atau Emas Digital? Ini Tips untuk Cuan dan Jaga Stabilitas Keuangan

Pilih reksa dana atau emas digital di tahun 2026? Pahami dahulu perbedaan, risiko, dan simulasi keuntungan agar investasi lebih tepat.​  

Prakiraan Cuaca Jawa Timur Besok Hari Kamis (23/4), Hujan Ringan di Kota Ini!

Hujan ringan mendominasi cuaca Jawa Timur pada Kamis, 23 April 2026, sementara sebagian kota akan berawan

Virus dan Penyakit Kian Banyak, Layanan Kesehatan Ini Dibutuhkan

Layanan kesehatan yang modern dan terintegrasi jadi kebutuhan banyak orang, rumah sakit ini hadirkan layanan ini  

Mau Bisnis Kuliner Makin Cuan, Ini Strategi Digital ala Bakso Lapangan Tembak Senayan

​Bersama OttoDigital, BLTS memanfaatkan sistem POS digital untuk memantau penjualan dan stok secara real-time.  

Minat Investor Ritel Indonesia terhadap Instrumen Pasif Meningkat

Tren investor ritel menarih dana investasi di instrumen pasif meningkat. Hal ini disebabkan oleh fluktuasi IHSG beberapa bulan terakhir. ​